Golden State Warriors kalah dramatis dari Los Angeles Clippers 102-103 kemarin. Pertandingan di Intuit Dome, Los Angeles itu juga diwarnai dengan pengusiran pelatih Warriors, Steve Kerr. Di sisi lain, Stephen Curry justru bangga aksi dari sang pelatih.
Curry mengungkapkan setelah pertandingan bahwa ia sebenarnya senang Kerr melakukan tindakan pada saat itu. Meski pada akhirnya sang pelatih terkena dua technical foul dan digantikan oleh asisten Terry Stotts.
“Sejujurnya saya berniat melakukan itu sampai saya melihat dia (berdebat dengan wasit). Itulah mengapa saya melakukan pelanggaran terhadap Kris Dunn,” ucap Curry yang menilai Kerr mewakili kemarahannya pada saat itu.
Baca juga: Clippers Menangkan Laga Panas Lawan Warriors
“Saya melihat pelatih sangat marah dan saya menghargai hal itu karena dua pelanggaran gila beruntun saat Anda memiliki momentum. Saya sangat menyukai Steve saat berapi-api. Seseorang harus melakukannya,” lanjutnya.
Untuk pertama kalinya pada musim ini, Kerr diusir dari pertandingan. Juga menjadi pengusiran yang pertama setelah hampir empat musim. Juga pertama kalinya bagi Curry sejak 2021.
Kerr mendapat technical foul kedua di saat kuarter keempat baru berjalan lima menit. Saat itu Warriors tertinggal 74-81. Kerr sangat marah kepada wasit setelah beberapa kali terjadi pelanggaran tapi tidak memberikan hukuman untuk Clippers.
Kerr berteriak kepada wasit dan mencoba mendekati mereka di lapangan. Sampai-sampai Gary Payton II dan seorang asisten pelatih harus menahan Kerr. Wasit kemudian mengeluarkan Kerr dari pertandingan.
Baca juga: Dell dan Steph Curry, Duo Ayah-Anak Dengan Jumlah Laga Terbanyak di NBA
Pelanggaran Kerr yang pertama terjadi beberapa menit sebelumnya. Terjadi setelah Curry mencetak poin melalui floater. Tapi poin tersebut dibatalkan tepat setelah bola masuk. Wasit memutuskan Curry dilanggar sehingga poin itu tidak dihitung.
Tidak hanya Kerr yang harus meninggalkan lapangan lebih cepat. Curry juga mengalami foul out dan keluar dari pertandingan di menit terakhir. MVP NBA dua kali itu bermain selama 33 menit dengan 27 poin, 4 rebound, 6 asis, dan 3 steal dari 9/23 tembakan.
“Melihat tayangan ulang, sulit untuk melewatkan kedua hal dalam situasi yang mengubah momentum. Pelatih melakukan hal yang benar. Kami merespon dengan benar. Memberi diri kami kesempatan untuk menang tapi di laga tandang itu momen yang sulit,” imbuh pencetak tripoin terbanyak sepanjang masa itu. (rag)
Foto: Sean M. Haffey/AFP





0822 3356 3502