Final NBA lebih dari sekadar pertandingan basket biasa. Ini merupakan pesta penutup yang ditunggu-tunggu oleh penggemar basket, olahraga, dan tidak terkecuali tokoh-tokoh publik di seluruh dunia.

Babak final NBA adalah kontestasi terakbar yang mempertemukan dua kutub berbeda. Di pinggir lapangan, para pelatih tengah sibuk beradu otak untuk mencari strategi terampuh demi melumpuhkan lawannya. Sementara di atas lapangan, pemain-pemain elit se-liga NBA (termasuk Zaza Pachulia dan Javale McGee) tengah beradu otot, mental dan kerja keras untuk menentukan siapa tim terbaik di antara dua tim super ini.

Dan di balik layar babak final, ada pertarungan lain yang tak kalah sengitnya.

Bagi para pebisnis dan penggiat dunia sepatu basket, babak final NBA merupakan tempat yang paling cocok untuk memamerkan karya-karya terbaik mereka. Bagaikan panggung "catwalk" yang menyuguhkan langkah-langkah lentik nan anggun para supermodel berbalut fashion dari desainer ternama, momen final NBA adalah catwalk bagi produsen-produsen terbesar industri sepatu basket, di mana para atlet yang kekar dan penuh keringat adalah cerminan model-model tersebut. Di babak final NBA, produsen-produsen sepatu basket juga tengah memutar kreativitas untuk menyajikan tampilan terbaik untuk para ‘supermodel’-nya. Dengan harapan bahwa pada akhirnya kerja keras ini akan terbayar dengan meningkatnya volume penjualan dan popularitas merek tersebut.

Final NBA kali ini terasa agak istimewa karena ada lima penampil yang memiliki koleksi sepatu signature series. Di kubu Cleveland Cavaliers, duo LeBron James dan Kyrie Irving adalah dua wajah utama yang telah dianugerahi hak untuk memiliki koleksi signature series oleh Nike. Sementara di kubu Warriors, ada tiga pemain yakni Stephen Curry (Under Armour), Klay Thompson (Anta) dan Kevin Durant (Nike) yang memiliki produk signature series. Apabila ingin mengusut lebih jauh, pemain Cavaliers, Kevin Love, juga sebenarnya sempat memiliki koleksi signature series di bawah merek "361 Degrees" beberapa tahun silam. Namun kini, Kevin Love telah kembali ke jalur mainstream dan memilih untuk menjalin kontrak dengan perusahaan apparel olahraga raksasa dari Oregon (Nike).

Lebih istimewanya, empat nama di atas selain Klay Thompson dan Kevin Love merupakan pemain basket aktif yang memiliki pangsa pasar (market share) terbesar di dunia penjualan sepatu basket. Tentu saja, pasar utama masih dikuasai oleh dua imam besar dunia perbasketan; Michael Jordan dan Kobe Bryant. Data dari laman penyedia statisik Statista menunjukkan pada tahun 2015, Nike menguasai 93 persen pangsa pasar sepatu basket di Amerika Serikat (AS). Sementara Under Armour menyusul dengan angka 4 persen, lebih tinggi daripada produsen peralatan olaraga raksasa asal Jerman, Adidas yang hanya menguasai 2,5 persen pasar di AS. Namun, mengingat gencarnya perkembangan Adidas saat ini yang ditunjukkan dengan diproduksinya signature series milik James Harden serta bergabungnya social influencer kelas wahid seperti Kanye West dan Kendall Jenner ke Adidas, bukan tidak mungkin angka-angka di atas akan mengalami perubahan dalam waktu -yang mungkin- dekat.

Di pertandingan pertama lalu, ada dua model sepatu baru yang mulai diperkenalkan, yakni Under Armour Curry 4 dan Nike Hyperdunk 2017. Sementara itu, Kevin Durant telah memulai debutnya menggunakan Nike KD 10 saat pertandingan melawan San Antonio Spurs di babak final wilayah barat yang lalu.

Khusus untuk Under Armour Curry 4, kemunculannya begitu mengagetkan karena tidak disertai dengan iklan ataupun pengumuman dari Under Armour sebelumnya. Tentu hal ini berbeda dengan metode pemasaran sneakers konvensional yang biasanya didahului dengan “sneak peek” untuk memanaskan rasa penasaran penggila sepatu basket. Tiba-tiba saja, Stephen Curry muncul dengan sepatu terbarunya yang bercorak putih di segala sisi, dan dihiasi kutipan favoritnya “I can do all things” yang merupakan penggalan ayat yang diambil dari Alkitab Injil.

Screen Shot 2017-06-02 at 1.16.33 PM

Under Armour Curry 4. Sumber: Instagram @nicekicks

Lalu, Draymond Green diberi keistimewaan oleh Nike untuk menjadi pemain pertama yang menggunakan varian Nike Hyperdunk 2017 musim ini. Sepatu ini mengadopsi teknologi Flyknit milik Nike, menyusul beberapa pendahulunya seperti Nike Hyperdunk 2016, Kobe A.D. dan juga KD 10. Desain Hyperdunk 2017 ini tampak begitu elegan, fleksibel dan futuristik.

Screen Shot 2017-06-02 at 1.16.07 PM

Penampakan Hyperdunk 2017. Sumber: Instagram @nicekicks

Di kubu Cavaliers, LeBron secara bergantian konsisten menggunakan dua koleksi andalan miliknya; “Lebron 14” dan “Lebron Soldier 11”. Sementara itu, Kyrie Irving muncul dengan koleksi “Kyrie 3” yang kini tengah naik daun sebagai salah satu sepatu favorit pebasket-pebasket muda di seluruh dunia dikarenakan harganya yang cukup terjangkau di kategori signature series.

Selain itu, hal yang istimewa dari babak final di NBA adalah diperbolehkannya para pemain untuk menggunakan sepatu yang memiliki unsur warna emas. Warna emas ini memang hanya diperbolehkan untuk digunakan di momen tertentu, seperti pertandingan perdana juara bertahan, momen natal, pekan ­All Star, perayaan Mardi Gras dan juga perayaan tahun baru Tiongkok.

Kevin Durant, Final NBA dan 88 dolar AS

Khusus untuk Kevin Durant, ini adalah penampilan pertamanya di babak final semenjak ia dan kawan-kawannya di Oklahoma City Thunder dikandaskan Miami Heat pada tahun 2012 silam. Kala itu, ia masih menggunakan sepatu KD seri ke-4 dan kini, ia telah menggunakan varian terbaru dari koleksi pribadinya, yakni Nike KD 10. Banyak yang berubah dari sisi desain dan teknologi di sepatu seri KD ini namun, yang mencolok adalah masalah harga yang dipatok untuk sepasang KD 10.

Lonjakan harga sepatu basket adalah fenomena yang telah terjadi sejak lama. Namun sejak memasuki medio 2010-an ke atas, lonjakan tersebut semakin terlihat jelas. Salah satu model sepatu basket yang mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan adalah signature series dari Kevin Durant yang diproduksi oleh perusahaan peralatan olahraga asal Amerika, Nike.

Saat Kevin Durant dianugerahi keleluasaan oleh Nike untuk menciptakan sepatu basket atas keinginannya sendiri tahun 2008 silam, harga yang dibanderol adalah berkisar 88 dolar AS. Untuk empat tahun ke depan, harga yang dipatok untuk model sepatu KD I-IV masih berkisar di bawah 100 dolar.

Jika mereka (sepatu basket) berharga 125 dolar, aku tak akan mampu membelinya namun jika di kisaran 88 dolar, itu harga yang masuk akal. Aku punya adik juga. Aku pikir ibuku tidak akan mau membelikan sepatu untuk kami berdua apabila sepasang sepatu saja harganya sudah mencapai 120 dolar.”

Sayang, komitmen Kevin Durant untuk menyediakan sepatu basket dalam level signature series dengan harga yang terjangkau mulai memudar ketika ia dan Nike mematok harga $115 untuk seri KD V. Setelah itu, harga sepatu model KD pun terus meroket dan harga tertinggi yang pernah dipatok adalah $195 untuk seri KD 7. Sebuah lonjakan 100 persen dari harga yang dipatok Durant untuk 4 koleksi signature series awal miliknya. Lonjakan ini memang tidak terjadi begitu saja karena banyak teknologi premium milik Nike yang diimplementasikan di Nike KD 5-9 seperti bahan “Flywire” dan juga teknologi “Air Max”. Selain itu, status Kevin Durant sebagai salah satu megabintang dunia basket saat ini juga berpengaruh terhadap meningkatnya harga sepatu miliknya. Kabar terakhir mengatakan bahwa sepatu terbaru milik Durant, Nike KD 10, akan dibanderol di kisaran harga 150 dolar.

Lonjakan harga sepatu Nike KD seri 1-9

Sebijak-bijaknya aku berbicara, aku bukan lagi pemain yang layak dihargai 88 dolar. Aku adalah pemain elit di liga (NBA). Tentu aku ingin semuanya terjangkau, tapi aku tahu kami harus melakukan banyak pengorbanan. Aku harap orang-orang akan mengerti tentang hal ini. Dan berdasar apa yang aku lihat, aku rasa banyak orang telah mengerti.”

Dan pertandingan pertama babak final hari Sabtu (1/6) lalu memberi kita bukti bahwa Durant memang bukanlah pemain "seharga" 88 dolar dan tidak demam panggung walaupun sudah lima tahun tidak menapaki babak final. Kehadiran sang MVP NBA tahun 2014 ini membuat Warriors bertambah kuat baik di sisi penyerangan dan pertahanan. Ia dan Draymond Green bergantian menggembosi nafas King James lewat defense yang ciamik. Sementara di kala menyerang, Kevin Durant adalah mimpi buruk untuk para penjaganya. Secara statistik, Kevin Durant menjadi penampil terbaik dengan raihan 38 poin, 8 asis dan 8 rebound.

Dengan babak final masih menyisakan paling sedikit tiga pertandingan lagi, kita masih memiliki cukup waktu untuk menyaksikan berbagai macam gebrakan baru yang akan disajikan di kaki-kaki kokoh para superstar terbaik di liga NBA. Maka, untuk anda yang kini sedang giat berburu sepatu basket untuk dipakai secara rutin ataupun hanya sekedar koleksi, seri babak final NBA ini adalah tempat yang tepat bagi anda untuk mulai mencari-cari referensi. Selamat menikmati babak final NBA!

Gambar: Sports Illustrated

Komentar