IBL

Cerita ini bukan tentang strategi atau ketahanan fisik. Melainkan bagaimana kepekaan seseorang melihat sebuah peristiwa, yang pada akhirnya bisa memahami apa yang akan terjadi berikutnya. Itulah kisah seorang Josh Hart, yang menyaksikan Victor Wembanyama menangis setelah mereka memenangkan gelar juara Wilayah Barat. Justru peristiwa tersebut yang menjadi titik balik, bahwa San Antonio Spurs sebenarnya bukan lawan yang sepadan bagi New York Knicks di Final NBA 2026. 

Berbicara di acara The Roommates Show, pemain sayap Knicks tersebut merenungkan kemenangan emosional Spurs di Final Wilayah Barat atas Oklahoma City Thunder. Hart menyatakan bahwa mengalahkan juara bertahan mungkin terasa seperti momen setara gelar juara bagi San Antonio. Tetapi justru di situ titik kelemahan mereka muncul.

Hart membandingkan reaksi tersebut dengan pola pikir tim Knicks, setelah menyingkirkan Cleveland Cavaliers di Final Konferensi Timur.

"Mereka (Spurs) mengalahkan OKC... itu adalah puncak kejayaan bagi mereka," kata Hart. "Kemudian saya melihat JB (Jalen Brunson) di Final Wilayah Timur. Saya berpikir, Anda lihat reaksi itu karena mereka mengira mereka akan menang. Mereka mengira semuanya sudah berakhir."

Victor Wembanyama tampak sangat emosional setelah Spurs menyingkirkan Thunder di Final Konferensi Barat. Saat bunyi bel akhir pertandingan berbunyi untuk memastikan kemenangan San Antonio 111-103 di Gim 7, Wembanyama menangis dan memeluk rekan-rekan setimnya setelah Spurs berhasil melewati seri tersebut dan menggulingkan juara bertahan.

"Mereka pikir semuanya sudah berakhir dan manis. Lalu Anda melihat semua reaksi setelah kami mengalahkan Cleveland, dan itu sulit untuk dirayakan. Tapi kami berpikir, kami masih punya empat pertandingan lagi," jelas Hart.

"Jelas, memenangkan Konferensi Timur adalah pencapaian yang luar biasa, tetapi kami semua melihatnya seperti ini hanyalah sebuah langkah. Ini bukan tujuan akhir, ini hanyalah sebuah langkah. Dan reaksi setelah Gim 4 di Cleveland menunjukkan hal itu."

Ternyata, legenda NBA Kevin Garnett juga tidak menyukai cara Wembanyama menunjukkan emosi yang berlebihan setelah mengalahkan Oklahoma City, dan mengatakan bahwa Spurs masih memiliki tantangan besar lainnya sebelum dimulainya final.

"Dia harus melewati hal-hal yang sangat menyedihkan. Dia menangis di Final Wilayah Barat yang sangat berat itu. Itu terlalu emosional bagi saya," kata Garnett di acara Ticket & The Truth.

"Kamu masih punya empat pertandingan lagi untuk dilewati. Kamu harus melewati babak Final sekarang. Kamu masih harus tetap tenang di sini. Dan trofi Wilayah Barat itu, bukan itu yang menjadi fokus kita. Itu bagus, tapi aku punya tujuan lain, dan itu ada di sini. Aku akan membutuhkan energi untuk mendaki bukit ini."

Knicks kemudian berhasil meraih gelar juara ketiga dalam sejarah franchise mereka dan gelar pertama mereka dalam 53 tahun, sejak tahun 1973. Perjalanan New York meraih gelar juara ini bersejarah bukan hanya karena mengakhiri paceklik gelar selama lebih dari lima dekade, tetapi juga karena cara Knicks berulang kali bangkit di panggung terbesar.

Menurut penulis olahraga Rodger Sherman, Knicks berhasil melakukan comeback terbesar nomor 1, nomor 4, dan nomor 6 yang pernah tercatat dalam sejarah Final NBA selama seri yang sama melawan Spurs.

Yang paling terkenal, New York berhasil mengejar defisit 29 poin di Gim 4 sebelum tembakan penentu kemenangan OG Anunoby memberi Knicks keunggulan 3-1 dalam seri tersebut.

Pada Gim 5, Knicks bangkit dari defisit 16 poin, yang merupakan comeback terbesar keempat dalam sejarah Final NBA. Comeback terbesar keenam mereka terjadi di Gim 1, ketika mereka bangkit dari ketertinggalan 14 poin.

Knicks juga menjadi tim pertama sejak Final NBA 1971 yang tertinggal 10 poin atau lebih di setiap pertandingan dalam sebuah seri dan tetap memenangkan kejuaraan.

Hal itu membuat kemenangan mereka semakin mengesankan, karena New York tidak hanya sekadar selamat dari satu pertandingan sulit atau satu defisit besar. Sebaliknya, Knicks harus mengatasi berbagai kesulitan sepanjang seri, berulang kali berjuang melawan tim Spurs yang terus menekan mereka di setiap pertandingan. (tor)

Foto: nbc.com

Komentar