Golden State Valkyries telah mencapai hal yang tak terbayangkan. Pada tahun kedua berdirinya franchise ini, Valkyries mengalahkan Atlanta Dream, 68-63, di Gim 7 untuk memenangkan kejuaraan WNBA pertama mereka di Chase Center pada hari Sabtu (31/10) waktu AS. Golden State bergabung dengan WNBA pada tahun 2025 sebagai franchise ekspansi.
Berikut adalah rangkuman pertandingan demi pertandingan dari perjalanan bersejarah Golden State Valkyries di babak playoff WNBA 2026:
PUTARAN PERTAMA: GOLDEN STATE VALKYRIES 2-1 DALLAS WINGS
Gim 1: Valkyries menang 104-80 atas Wings.
Dalam pertandingan playoff pertama di Ballhalla, Golden State menyajikan pertunjukan ofensif yang memukau bagi para penggemar. Setelah mengandalkan pertahanan terbaik liga untuk meraih rekor terbaik kedua di WNBA, Valkyries meraih kemenangan playoff pertama franchise mereka dengan mencetak poin terbanyak dalam sejarah dua tahun tim.
Pertandingan sebagian besar ditentukan setelah Valkyries mencetak 37 poin di kuarter kedua. Valkyries berhasil memasukkan 18 dari 36 percobaan tembakan tripoin, termasuk penampilan Cecilia Zandalasini yang berhasil memasukkan 4 dari 5 tembakan tripoin, yang mencetak 22 poin tertinggi tim dalam 16 menit. Paige Bueckers memimpin Dallas dengan 21 poin dari 9 tembakan yang masuk dari 10 percobaan.
Gim 2: Wings 108-100 Valkyries (OT) di Dallas.
Setelah mencetak rekor franchise untuk perolehan poin tiga hari sebelumnya, Golden State kebobolan poin terbanyak dalam sejarah franchise mereka. 45 poin yang dicetak pemain Dallas, Arike Ogunbowale, memecahkan rekor playoff WNBA untuk pertandingan dengan skor tertinggi, mengungguli bintang Valkyries, Gabby Williams , yang mencetak 36 poin tertinggi dalam kariernya dengan 12 tembakan masuk dari 23 percobaan. Dallas meraih kemenangan pertama mereka atas Golden State tahun ini, tetapi Williams menemukan ritme permainannya.
Gim 3: Valkyries 77-72 Wings di Chase Center.
Golden State tampaknya akan tersingkir lebih awal dari babak playoff, tertinggal 16 poin di babak kedua saat Ogunbowale mencetak banyak tembakan sulit hingga akhirnya mencetak 30 poin lagi. Kemudian Veronica Burton menghentikan rentetan 20-0 Dallas dengan tembakan tripoin stepback di pertengahan kuarter ketiga. Point guard tersebut membantu memimpin comeback yang menegangkan bersama Williams, yang mencetak 11 poin di kuarter keempat, termasuk tembakan jarak menengah penentu kemenangan dengan satu menit tersisa. Beberapa saat sebelumnya, Natalie Nakase pingsan saat terlibat percakapan panas dengan seorang wasit. Dia melatih Golden State hingga bel berbunyi, dan kemudian mengaitkannya dengan kelelahan sesaat.
SEMIFINAL WNBA: GOLDEN STATE VALKYRIES 3-0 ALASKA ACES
Gim 1: Valkyries 71-60 Aces 60 di Chase Center.
Menghadapi juara bertahan yang dipimpin oleh A'ja Wilson, yang beberapa hari kemudian dinobatkan sebagai MVP WNBA untuk kelima kalinya, Golden State tidak gentar, menahan Aces pada poin terendah mereka sepanjang musim dan mendominasi rebound (58-34). Kiah Stokes, yang memenangkan gelar bersama Aces pada tahun 2022, 2023 dan 2025, memimpin tiga pemain Valkyries dalam rebound dua digit dengan 14, termasuk 7 rebound ofensif. Williams menyelesaikan pertandingan dengan 25 poin tertinggi ditambah 11 rebound dan 5 asis. Kepala pelatih Aces, Becky Hammon, menawarkan sisi positif, "Kabar baiknya adalah kami bermain buruk dan hanya kalah dengan selisih 11 poin."
Gim 2: Valkyries 83-81 Aces di Chase Center.
Satu tembakan dari Burton membawa Golden State selangkah lagi menuju Final WNBA. Dengan skor imbang, 42 detik tersisa dan pertahanan lawan semakin ketat, Williams mengarahkan bola ke perimeter untuk mencari Burton, yang sebelumnya gagal mencetak angka dalam dua percobaan tembakannya. Tapi tidak masalah. Burton melepaskan tembakan dari jarak jauh dan memasukkan tembakan tripoin yang menentukan, disambut sorak sorai dari Ballhalla dan membungkam Las Vegas, yang telah berjuang mengejar ketertinggalan 17 poin di kuarter ketiga. "Saya harus melakukan sesuatu di sana," kata Burton. "Jadi saya menghargai kepercayaan Gabby pada saat itu."
Gim 3: Valkyries 87-77 Aces (OT) di Las Vegas.
Semboyan "Strength in Numbers" milik Golden State terbukti ampuh di saat-saat krusial. Skuad bertabur bintang milik Aces tampak kelelahan di babak perpanjangan waktu, di mana mereka tertinggal dengan skor 16-6. Dengan hasil ini, tim yang baru memasuki tahun kedua tersebut berhasil menyingkirkan peraih tiga gelar juara WNBA dalam empat musim terakhir. Para pemain cadangan Valkyries mencetak 27 poin, mengungguli pemain cadangan Las Vegas yang hanya mengemas 13 poin. Kayla Thornton memimpin perolehan angka timnya dengan 18 poin, Williams (16 poin) mengambil kendali permainan di fase akhir, dan Stokes mencatatkan dobel-dobel (11 poin, 10 rebound) sekaligus membantu membatasi Wilson hingga hanya mampu mencetak 6 tembakan sukses dari 19 percobaan.
FINAL WNBA: GOLDEN STATE VALKYRIES 4-3 ATLANTA DREAM
Gim 1: Valkyries 68-64 Dream di Chase Center.
Burton terkena hantaman di wajahnya. Williams mengalami benturan di bagian mulut dan lutut. Tiffany Hayes kepalanya terbentur ke lantai lapangan. Golden State mampu bertahan dari gempuran tersebut, sembari membalas dengan permainan fisik, untuk bangkit dari ketertinggalan tujuh poin di kuarter keempat yang berlangsung keras. Mereka menahan Atlanta hingga hanya mencetak 2 dari 19 percobaan tembakan, yang kemudian membawa mereka berbalik unggul.
Williams mencatatkan perolehan tertinggi dalam pertandingan dengan 26 poin. Golden State juga mengandalkan Laeticia Amihere, seorang forward yang jarang dimainkan sepanjang babak playoff ini, untuk meredam Angel Reese, yang gagal memasukkan dua tembakan satu-satunya setelah jeda babak pertama. Selama 14 menit Amihere berada di lapangan, Valkyries mencetak sembilan poin lebih banyak daripada Dream. Ia sendiri menyumbangkan 5 poin, 5 rebound, 1 blok, dan 1 steal.
Gim 2: Dream 79-65 Valkyries di Chase Center.
"Berikan bolanya padaku, sialan!" teriak Reese. Rekan-rekan setimnya menuruti permintaannya. Peraih gelar Defensive Player of the Year tersebut melampiaskan rasa frustrasinya akibat performa kurang maksimal di babak kedua pada pertandingan pembuka, dengan menampilkan salah satu performa paling dominan dalam sejarah babak pascamusim WNBA.
Reese mengumpulkan 30 poin dan 16 rebound, menjadikannya pemain ketiga dalam sejarah yang mencatatkan statistik 30 poin dan 15 rebound dalam sebuah pertandingan Final. Bagi Golden State, ini merupakan kekalahan keempat mereka dengan selisih 10 poin atau lebih sepanjang musim ini, kekalahan pertama di babak playoff yang terjadi di Chase Center, serta kekalahan pertama dalam waktu normal (tanpa perpanjangan waktu) dalam kurun waktu hampir dua bulan.
Gim 3: Dream 97-71 Valkyries di Atlanta.
Golden State gagal menemukan solusi saat Reese terus mendominasi dengan torehan 21 poin dan 12 rebound. Di sisi lain, Williams, yang selama ini menjadi motor serangan Valkyries, masih terus kesulitan dalam melakukan tembakan. Ia mencatatkan 16 keberhasilan dari 55 percobaan (29 persen) selama tiga pertandingan yang telah berlangsung. Janelle Salaün, peraih gelar Sixth Player of the Year yang sempat tersisih dari rotasi, memberikan secercah harapan bagi Golden State dengan mencetak 13 poin (termasuk 3 dari 4 tembakan tripoin) dalam 12 menit.
Namun, pertahanan tim Dream tampil begitu tangguh, mengubah 17 turnover lawan menjadi 22 poin. Setelah pertandingan, Williams menyampaikan pidato yang penuh emosi kepada rekan-rekan setimnya, mengingat mereka sama sekali tidak menunjukkan semangat juang yang sebelumnya telah dijanjikan kepada Nakase. Untuk pertama kalinya tahun ini, Valkyries tertinggal dalam sebuah seri, dan kini dihadapkan pada keraguan yang serius.
Gim 4: Valkyries 67-62 Dream.
Bisa dibilang pidato Williams benar-benar membakar semangat tim, termasuk dirinya sendiri. Williams mencetak 17 poin, terbanyak di tim, dan menjadi kunci pertahanan Valkyries yang kembali menemukan jati dirinya. Stokes berhasil meredam dominasi Reese. Ia mencatatkan 16 rebound berbanding 9 milik Reese, serta membatasi akurasi tembakan Reese hingga hanya 2 dari 12 percobaan.
Stokes juga melakukan tiga blok, sehingga total bloknya sepanjang seri ini mencapai 14, sebuah rekor dalam Final WNBA. Penyesuaian taktik yang dilakukan Nakase menjadi faktor krusial. Ia memasukkan Hayes dan Kaila Charles ke dalam susunan pemain inti menggantikan Thornton dan Zandalasini, yang memberikan suntikan energi yang sangat dibutuhkan. "Kami bisa melakukan itu karena tim kami benar-benar tidak egois," ujar Nakase. "Jadi, ya, Anda bisa melihat energi yang lebih besar dan semangat juang yang lebih baik."
Gim 5: Valkyries 64-55 Dream di Chase Center.
Perbincangan mengenai Stokes sebagai kandidat MVP Final kian santer terdengar. Para penggemar bahkan meneriakkan "M-V-P!" saat ia kembali tampil dominan dalam bertahan melawan Reese, ditambah dengan kontribusi apik di lini serang. Stokes mencatatkan 13 poin (termasuk 3 dari 4 tembakan tripoin), 8 rebound, dan 3 blok, sembari membatasi Reese hingga hanya mencetak 2 dari 8 tembakan.
Burton, rekan setim Stokes yang memiliki tinggi sekitar 175 cm, berhasil melakukan 4 blok, menyamai rekor Diana Taurasi pada tahun 2009 untuk jumlah blok terbanyak oleh seorang garda dalam satu pertandingan Final, sekaligus menyamai perolehan poin dan rebound tertinggi di tim bersama Stokes. Golden State sukses menahan Atlanta di perolehan poin terendah mereka sepanjang musim, yakni 36 poin di bawah rata-rata skor Atlanta sepanjang tahun 2026.
Gim 6: Dream 80-69 Valkyries di Atlanta.
Pertandingan ini sudah tampak berakhir bahkan sebelum penduduk Bay Area selesai menikmati kopi pagi mereka. Dengan jadwal pertandingan yang dimajukan menjadi pukul 12:30 siang waktu setempat (Eastern Time), agar Dream bisa bermain di State Farm Arena yang berkapasitas lebih besar dan menghindari bentrok jadwal dengan tim Hawks, Atlanta memberikan "kejutan" bagi Golden State dengan mencetak 32 poin di kuarter pertama.
Berkat akurasi tembakan tripoin yang impresif, Dream sempat unggul hingga 25 poin di babak pertama. Williams memimpin upaya kebangkitan di kuarter keempat dan berhasil memangkas selisih skor menjadi delapan poin, namun itu sudah terlambat. Ia mengakhiri laga dengan perolehan 26 poin, angka tertinggi dalam pertandingan tersebut. Allisha Gray memimpin Atlanta dengan 23 poin (termasuk 5 dari 7 percobaan tembakan tripoin).
Gim 7: Valkyries 68-63 Dream di Chase Center.
Dengan sejarah yang dipertaruhkan bagi waralaba yang baru memasuki tahun kedua ini, Golden State dan Atlanta saling jual-beli serangan dalam duel defensif yang ketat sejak awal. Situasi sempat terlihat genting ketika Valkyries gagal mencetak satu pun poin selama lima menit pertama kuarter kedua, yang membuat mereka tertinggal 30-24 saat jeda babak pertama. Namun, Gabby Williams mencetak 15 poin di kuarter ketiga untuk membawa timnya berbalik unggul 45-44 menjelang 10 menit terakhir.
Di fase krusial tersebut, Williams melesakkan tembakan tripoin dari jarak sekitar 9,4 meter saat waktu tersisa 2 menit 18 detik, mengubah skor menjadi 60-57. Keunggulan itu terus dipertahankan oleh Golden State hingga akhir, yang sekaligus mengukuhkan mereka sebagai juara WNBA tepat pada perayaan Halloween. (tor)
Foto: LA Times





0822 3356 3502