TIMNAS

Free agency selalu jadi ajang yang menarik, apalagi kalau pemain-pemain bintang sedang menyandang status sebagai free agent. LeBron James dan The Decisionnya di tahun 2010 berhasil menarik perhatian dunia. Ia mengulanginya lagi di tahun 2014, namun tahun ini, Kevin Durant yang jadi pemberitaan utama free agency.

Durant hanya satu dari sekian banyak pemain berstatus free agent di tahun ini. Yang membuat spesial, tahun ini NBA -dimulai tahun lalu- menaikan batas atas bayaran (salary cap) ke angka yang astronomikal! Tahun lalu nilai salary cap adalah 70 juta US Dollar, tahun ini menjadi 94 juta! Disertai dengan peningkatan luxury tax dari 84 juta menjadi 113 juta US dollar.

Angka ini luar biasa, karena dengan menghitung inflasi dan kenaikan nilai mata uang, kenaikan ini setara dengan selisih salary cap musim 1997-1998 yang sebesar 39 juta US dollar dengan salary cap musim 2014-2015 yang sebesar 63 juta US dollar! (Data ini didapatkan dari basketball-reference.com, nilai salary cap asli musim 1997-1998 adalah 26,9 juta dollar)

Akibat meningkatnya cap space ini, nilai kontrak-kontrak pemain jadi berubah drastis.

Setidaknya sampai 10 tahun terakhir, angka 20 juta US$ adalah sebuah angka elit. Sebuah batas psikologis dan materil. Pembeda pemain-pemain superstar kelas atas dengan pemain yang satu tingkat di bawahnya yang potensinya sebatas bermain di level all-star. Dan angka 30 juta US$ adalah angka mistis, yang hanya dimiliki oleh Michael Jordan dan Kobe Bryant. Oh, ya, yang sedang saya bicarakan ini adalah gaji pemain dalam semusim ya.

Carmelo Anthony, LeBron James, Shaquille O'Neal, Kobe Bryant, Kevin Garnett, Chris Paul, Chris Bosh, Dwyane Wade, Dirk Nowitzki, Tim Duncan, Dwight Howard, Allen Iverson adalah nama-nama besar yang selama sepuluh tahun terakhir ini pernah merasakan kisaran gaji permusim di atas 20 juta US$.

Ada juga pemain-pemain lain seperti Tracy McGrady, Jermaine O'Neal, Stephon Marbury, Rashard Lewis, Joe Johnson, Amar'e Stoudemire, Derrick Rose yang pernah merasakan gaji 20 juta US$ semusim dalam 10 tahun terakhir. Tapi dibanding nama-nama sebelumnya, tentu nama-nama pemain ini kalah tenar. Dan uniknya, kebanyakan dari mereka malah mengalami regresi karir setelah menerima gaji besar tersebut. Rose, Stoudemire, T-Mac didera cedera. O'Neal, Lewis, Marbury dan Johnson, tidak menunjukkan kebintangan mereka.

Yang dapat kita simpulkan adalah, angka 20 juta US$ adalah angka istimewa, hanya pemain-pemain istimewa yang berhak mendapatkannya dan membuktikan kelayakannya.

Pandangan ini mungkin akan segera terhapus mulai musim ini. Lonjakan cap space mengubah semuanya. Apalagi dengan mempertimbangkan cap space di musim-musim berikutnya, yang sepertinya juga akan meningkat drastis. 20 juta US$ bukanlah batas penentu superstar.

Baru 3 hari berjalan, kontrak-kontrak absurd telah banyak ditandatangani. Mike Conley akan menerima gaji sebesar 153 juta US$ dari Memphis Grizzlies untuk lima tahun ke depan; per tahun sebesar 30 juta US$ lebih!

Berikut daftar beberapa pemain dengan gaji 20 juta US$ ke atas di musim ini:

Bradley Beal, 128 juta US$ untuk lima musim. Washington Wizards. Andre Drummond, 130 juta US$ untuk lima musim. Detroit Pistons. Demar Derozan, 145 juta US$ untuk lima musim. Toronto Raptors. Nicolas Batum, 120 juta US$ untuk lima musim. Charlotte Hornets. Ryan Anderson, 80 juta US$ untuk empat musim. Houston Rockets. Al Horford, 113 juta US$ untuk empat tahun. Boston Celtics. Dwight Howard, 70 juta US$ untuk tiga musim. Atlanta Hawks. Hassan Whiteside, 98 juta US$ untuk empat musim. Miami Heat. Chandler Parsons, 94 juta US$ untuk empat musim. Memphis Grizzlies.

Beberapa pemain juga nyaris mendapat gaji 20 juta US$ musim ini: Timofey Mozgov, 64 juta US$ untuk empat musim. Los Angeles Lakers. Evan Turner, 70 juta US$ untuk empat musim. Portland TrailBlazers. Kent Bazemore, 70 juta US$ untuk empat musim. Atlanta Hawks. Joakim Noah, 72 juta US$ untuk empat musim. New York Knicks. Luol Deng, 72 juta US$ untuk empat musim. Los Angeles Lakers. Bismack Biyombo, 72 juta US$ untuk empat musim. Orlando Magic. Ian Mahinmi, 64 juta US$ untuk empat musim. Washington Wizards.

Saya tak mengomentari apakah nilai kontrak tersebut layak atau tidak layak. Kalau menggunakan perspektif salary cap lama yang per tahunnya maksimal hanya 50-60 juta US$, tentu angka kontrak tahun ini tak masuk akal. Tapi kalau kita dengan jernih melihat angka 94 juta US$ yang ditetapkan tahun ini, rasanya sih tidak terlalu mengejutkan.

Sebagai contoh kita ambil kontrak Timofey Mozgov yang pertahunnya sebesar 16 juta US$. Kalau menggunakan cap space yang sebesar 60 juta US$, maka persentasenya akan memakan porsi 37 persen dari total cap space yang tersedia. Tapi dengan capspace 94 juta US$, persentasenya hanya sebesar 17 persen saja dari total capspace yang ada.

Contoh lain, gaji Andre Drummond yang 26 juta US$ hanya akan setara 27 persen dari total capspace 94 juta US$. Sementara, apabila cap space hanya 60 juta US$, 27 persen nilai gajinya itu hanya akan setara dengan 16 juta US$.

Jadi, sekali lagi, angka-angka kontrak yang mucul sekarang terkesan overpriced apabila disandingkan dengan cap space lama. Namun, ketika diukur dengan nilai maksimum cap space musim ini yang sebesar 94 juta US$, nilai kontrak-kontrak tersebut sangatlah wajar.

Tugas kita hanyalah mengubah persepsi lama kita tentang nilai kontrak. Dulu nilai 20 juta US$ ke atas dimiliki para superstar, dan angka 15-20 juta US$ dimiliki oleh pemain-pemain yang memiliki potensi sebagai all-star. Kini, marginnya harus dinaikkan paling tidak 7-8 juta US$.

Terakhir, saya tergelitik melihat nilai kontrak Stephen Curry yang hanya 12 juta US$ sampai akhir musim ini, sementara banyak pemain lain yang nilainya jauh lebih besar darinya. Akan sebesar apa nilai kontraknya musim depan? Apakah akan mencapai 30-35 juta US$?

Hmm menarik untuk ditunggu.

Foto: NBA

Komentar