IBL

Siapa yang tak mengenal olahraga luar ruangan satu ini? Entah Anda hanya menonton atau ikut bermain, skateboard (papan luncur) selalu jadi olahraga yang identik dengan anak muda. Para pegiatnya akan tampil sebaik mungkin untuk menghasilkan gerakan-gerakan sulit menggunakan papan kayu favoritnya. Itulah yang dinamakan tricking.

Skateboard sejatinya olahraga keras. Bila Anda memutuskan untuk mencobanya, maka Anda harus siap dengan jatuh, terbentur papan, hingga kaki berdarah. Itulah yang dirasakan para pemain skateboard di awal kejayaannya.

Foto karya Hugh Holland ini diambil pada tahun 1976. Mendokumentasikan seorang remaja yang bermain skateboard tanpa menggunakan alas kaki.

Skateboard pertama kali muncul di era 1950-an oleh sekelompok peselancar di Hermosa dan Pantai Manhattan. Mereka memodifikasi papan selancar mereka dengan menambahkan roda untuk belajar gerakan manuver selancar di atas tanah. Hal tersebut dilakukan terutama ketika musim ombak besar datang. Lama kelamaan, aktivitas latihan tersebut dirasa punya keseruan tersendiri, maka jadilah olahraga bernama skateboard yang Anda kenal kini.

Sama halnya berselancar, selama belasan tahun skateboard bermula, semua pemainnya melakukan aktivitas tersebut dengan telanjang kaki. Jempol kaki berdarah, mata kaki terbentur papan, hingga lutut bengkak jadi cedera yang dapat dimaklumi pasca bermain skateboard.

Salah satu poster lomba skateboard di Anaheim tahun 1965. Kala itu, adu cepat slalom jadi kategori bergengsi dalam kompetisi skateboard.

Tahun 1965, tercatat kompetisi skateboard pertama di dunia dihelat di Anaheim, California, Amerika Serikat. Banyak dari para peserta kompetisi itu menggunakan sepatu Converse Chuck Taylor All Star. Sejak saat itu, muncullah tren menggunakan sepatu saat bermain skateboard.

Namun, butuh waktu hingga 20 tahun hingga Air Jordan bisa memberi pengaruh di dunia skateboard. Air Jordan 1 bukan sepatu pertama dari lini Nike yang berkecimpung di dunia papan luncur. Nike Bruin dan Nike Blazer-lah yang mengakar belasan tahun sebagai sepatu dari Nike yang cocok beradu papan kayu.

Sebelum tergabung dalam tim skateboard Vans, Christian Hosoi kerap menggunakan Air Jordan 1 untuk bermain skateboard.

Kesempatan tersebut datang ketika Stacey Peralta, seorang skateboarder dan produser film, membutuhkan beberapa pasang sepatu sebagai properti filmnya. Kemudian, Peralta meminta bantuan seorang teman dari Nike untuk menyediakan sepatu yang cocok untuk bermain skateboard. Ia pun mendapatkan beberapa pasang Nike Air Jordan 1 secara cuma-cuma. Peralta pun memberikan sepatu tersebut kepada para remaja yang tampil di videonya sebagai upah.

Film yang dirilis pada 1985 tersebut berjudul "The Search for Animal Chin". Film itu dibintangi oleh para legenda skateboard dunia yang saat itu masih rookie. Sebut saja Rodney Mullen, Tommy Guerrero, Lance Mountain, Mike McGill, Tony Hawk dan Steve Caballero. Semuanya menggunakan Nike Air Jordan 1 dan hanya Tony Hawk yang menggunakan Vans Sk8 Hi.

Salah satu adegan film The Search for Animal Chin yang menampilkan grup skateboard Bones Brigade yang menggunakan Air Jordan 1 untuk bermain skateboard.

Sekelompok remaja tersebut terkenal dengan nama “Bones Brigades”. Sebuah grup yang berisi anak-anak muda yang menggeluti skateboard. Mereka berenam pun kini telah dinobatkan sebagai legenda. Walau di film tersebut Tony Hawk menggunakan Vans Sk8 Hi, namun beberapa catatan mengungkapkan bahwa ia justru lebih nyaman menggunakan Air Jordan 1 setelah film tersebut tayang.

Strategi pemasaran Air Jordan pun tergolong unik. Mereka justru menyasar para pemain skateboard berkantong tipis. Di saat Airwalk menjual sepatu skateboardnya seharga AS$50 untuk model “hi-top”, Nike justru menjualnya dengan promo harga AS$20-35 saja. Harga tersebut juga dikarenakan mereka telah menjual Nike Air Jordan 2 ke pasaran.

Dengan harga yang turun itu, semakin banyak orang memakainya. Nike Air Jordan 1 pun semakin diperhitungkan menjadi sepatu skateboard, walau awalnya adalah sepatu basket dengan dutanya bintang muda Chicago Bulls, Michael Jordan.

Ada banyak alasan mengapa para skateboarder kala itu menggunakan Nike Air Jordan 1. Bentuknya yang tinggi aman untuk melindungi mata kaki dari benturan. Busanya yang tebal juga membantu mengamankan kaki dari berbagai cidera. Sol karet yang tebal membuat kaki siapa pun serasa dimanja. Serta teknologi “Air Sole Unit” membuatnya nyaman digunakan di medan apapun.

Natas Kaupas adalah legenda skateboarder yang terkenal bersama dengan grupnya, Santa Cruz. Selain Air Jordan 1, ia juga menggunakan Converse Cons saat sedang bermain skateboard.

Tak lupa juga faktor bahan dan warna jadi alasan mengapa mereka menyukai sepatu ini. Di saat Nike Air Jordan “Bred” dilarang digunakan oleh NBA, maka para pemain skateboard di luar sana terpancing. Olahraga yang lahir dari anak muda yang jengah akan peraturan ini justru menggunakan Air Jordan 1 “Bred” untuk bermain skateboard sebagai bentuk protes. Sepatu ini pun makin mendapat tempat. Warna yang menyala ditambah perpaduan yang apik membuat skateboarder muda kepincut untuk menggunakannya.

Selain anggota grup Bones Brigades, terdapat nama Duane Peters dari grup Santa Cruz yang menggunakan Air Jordan 1 untuk bermain skateboard. Rekanan Lance Mountain juga menggunakannya. Dialah Mark Gonzales yang juga pernah bergabung untuk tim DC, Lakai, dan Es.

Bones Brigade di film The Search for Animal Chin yang dirilis pada 1985

Reuni Bones Brigade bersama Stacey Peralta (tengah depan) saat ulang tahun ke 30 film yang mereka bintangi.

Sayangnya, baru 10 tahun kemudian hingga Nike akhirnya mengeluarkan lini busana sendiri yang memfokuskan diri para skateboard. Serta pada 2002, Nike merilis Nike Skateboarding (SB). Nike SB merilis seri Dunk Low dengan siluet yang mirip Air Jordan 1 Low. Serta Nike SB Dunk Hi yang terinspirasi dari Air Jordan 1. Bedanya, Nike SB tidak menggunakan Air Sole Unit dan menggantinya dengan teknologi Zoom Air.

Kini tak lagi terdengar ingar bingar menggunakan Nike Air Jordan untuk bermain skateboard sejak kemunculan Nike SB. Namun, sepatu basket tersukses besutan Nike ini telah punya tempat tersendiri di ranah olahraga papan luncur. Hal tersebut dibuktikan dengan Complex yang menobatkan Nike Air Jordan 1 sebagai salah satu sepatu skate terbaik sepanjang masa.

Salah satu foto yang terdapat di booklet Nike Skateboarding yang dirilis tahun 2004

Sumber Foto: Modern Notorierity, Huge Holland, The Search for Animal Chin (1985), Nike Archieve, Classic Kicks