Jendela transfer NBA biasanya akan ramai pada bulan Januari hingga Februari. Tetapi pada bulan Desember 2022 ini, sudah ada tiga tim yang paling aktif dalam jendela transfer. Mereka adalah Los Angeles Lakers, Houston Rockets, dan New York Knicks. Ada kemungkinan bahwa ketiganya bisa terlibat skenario pertukaran pemain. 

Beberapa hari terakhir, tiga tim tersebut dikabarkan sudah menetapkan nama pemain yang dilepas. Houston Rockets berniat untuk melepas Eric Gordon. Mereka mencari pemain muda untuk menggantikan Gordon, yang kurang mampu saat ditugaskan sebagai mentor bagi pemain lain. Knicks justru lebih banyak lagi. Daftar nama pemain yang tersedia dalam bursa transfer adalah Evan Fournier, Derrick Rose, Cam Reddish, dan Immanuel Quickley. 

Sementara dari Lakers sudah jelas. Mereka tetap ingin melepaskan Russell Westbrook. Namun kalau sulit melepas Westbrook, maka Lakers menambahan Kendrick Nunn dan Patrick Beverley dalam daftar jualnya. Lakers berniat untuk mencari pemain garda yang bisa mengatur serangan, dan tidak lagi fokus pada pertahanan saja. 

Menurut laporan Jake Fisher dari Yahoo!Sports, Knicks tidak cocok dengan Fournier, Reddish, Rose, dan Quickley. Namun mereka bisa mendapatkan Kendrick Nunn dan Beverley dari Lakers. Sementara Lakers hanya tertarik pada Cam Reddish, dan kemungkinan mereka menerima Derrick Rose. Sisanya mereka bisa menukarnya dengan Eric Gordon. 

Fisher juga menyebut bahwa Lakers tidak mungkin memperdagangkan Russell Westbrook, mengingat gajinya yang besar. Sehingga tidak mungkin bagi Lakers mendapatkan pertukaran pemain yang harganya sepadan. Lakers diberitakan berminat mendatangkan Bojan Bogdanovic. Mereka sedang melakukan negosiasi dengan Detroit Pistons, untuk menukar Bogdanovic dengan Nunn dan Beverley. 

Foto: slamonline.com

Masih soal Lakers, dikutip dari heavy.com, kemungkinan paling besar dalam jendela tranfer ini justru Derrick Rose yang bakal merapat ke tim LeBron James. Faktor yang memberatkan prediksi tersebut adalah pengalaman. LeBron suka garda utama yang berpengalaman dan memiliki kemampuan untuk membagi bola. Terlepas dari usianya, Rose masih bisa mencetak 18,1 poin per pertandingan dalam waktu bermain rata-rata 25 menit per laga bersama Pistons. Rose masih mampu mengirimkan 5,6 asis per pertandingan tahun ini. 

Kalau ditarik mundur, Lakers juara NBA tahun 2020 dengan bantuan Rajon Rondo. Garda berusia 34 tahun ini menjadi penyeimbang antara tim inti dengan lini kedua. Sementara Rose lebih muda dari Rondo, yaitu berusia 32 tahun. Faktanya, saat ini roster Lakers punya rata-rata usia paling tua dibandingkan tim-tim NBA lainnya. Mereka hanya punya dua pemain berusia di bawah 26 tahun. Di sisi lain, LeBron dan Rose pernah bermain bersama di Cleveland Cavaliers. (*)

Foto: Yardbarker

 

Populer

Indonesia Tak Berdaya di Hadapan Malaysia
Michael Jordan Masih Pegang Kendali Produk Air Jordan
Siapkan Kehidupan Setelah NBA, Harrison Barnes Beli Bank di Iowa
Kevin Durant Bongkar Penyebab Proyek Besar Phoenix Suns Gagal Total
Damian Lillard Pamer Akurasi Tembakan 94 Persen Setelah Cedera Achilles
Kai Sotto Makin Dekat Dengan Miami Heat
Victor Wembanyama Penyelamat Prancis di Lima Menit Terakhir
AS Monaco Dikeluarkan dari Kompetisi Bola Basket Kasta Tertinggi Prancis
Dua Kali Gagal ke Lakers, Mychal Ungkap Alasan Klay Thompson Pilih Heat
Jerman Putus Tren Positif Polandia Lewat Drama Overtime