IBL

NBA telah menyaksikan cukup banyak cedera serius musim ini, dan penulis sekaligus podcaster legendaris Bill Simmons dari The Ringer mengemukakan sebuah teori yang kembali membuka perdebatan lama tentang sepatu basket yang menyebabkan cedera. Simmons mengatakan hal itu mungkin disebabkan oleh teknologi sepatu, dan dia menyebutkan sepatu berpotongan rendah (low-top) dan cedera di bawah lutut.

Musim reguler bahkan belum berjalan dua minggu, dan NBA telah menyaksikan banyak cedera serius. Oklahoma City Thunder kehilangan Cason Wallace dan Jalen Williams untuk jangka waktu yang lama. Bintang Minnesota Timberwolves, Anthony Edwards, kemungkinan absen selama dua bulan karena operasi, dan bintang Toronto Raptors, Kawhi Leonard, absen selama beberapa minggu karena pembengkakan lutut, meskipun Leonard memiliki riwayat cedera dalam beberapa tahun terakhir. Ini membuat frustrasi para penggemar, dan bahkan lebih menjengkelkan bagi para pemain karena mengalami cedera di awal musim. Ketika situasi seperti ini terjadi, wajar untuk mulai memikirkan berbagai teori.

"Saya rasa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait sepatu untuk beberapa cedera. Dan kenyataan bahwa ditemukan banyak sepatu low-top yang berkaitan dengan banyak cedera di bawah lutut," kata Simmons.

"Ada yang mencurigakan tentang semua ini," lanjut Simmons. "Ini bukan hanya soal keausan dan kerusakan akibat permainan basket yang semakin keras. Saya bertanya-tanya apakah teknologi, karena para pemain menyukai kemampuan untuk melakukan Eurostep dan hal-hal lainnya, justru merugikan mereka dalam beberapa kasus."

Penting untuk selalu ditekankan bahwa ada banyak kajian tentang setiap cedera yang berbeda. Namun, teori bahwa sepatu basket berpotongan rendah menyebabkan cedera tubuh bagian bawah, sudah ada sejak sebelum internet, dan telah dibantah berkali-kali.

Sementara, sepatu model tinggi hanyalah gimmick pemasaran, karena tingginya kerah sepatu tidak ada hubungannya dengan perlindungan pergelangan kaki. Sedangkan bagian lain dari sepatu, seperti penopang tumit dan pelat penyangga, jauh lebih penting untuk stabilitas dan dukungan.

Mengenai teknologi yang "merugikan" pemain, Simmons juga tidak percaya dengan gagasan itu. Karena setiap perusahaan pakaian olahraga besar memiliki laboratorium canggih tempat mereka menguji alas kaki dan memiliki bukti empiris tentang apa yang ditawarkan teknologi mutakhir kepada para atlet.

Merek-merek sepatu basket tentu senang jika para pemain mengenakan sepatu basket jadul dari tahun 1980-an asalkan performanya sama atau lebih baik daripada model-model baru, tetapi kenyataannya tidak demikian. Belum lagi, perusahaan-perusahaan tidak ingin membahayakan atlet bintang yang telah mereka kontrak dengan nilai jutaan dolar.

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan cedera tubuh bagian bawah dalam bola basket, tetapi menyalahkan sepatu dari merek pakaian olahraga ternama adalah hal yang berlebihan. 

Apakah cedera yang dialami pemain NBA sekarang benar-benar karena sepatu atau bukan, masih harus dilihat, tetapi ini bukanlah awal yang menjanjikan untuk musim NBA 2026-2027. (tor)

Foto: Boston.com

Komentar