Musim yang fantastis untuk Detroit Pistons. Tim asuhan J.B. Bickerstaff itu nyaman di puncak Wilayah Timur dengan rekor kemenangan 55-21. Kemenangan 127-116 atas Toronto Raptors mengantar Pistons menjadi juara Central Division pertama kalinya setelah 18 tahun.
Pistons membuka jarak setelah jeda pertandingan. Pada paruh kedua dalam pertandingan di Little Caesars Arena, Detroit itu, Pistons melenggang nyaman dengan keunggulan terbesar 23 poin. Pistons mencapai akurasi 60 persen dari 44/73 tembakan.
Tidak ada Cade Cunningham yang mengalami masalah pada paru-paru. Ada Jalen Duren yang memimpin Pistons dengan 31 poin, 9 rebound, dan 3 asis. Duren hanya melewatkan satu dari 13 tembakan. Tembakan gratis (7/7) juga sempurna.
Baca juga: Transformasi Pistons, Dari Tim Terburuk Menjadi Tim Terbaik Dalam Dua Musim
Daniss Jenkins meraih poin tertinggi berikutnya. Jenkins meraup 5/9 tembakan yang menghasilkan 21 poin, 5 rebound, dan 5 asis. Duncan Robinson menyumbang 19 poin dari 5 tripoin. Tobias Harris dengan 12 poin, 5 rebound, dan 6 asis. Caris LeVert 12 poin dari bangku cadangan. Disusul Paul Reed 10 poin dan 5 asis.
Pistons kembali ke jalur kemenangan setelah kalah dramatis 110-114 dari Oklahoma City Thunder dalam tambahan waktu kemarin. Kekalahan tersebut tidak berpengaruh dalam posisi Pistons di klasemen.
Pistons ke playoff dalam dua musim beruntun setelah lima musim sebelumnya mengalami masa-masa buruk. Musim ini Pistons mencapai rekor terbaik sejak 2007-2008. Pada musim terakhir era pelatih Flip Saunders itu, Pistons mencapai Final Wilayah Timur dengan kekalahan 4-2 dari Cleveland Cavaliers.
Baca juga: Jalen Duren Menyulitkan Pelicans Untuk Bangkit Dari Kekalahan
“Anda merasa bangga karena memahami betapa sulitnya melakukan hal-hal seperti ini di NBA. Rasa bangga itu karena memiliki sekelompok pemain muda yang telah berkembang dan mencapai tonggak-tonggak tertentu. Ini adalah bagian dari proses dan kami mengharapkan lebih banyak lagi,” tutur Bickerstaff.
Musim terbaik Pistons ini hanya berselang dua tahun dari musim terburuknya. Dua musim sebelumnya Pistons menelan rekor 14-68. Mereka mencapai rekor kekalahan beruntun terpanjang di liga dalam 28 pertandingan.
Pistons berbenah di musim 2024-2025. Hasil lebih baik. Pistons menutup musim dengan rekor kemenangan 44-38 sebagai unggulan keenam. Laju Pistons di playoff terhenti di ronde pertama karena kalah 4-2 dari New York Knicks.
“Kamu tahu bahwa kami mencoba melakukan sesuatu yang istimewa musim ini. Sangat menyenangkan bisa mencapai hal seperti itu. Tapi kami mengincar babak playoff dan memberikan kejutan. Kami merayakan kemenangan hari ini dan kembali bekerja besok,” ucap Jenkins. (rag)
Foto: NBA





0822 3356 3502