Kepala pelatih Detroit Pistons, JB Bickerstaff, akan menuju LA untuk NBA All-Star Game 2026. Setelah Pistons mengamankan rekor terbaik di Wilayah Timur hingga 1 Februari, Bickerstaff mendapatkan tempat sebagai pelatih salah satu dari tiga tim All-Star Game. Bickerstaff akan menjadi pelatih kepala All-Star pertama Detroit sejak musim 2005-2006, ketika Flip Saunders mengemban tugas tersebut dalam kemenangan Konferensi Timur 122-120.
Untuk pertama kalinya dalam kariernya, pelatih JB Bickerstaff, dinobatkan sebagai kepala pelatih All-Star NBA, demikian diumumkan liga pada Sabtu malam (24/1) waktu AS. Penghargaan ini diberikan kepada pelatih tim terbaik di setiap konferensi pada tanggal 1 Februari. Boston Celtics yang berada di peringkat ke-2 kalah pada Sabtu malam (114-111 dari Chicago Bulls ) untuk mengamankan posisi teratas di Wilayah Timur bagi Pistons yang memiliki rekor 32-11, unggul lima pertandingan dari Celtics.Â
Bickerstaff adalah pelatih Pistons pertama yang terpilih sebagai All-Star sejak Flip Saunders pada tahun 2006, dan yang keempat sepanjang sejarah, setelah Saunders, Doug Collins pada tahun 1997, dan Chuck Daly pada tahun 1990. Dia akan melatih salah satu dari tiga tim All-Star Game, di tahun pertama format baru untuk ajang tahunan tersebut, yang diadakan di Intuit Dome, markas LA Clippers, di Inglewood, California.
Presiden operasional bola basket Pistons, Trajan Langdon, merekrut Bickerstaff menjelang musim 2024-25 ketika Pistons baru saja mengalami musim terburuk dalam sejarah franchise, dengan hanya 14 kemenangan. Sejak mengambil alih kepemimpinan, ia memiliki rekor musim reguler 76-49, membawa Detroit meraih kemenangan playoff pertama mereka sejak 2008, dan mengembalikan organisasi tersebut ke posisi yang relevan.
Format All-Star Game 2026 akan menampilkan dua tim yang terdiri dari pemain kelahiran AS dan satu tim "Dunia" yang terdiri dari pemain internasional. Ketiga tim tersebut akan berkompetisi dalam turnamen sistem round-robin dengan empat pertandingan berdurasi 12 menit.
Dalam turnamen round-robin, Tim A akan bermain melawan Tim B di Gim 1. Tim pemenang dari Gim 1 akan menghadapi Tim C di Gim 2, diikuti oleh tim yang kalah di Gim 1 bertemu Tim C di Gim3.Â
Setelah Gim 3, dua tim teratas berdasarkan rekor akan maju untuk saling berhadapan di pertandingan final (Gim 4). Jika ketiga tim memiliki rekor 1-1 setelah Gim 3, penentu kemenangan adalah selisih poin dari dua pertandingan babak penyisihan masing-masing tim. (tor)
Foto: Stephen Lew - Imagn Images





0822 3356 3502