Paolo Banchero mencetak 23 poin, 9 rebound, dan 4 asis untuk memimpin Orlando Magic meraih kemenangan 112-101 atas Detroit Pistons, pada Minggu malam (19/4) waktu AS. Magic yang menempati unggulan kedelapan berhasil menumbangkan unggulan pertama di Gim 1 seri putaran pertama mereka, dan memperpanjang rekor kekalahan kandang terpanjang dalam sejarah playoff NBA.
Detroit telah kalah dalam 11 pertandingan kandang berturut-turut di babak playoff, sebuah catatan buruk yang dimulai sejak tahun 2008. Cade Cunningham dari Detroit mencetak 39 poin, angka tertinggi dalam kariernya di babak playoff, dan Tobias Harris menambahkan 17 poin untuk Pistons, tetapi rekan setim mereka yang lain tampil kurang maksimal di lini serang.
Franz Wagner mencetak 11 dari 19 poinnya di kuarter keempat untuk membantu mengamankan kemenangan bagi Magic, yang tidak pernah tertinggal. Desmond Bane dan Wendell Carter dari Orlando masing-masing mencetak 17 poin dan Jalen Suggs mencetak 16 poin.
Magic unggul 55-51 pada babak pertama. Pistons tampil kurang maksimal di babak kedua dan Orlando memanfaatkannya, mencetak delapan dari sembilan poin pertama dan memaksa pelatih Detroit, JB Bickerstaff, untuk meminta time out.
Detroit mencetak 10 poin berturut-turut dan 13 dari 15 tembakan untuk menyamakan kedudukan menjadi 65-65 melalui tembakan tripoin Cunningham. Banchero membalas dengan tembakan jarak jauh melewati Jalen Duren dan Bane menyusul dengan tembakan tripoin melewati Cunningham, yang membuat Magic kembali unggul dengan selisih dua digit. Orlando memimpin 81-74 memasuki kuarter keempat.
Pistons belum pernah melaju lebih jauh dari babak pertama di babak playoff selama 18 tahun, dan Magic belum pernah sejak tahun 2010. Pistons akan mendapatkan kesempatan lain melawan Orlando di Gim 2 pada Rabu malam, waktu AS. (tor)
Foto: The New York Times





0822 3356 3502