Satya Wacana Salatiga dan Bima Perkasa Yogyakarta merupakan kontestan Indonesian Basketball League (IBL) 2020 yang berasal dari Pulau Jawa bagian tengah. Mereka baru saja bertemu dalam laga uji coba. Keduanya bertekad untuk bisa meramaikan persaingan memperebutkan tiket playoff musim ini.

Kontestan IBL 2020 ada 10 tim. Bila dilihat dari letak geografis markas masing-masing tim, maka bisa dibagi menjadi tiga bagian. Ada tim ibukota seperti Satria Muda Pertamina Jakarta, Pelita Jaya Bakrie, NSH Jakarta, dan Amartha Hangtuah. Tentu saja Indonesia Patriots juga masuk bagian ini. Lalu, ada dari Jawa bagian barat, yaitu Prawira Bandung. Berlanjut ke Jawa bagian tengah, ada Satya Wacana Salatiga dan Bima Perkasa Yogyakarta. Terakhir ada Louvre Surabaya dan Pacific Caesar Surabaya yang menjadi tim asal Pulau Jawa bagian timur.

Dalam beberapa minggu terakhir, mereka sama-sama menguji kekuatan satu sama lain. Hari ini, Senin, 30 Desember 2019, dua tim Jawa bagian tengah, Satya Wacana dan Bima Perkasa, bertanding untuk menguji kemampuan masing-masing. Laga uji coba yang berlangsung di GOR Klebengan, Yogyakarta, tersebut berakhir dengan skor 98-84 untuk kemenangan Satya Wacana.

Kepala Pelatih Efri Meldi menyebut bahwa hasil ini menunjukkan perkembangan tim yang baik. Ia juga memuji kinerja pemain asing yang dipilihnya dalam IBL Draft bulan November 2019 lalu.

"Hasilnya kami menang. Itu bagus. Namun, masih ada beberapa catatan evaluasi untuk tim, terutama pada komunikasi saat bertahan," kata Efri Meldi. "Soal pemain asing, saya puas dengan penampilan mereka. Ketiga pemain tersebut hustle. Mau kerja keras di lapangan."

Kepala Pelatih Efri Meldi juga merekam beberapa kelemahan timnya dalam laga ini. Mereka sempat memimpin pada kuarter kedua, tetapi lawan bisa menyusul pada kuarter tiga. Ke depan, ia ingin timnya lebih fokus bertahan dulu. Baru setelah itu serangan bisa mengalir dengan mudah.

"Mudah-mudahan bisa lebih baik. Khususnya di Seri I yang berlangsung di Semarang," ujarnya.

Sebaliknya di tim Bima Perkasa, Kepala Pelatih Raoul Miguel Hadinoto mencatat beberapa kelemahan timnya. Pada laga kali ini, kondisi fisik pemainnya menurun karena kelelahan.

"Para pemain baru saja menjalani latihan fisik. Jadi, mungkin, kelelahan juga. Kalau dari strategi, mereka harus lebih konsisen dalam defense," katanya.

Pada saat menyerang, Bima Perkasa juga kurang baik dalam pergerakan bola (ball movement). Selain itu, akurasi tembakan juga kurang bagus hari ini. Ebos-sapaan akrabnya-menyatakan masih punya waktu sekitar satu minggu untuk menyempurnakan timnya. (tor)

Foto: Raharja Dhika

Populer

Pesan Khusus Stephen Curry untuk Anthony Edwards yang Pemulihan Cedera
Cameron Boozer Cetak Sejarah Dengan Tripel-dobel Pertamanya
Hadapi Grizzlies untuk Pertama Kali, Ja Morant Justru Cedera
Rekor Baru! Hampir 50 Juta Penonton Saksikan Pekan Pembuka NBA 2026-2027
Ben Simmons Tak Akan Menyerah Hadapi Cedera Achilles
Sejarah dan Perkembangan Topi Draft NBA
Sejarah SMA Al-Maruf! Melaju ke Indonesia Arena untuk Pertama Kalinya
Pernyataan Resmi CLS Knights Surabaya (Tentang Pengunduran Diri dari IBL)
Pelicans Raih Kemenangan Pertama Musim Ini
Bill Simmons Buka Diskusi Soal Sepatu Berpotongan Rendah dan Cedera Pemain NBA