Jimmy Butler tidak pernah menyangka bisa sampai ke Final NBA 2020, bersama tim Miami Heat. Menurut Butler, itu seperti cerita dongeng saja. Butler masih belum bisa percaya apa yang baru saja terjadi. Selama jeda kompetisi, Butler punya waktu untuk memikirkan rencana selanjutnya. Hingga akhirnya Butler berani memberi pernyataan bahwa Heat masih jadi salah satu tim terbaik di liga, dan mereka siap kembali ke final musim depan.

Miami Heat kalah 2-4 dari Los Angeles Lakers di NBA Finals 2020. Meski kalah di final NBA, Heat tetap bisa disebut sebagai tim terbaik di Wilayah Timur. Butler memberikan semua kemampuan terbaiknya. Selama musim reguler, Butler tampil 58 gim, dengan rata-rata tampil selama 33,8 menit per gim, serta memberi kontribusi 19,9 poin, 6,7 rebound, dan 6,0 asis per pertandingan. Perannya di playoff juga sangat besar. Selama 21 pertandingan, Butler mencetak rata-rata 22,2 poin, 6,5 rebound, dan 6,0 asis per gim. Di playoff, Butler tampil rata-rata 38,4 menit per pertandingan. Bahkan di Gim 5 Final NBA 2020, Butler tampil 47 menit.

Setelah musim pertamanya yang cemerlang bersama Heat, Butler semakin percaya pelatih Erik Spoelstra mampu membuat timnya kembali ke final musim depan. Pemain berusia 31 tahun itu mengatakan akan menyerahkan semuanya ke staf pelatihan untuk mengatur jadwal dan beban setiap pemain dalam 72 pertandingan musim depan.

"Semua tim punya masalah yang sama. Jadwal padat, dan tidak banyak waktu bagi pemain untuk istirahat. Bagi saya, semua tergantung pelatih. Bisa saja saya dimainkan di gim, bisa jadi di laga berikutnya saya beristirahat," kata Butler, seperti dikutip dari insidesport.co.

Butler juga menyebut bahwa waktu persiapan yang singkat bukan alasan untuk tidak tampil maksimal. Semuanya tergantung pada pribadi masing-masing. Tetapi Butler memilih untuk tetap fokus dan tidak mau menyalahkan keadaan.

"Saya harus bersiap untuk bertanding dan berkompetisi saat liga ini dimulai. Bagi saya, menerima atau tidak dengan keputusan liga bukan inti permasalahannya. Bagi saya ini sudah pekerjaan saya," imbuhnya.

Sementara itu, dalam wawancara virtual di hari pertama kamp pelatihan, Erik Spoelstra mengatakan akan mengurangi beban Butler. Dia tidak akan memaksa Butler untuk tampil seperti pemain usia 20-an. Beban Butler juga akan dikurangi. Sementara itu, Heat juga sudah punya beberapa pemain baru seperti Avery Bradley, Maurice Harkless dan Precious Achiuwa sebagai pengganti Jae Crowder, Derrick Jones Jr. dan Solomon Hill. Penambahan amunisi baru ini membuat Butler senang. Dia yakin bisa kembali ke final lagi.

"Setiap hari, setiap latihan, setiap pertandingan, saya selalu berharap kami masih jadi tim terbaik di liga ini. Kami punya peluang untuk memenangkan gelar juara. Apa yang kami lalui musim lalu memang mengejutkan. Kami ingin kembali ke final dan mencoba mendapatkan gelar musim depan," tutup bos Big Face Coffee tersebut. (tor)

Foto: Essentially Sports

Populer

Jepang Tanpa Ampun, Timnas Indonesia Babak Belur di Laga Pertama
Belum Ada Tim Melirik, Apakah Karier NBA Lonzo Ball Akan Berakhir?
Ben Simmons Kembali ke NBA, Tapi Kontrak di Kings Belum Sepenuhnya Aman
Dylan Harper Ungkap Pengaruh Besar Gregg Popovich di Awal Kariernya
Tripel-dobel Harden Bawa Rockets Raih 60 Kemenangan
Ancaman Penjara Bagi Pemain NBA Non-Vaksin yang Tidak Patuh Protokol Kesehatan
Buzzer Beater Freddy Ibrahim Bawa Yordania ke Perempat Final
Kevin Durant Produseri Film Basket Penjara
CLS Knights Indonesia Balas Black Bears di Kertajaya Surabaya
Warriors Memperpanjang Kontrak Gary Payton II dan De'Anthony Melton