Los Angeles Lakers tengah gaduh soal drama kepemilikan. Saat Mark Walter bersiap menjual saham mayoritas dan Jeanie Buss bertarung melawan saudara-saudaranya, Dr. Patrick Soon-Shiong justru mengambil sikap yang berbeda.
Soon-Shiong merupakan pemilik saham minoritas Lakers. Ia tercatat memiliki saham sebesar 4 persen. Dilansir melalui ESPN, pendiri bioteknologi ImmunityBio serta pemilik Los Angeles Times itu memastikan diri tidak akan melepas asetnya di Purple and Gold.
Kepastian itu disampaikan oleh pengacara keluarga Soon-Shiong, Chuck Kenworthy. “Dr. Patrick sama sekali tidak menjual saham minoritasnya di Lakers,” ucap pengacara berjuluk Tiger itu pada Kamis (20/8) waktu setempat.
Menurut Kenworthy, Soon-Shiong memiliki hubungan baik dengan Iger dan Kushner. Pihaknya juga optimistis terhadap masa depan Lakers bersama calon pemilik baru. Mereka ingin tetap menjadi mitra yang aktif setelah transaksi penjualan klub rampung.
Baca juga: Lakers Tak Lagi Sama Tanpa Keluarga Buss
“Kami sangat antusias dengan masa depan Lakers dan menantikan lebih banyak tahun penuh kesuksesan dengan gelar juara,” lanjut Kenworthy.
Soon-Shiong mulai menjadi pemilik saham Lakers sejak 2010. Pria 74 tahun itu membeli 4 persen saham Lakers dari legenda Magic Johnson. Harga pembelian tidak diungkapkan ke publik. Tapi nilai pada saat itu diperkirakan sekitar 27 juta Dolar AS.
Di luar statusnya sebagai pemilik klub, Soon-Shiong dikenal sebagai ilmuwan melalui inovasi dan penelitiannya dalam pengobatan kanker. Menurut Bloomberg Billionaires Index, Soon-Shiong memiliki kekayaan bersih lebih dari 15 miliar Dolar AS.
Sementara itu, drama kepemilikan Lakers dimulai dari penjualan aset oleh Walter. Ia baru mengambil alih Lakers pada Oktober 2025 setelah transaksi 10 miliar Dolar AS disetujui oleh Dewan Gubernur NBA.
Baca juga: Lakers Ganti Kepemilikan, Nasib Rob Pelinka Dipertanyakan
Sebelumnya, saat Walter mengambil alih Lakers, keluarga Buss masih mempertahankan kepemilikan saham. Jeanie Buss dijamin tetap menjabat sebagai Gubernur Lakers setidaknya selama lima tahun.
Berselang 10 bulan kemudian, Walter secara mengejutkan menjual saham mayoritasnya kepada Iger dan Kushner senilai 12,5 miliar Dolar AS. Jumlah itu menjadi valuasi tertinggi waralaba olahraga di Amerika Serikat.
Situasi mulai memanas setelah lima saudara Jeanie Buss menyatakan ingin menjual sisa kepemilikan kolektif keluarga Buss yang mencapai 17,8 persen. Jeanie menjadi satu-satunya yang menolak. Hal ini berpotensi membawa polemik hukum.
Perselisihan itu bukan sekadar mengenai saham. Jika seluruh saham keluarga Buss dijual dan Jeanie hanya mempertahankan kepemilikan kurang dari 3 persen, ia tidak lagi memenuhi persyaratan minimum 15 persen untuk menjabat sebagai Gubernur Lakers.
Keputusan Soon-Shiong berpotensi mempersempit pilihan Jeanie Buss apabila ia benar-benar ingin membeli tambahan saham. Selain Soon-Shiong, salah satu pemegang saham minoritas lain yang secara teoritis dapat menjadi opsi adalah Ed Roski Jr., yang disebut memiliki sekitar 3 persen kepemilikan Lakers. (rag)
Foto: Christina House/Los Angeles Times





0822 3356 3502