Saat menyebut nama Patrick Beverley, kebanyakan yang terbayang di kepala adalah pemain"menyebalkan" yang kerap jadi perusak ritme lawan. Atau tidak, musim lalu kita mengenalnya sebagai penembak tripoin yang cukup baik meski secara frekuensi terbatas. Beberapa di antara penggemar NBA juga mungkin lebih senang menyebutnya sebagai salah satu trash talker di liga.

Namun, musim ini, di musim pertamanya dengan Minnesota Timberwolves, Beverley memainkan peran yang sedikit berbeda. Perangainya di lapangan jelas tak berubah, namun ia kini berperan lebih sebagai fasilitator tim. Catatan 5,2 asis per gim menempatkannya sebagai pemilik rataan asis terbanyak kedua di Timberwolves, hanya kalah dari D'Angelo Russell.

Dalam gim lawan Los Angeles Clippers kemarin, Beverley juga membukukan catatan apik. Selama 21 menit, ia mencetak dobel-dobel 11 poin dan 12 asis. Ini adalah catatan asis tertingginya dalam satu gim. Atas peforma tersebut, Beverley pun angkat bicara di hadapan media.

"Saya memang ingin bermain seperti sekarang. Menjadi fasilitator dan memberikan asis kepada rekan-rekan saya di Timberwolves," buka pemain berusia 33 tahun ini. "Salah satu alasan Clippers menukar saya ke Timberwolves adalah karena mereka ingin mendapatkan garda lain yang memiliki gaya bermain playmaker. Mereka bilang saya bukan playmaker. Jadi saya ingin memperlihatkan itu kepada mereka hari ini," pungkasnya.

Meski jelas ingin membuktikan bahwa Clippers salah, Beverley tetap profesional. Ia telah membangun hubungan baik dengan banyak bagian dari Clippers. Ia tahu semua ini hanya bisnis dan itu pula yang membuatnya tampil berbeda musim ini.

Tak hanya secara individu, Beverley juga membantu perubahan besar untuk Timberwolves secara tim. Biasa terpuruk di bawah klasemen, Timberwolves sejauh ini sudah meraih 17 kemenangan dari 37 gim dan berada di peringkat sembilan klasemen sementara Wilayah Barat. Mereka ada di zona Play-in Tournament dan masih sangat besar peluang untuk terus merangsek naik. (DRMK)

Foto: NBA

Populer

Indonesia Tak Berdaya di Hadapan Malaysia
Michael Jordan Masih Pegang Kendali Produk Air Jordan
Siapkan Kehidupan Setelah NBA, Harrison Barnes Beli Bank di Iowa
Kevin Durant Bongkar Penyebab Proyek Besar Phoenix Suns Gagal Total
Kai Sotto Makin Dekat Dengan Miami Heat
Victor Wembanyama Penyelamat Prancis di Lima Menit Terakhir
Damian Lillard Pamer Akurasi Tembakan 94 Persen Setelah Cedera Achilles
AS Monaco Dikeluarkan dari Kompetisi Bola Basket Kasta Tertinggi Prancis
Dua Kali Gagal ke Lakers, Mychal Ungkap Alasan Klay Thompson Pilih Heat
Terbukti Lakukan Pelanggaran Etik dan Disiplin, DPP Perbasi Skors 10 Tahun Pelat