New York Knicks berada dalam posisi yang diuntungkan menjelang Gim 3. Dalam Final NBA 2026 itu, Knicks memimpin 2-0 atas San Antonio Spurs. Dua gim berikutnya berlangsung di Madison Square Garden, New York.
Knicks mencapai Final NBA lagi setelah 27 tahun. Mereka terakhir kali berlaga di perebutan trofi Larry O’Brien saat Final NBA 1999. Lawannya juga Spurs di era Tim Duncan dan David Robinson. Spurs menang 4-1 yang menjadi gelar pertama San Antonio.
“Saya pikir ini sangat keren. Pertandingan terakhir terjadi 27 tahun yang lalu. Saya tahu basis penggemar kami sangat bersemangat. Namun, sebagai sebuah tim, dalam ruang ganti, kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” kata Jalen Brunson dalam sesi media pada Minggu (7/6) itu.
Baca juga: Penggemar Knicks Menolak Kehadiran Donald Trump
Knicks masih puasa gelar sejak tahun 1973. Kini di bawah asuhan pelatih Mike Brown, Knicks berpeluang mengakhiri dahaga. Mereka hanya berjarak dua kemenangan dari trofi yang telah diidam-idamkan selama lebih dari setengah abad itu.
Knicks mencuri dua kemenangan beruntun di kandang Spurs di Frost Bank Center, San Antonio. Knicks menang 105-95 di Gim 1 pada 3 Juni lalu. Kemudian unggul tipis 105-104 di Gim 2 (5/6). Melihat cara Spurs memberi perlawanan, Brunson lebih waspada dengan penyesuaian yang akan dilakukan oleh Spurs.
Meski dalam posisi di atas angin, Brunson menganggap bahwa pekerjaan tidak akan menjadi lebih mudah. “Saya pikir bermain lebih baik dengan keunggulan 14 poin yang kami miliki. Cara San Antonio berjuang dan merebut keunggulan merupakan bukti betapa hebatnya mereka,” kata Brunson.
Baca juga: Hanya 5 Tim yang Bisa Bangkit dari Defisit 0-2 di Final NBA
Selain dalam posisi yang unggul saat ini, Knicks juga sudah membalas Spurs di Final NBA Cup 2025. Dalam pertandingan di Las Vegas pada 16 Desember 2025 itu, Knicks menang 124-113 dari Spurs. Kemudian meraih 1-1 selama musim reguler 2025-2026.
Brunson menegaskan keunggulan 2-0 bukan berarti Knicks sudah mengamankan gelar. Peluang mereka memang lebih besar. “Kami tetap fokus. Saya berpikir belum ada yang perlu dirayakan,” imbuhnya.
Spurs masih bisa membalas. Mengingat ada lima tim yang pernah bangkit meski tertinggal dua gim lebih dulu. Dengan catatan, dua gim itu terjadi dalam laga tandang. Sedangkan Spurs kalah beruntun di kandang. (rag)
Foto: NBA





0822 3356 3502