Mark Walter, pemilik mayoritas Los Angeles Dodgers, menjual waralaba Los Angeles Lakers seharga 12,5 miliar Dolar AS. Tetapi setelah penjualan dengan harga fantastis tersebut Walter malah jadi tersangka. Pemerintah federal sedang melakukan investigasi terhadap Walter, karena diduga menyembunyikan hubungan keuangan saat menyalurkan dana sebesar 21 miliar Dolar AS dari perusahaan asuransinya melalui empat bisnis perantara untuk mendanai kerajaan bisnisnya.

Menurut The Wall Street Journal, para penyelidik federal kini sedang mencari tahu apakah Walter menyembunyikan hubungan keuangan saat meminjam miliaran dolar dari perusahaan asuransi jiwa yang dikendalikannya. Jaksa penuntut telah mempersempit fokus mereka ke empat bisnis spesifik yang digunakan sebagai perantara untuk mengalihkan miliaran dolar untuk Walter.

Perusahaan asuransi milik Mark Walter dilaporkan meminjamkan 20 hingga 21 miliar Dolar AS kepada bisnis lain yang dimilikinya atau dikendalikannya, tetapi pinjaman orang dalam ini tidak dilaporkan dengan benar.

Karena miliaran dana pemegang polis tersebut diam-diam dialihkan di balik layar, jaksa federal dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) sedang menyelidiki apakah Walter melakukan penipuan pinjaman kriminal dengan secara aktif menyembunyikan ke mana uang itu mengalir.

Pemilik mayoritas Dodgers, yang membeli sahamnya di tim bola basket tersebut tahun lalu dengan valuasi 10 miliar Dolar AS, kemungkinan besar mendapatkan keuntungan besar dari penjualan kepada mantan CEO Disney, Bob Iger, dan investor modal ventura, Joshua Kushner. Dan uang itu dapat digunakan oleh miliarder tersebut untuk melunasi utang dua perusahaan asuransi jiwa bermasalah di Delaware yang dimilikinya dan sedang dalam pengawasan federal.

Sama sekali tidak jelas apakah penjualan Lakers akan berpengaruh pada penyelidikan yang sedang berlangsung. Baik Walter maupun perusahaannya belum didakwa melakukan kejahatan apa pun.

TWG Global, perusahaan induk Walter, tidak menanggapi permintaan komentar pada hari Jumat, tetapi juru bicara perusahaan sebelumnya menyatakan bahwa mereka bekerja sama dengan pihak berwenang dan mengharapkan masalah ini akan diselesaikan dengan baik.

"Mark Walter dan TWG selalu bertindak dengan itikad baik, dan mereka yang pernah berbisnis dengan Mark mengenalnya sebagai orang yang jujur ??dan terus terang," bunyi pernyataan tersebut.

Jacob Frenkel, mantan jaksa federal AS, mengatakan bahwa fokus penyelidikan terhadap bisnis Walter tampaknya jelas, yakni untuk menentukan apakah penyajian kembali laporan keuangan tersebut hanyalah sekadar kesalahan biasa.

"Jika terdapat upaya sengaja untuk menyembunyikan transaksi pihak terafiliasi atau pembentukan perantara guna memfasilitasi penyembunyian tersebut, hal itu tentu [dapat] memicu pengawasan penegakan hukum pidana maupun perdata," ujar Frenkel, yang pernah menangani penuntutan kasus kejahatan keuangan dan juga pernah bekerja untuk Securities and Exchange Commission (SEC). 

Menurut Bloomberg, pihak berwenang telah menyita ponsel dan laptop Walter. Meski demikian, penyelidikan oleh jaksa dan regulator sekuritas bisa saja tidak berujung pada tindakan hukum apa pun. (tor)

Foto: brightspotcdn.com

Komentar