Mark Walter
Konflik Keluarga Buss, Sudah Penjualan Saham Lakers Ditunda
Drama kepemilikan Los Angeles Lakers masih berlanjut. Jeanie Buss menolak rencana penjualan saham keluarga. Tapi perjuangannya tertunda setelah pengadilan menggeser sidang penjualan saham Lakers hingga Desember.
Karyawan Lakers Tidak Senang Dengan Kepemimpinan Mark Walter
Fakta-fakta menarik mulai terbongkar setelah Los Angeles Lakers berganti pemilik. Dari sebelumnya Mark Walter, ke Bob Iger dan Josh Kushner. Muncul cerita bahwa karyawan Lakers tidak senang dengan kepemimpinan Walter, sehingga mereka gembira ketika Lakers berganti pemilik.
Kisruh Keluarga Buss Makin Rumit, Jeanie Gugat Penjualan Saham Lakers
Drama penjualan Los Angeles Lakers memasuki babak baru dan semakin rumit. Jeanie Buss menggugat lima saudaranya terkait penjualan saham keluarga. Di sisi lain, Jim dan Johnny Buss justru bergabung dengan kelompok kepemilikan klub MLB, San Diego Padres.
Adam Silver Dikabarkan Akan Turun Tangan di Tengah Drama Kepemilikan Lakers
Drama penjualan Los Angeles Lakers kini menyita perhatian NBA. Kisruh keluarga Buss yang mengancam peta kepemilikan. Komisaris NBA Adam Silver dikabarkan siap turun tangan untuk membantu mencari jalan keluar dari konflik yang semakin memanas.
Patrick Soon-Shiong Pertahankan Saham Minoritas di Tengah Drama Penjualan Lakers
Los Angeles Lakers tengah gaduh soal drama kepemilikan. Saat Mark Walter bersiap menjual saham mayoritas dan Jeanie Buss bertarung melawan saudara-saudaranya, Dr. Patrick Soon-Shiong justru mengambil sikap yang berbeda.
Lakers Ganti Kepemilikan, Nasib Rob Pelinka Dipertanyakan
Los Angeles Lakers memasuki era baru lagi hanya dalam waktu kurang dari satu tahun. Pemilik baru Bob Iger dan Josh Kushner tidak hanya mengubah wajah bisnis waralaba legendaris itu. Tetapi juga berpotensi merombak jajaran manajemen tim.
Mark Walter Tersandung Kasus Setelah Menjual Lakers
Mark Walter, pemilik mayoritas LA Dodgers, menjual waralaba Los Angeles Lakers seharga 12,5 miliar Dolar AS. Tetapi setelah penjualan dengan harga fantastis tersebut Walter malah jadi tersangka. Pemerintah federal sedang melakukan investigasi terhadap Walter, karena diduga menyembunyikan hubungan keuangan saat menyalurkan dana sebesar 21 miliar Dolar AS dari perusahaan asuransinya melalui empat bisnis perantara untuk mendanai kerajaan bisnisnya.