Kepergian LaMelo Ball menjadi titik balik bagi Charlotte Hornets. Pelatih Hornets Charles Lee mengakui bahwa kehilangan pemain yang menjadi pusat permainan merupakan tantangan besar. Namun, ia menegaskan Hornets harus segera menatap masa depan dan membangun identitas baru tanpa LaMelo.
Era LaMelo di Hornets berakhir setelah enam musim. Hornets menukar Rookie of the Year 2021 itu bersama Josh Green ke Minnesota Timberwolves. Dalam transaksi tersebut, Timberwolves menyerahkan Naz Reid, Mouhamadou Gaye dan hak pilih masa depan.
Di sela-sela kehadirannya saat menyaksikan NBA Summer League di Las Vegas, Lee mengakui bahwa kehilangan LaMelo bukan perkara mudah. LaMelo bukan hanya motor serangan tim. Tapi pemain yang memiliki kreativitas dan visi yang sulit digantikan.
Baca juga: LaMelo Ball Senang Memulai Babak Baru Kariernya Bersama Timberwolves
“Melo membantu tim ini membangun fondasi dan menetapkan standar tentang bagaimana kami ingin bekerja setiap hari. Saya rasa dia baru mulai menunjukkan potensi sebenarnya. Masih banyak hal yang bisa dicapai oleh pemain muda itu. Saya akan mendoakan yang terbaik untuk kariernya,” kata Lee.
Hornets memilih LaMelo sebagai No. 1 Draft 2020. Adik dari Lonzo Ball dan LiAngelo Ball itu menjelma sebagai ikon Hornets. LaMelo langsung mencuri perhatian dengan gaya bermain atraktif dan kemampuan mengatur serangan.
Setelah menjadi ruki terbaik, ketiga dalam sejarah Hornets, LaMelo terpilih dalam NBA All-Star 2022. Meski kerap diganggu oleh cedera dalam beberapa musim terakhir, LaMelo tetap menjadi poros permainan Hornets dalam upaya kembali bersaing di Wilayah Timur.
LaMelo tampil dalam 303 pertandingan selama enam musim dengan Hornets. Pemain 24 tahun itu membukukan rata-rata 20,8 poin, 5,7 rebound, 7,3 asis, dan 1,4 steal melalui akurasi tembakan 40,7 persen.
Baca juga: LaMelo Ball Merapat ke Minnesota, Anthony Edwards Ikut Gembira
Hornets tidak ingin terus terjebak bayang-bayang setelah kepergian LaMelo. Fokus utama kini membangun identitas baru dengan skuad yang ada serta memberi ruang bagi pemain muda untuk berkembang.
Kepergian LaMelo juga menjadi sinyal perubahan arah manajemen Hornets. Setelah beberapa musim gagal menembus persaingan papan atas secara konsisten, Hornets memilih melakukan evaluasi menyeluruh dan memprioritaskan pembangunan tim jangka panjang.
LaMelo kerap mendapat kritik karena penampilan kurang konsisten. Kemudian rumor bahwa hubungannya dengan manajemen merenggang. Hornets seolah memilih melepas aset yang dianggap bermasalah dengan memulai lembaran baru di sekitar Kon Knueppel dan Brandon Miller.
“Manajemen kami memang membuat beberapa keputusan penting. Saya rasa semua itu dilakukan dengan mempertimbangkan visi jangka panjang. Saya paham jika beberapa keputusan ini terasa berat. Tapi saya yakin langkah tersebut akan membantu kami membangun kesuksesan yang bisa bertahan jangka panjang,” ucap Lee.
Hornets mencatat menang-kalah 44-26 pada musim lalu dengan menempati posisi kesembilan. Mereka melalui babak play-in tapi kalah dari Orlando Magic dalam perebutan tiket terakhir ke playoff. (rag)
Foto: Jacob Kupferman/AFP





0822 3356 3502