P.J. Tucker telah menjadi potongan penting dalam puzzle tim Houston Rockets. Ia berguna sebagai pemain berkemampuan menembak tiga angka sekaligus mampu bertahan dengan kukuh. Tucker menyadari itu sehingga menginginkan kontrak baru agar bisa bertahan bersama Rockets.

Kontrak sang pemain sebenarnya masih menyisakan satu tahun lagi. Sebab, ia sempat menandatangani kerja sama empat tahun senilai AS$32 juta pada 2016. Itu artinya NBA 2019-2020 akan menjadi musim terakhirnya bersama Rockets.

“Sekarang saatnya,” kata Tucker seperti dikutip Kelly Iko, The Athletic. “Ini saatnya saya mendapatkan perpanjangan kontrak, jadi kita lihat saja. Kita akan lihat apa yang terjadi. Saya optimis, kita akan lihat.”

Profil Tucker belakangan ini memang kian menanjak. Ia berhasil membantu Rockets untuk bersaing di NBA. Tim asal Houston itu bahkan mampu menembus playoff, meski akhirnya tumbang di babak itu karena dominasi Golden State Warriors.

Kendati demikian, akibat penampilan baiknya pada musim itu, Tucker dipanggil tim nasional Amerika Serikat untuk persiapan Piala Dunia 2019. Sang forwarda sempat mengikuti kamp latihan pada Agustus  ini, tetapi mengundurkan diri lantaran mengalami cedera engkel. Ia kemudian terpaksa kembali ke klubnya untuk memulihkan cederanya.

Dengan pengunduran diri itu, Tucker berarti akan kembali fokus pada persiapannya menghadapi NBA 2019-2020 sambil memulihkan diri dari cedera. Ia harus bersiap karena ingin membantu Rockets untuk bermain di level yang lebih tinggi. Apalagi mengingat ini akan menjadi musim terakhirnya bersama tim seandainya mereka tidak memperpanjang atau memperbarui kontraknya pada musim panas nanti.

Selama ini, Tucker telah menjelma pemain yang berguna. Ia bahkan disebut-sebut sebagai pertahanan utama Rockets. Tucker mampu mengganggu lawan ketika mereka berusaha meretas area pertahanannya.

Selain itu, Tucker juga berguna dalam hal melepas tembakan-tembakan jarak jauh. Ia merupakan spesialis penembak sudut yang dapat mengancam pertahanan lawan. Sehingga jangkauan serangan Rockets bisa lebih melebar di lapangan.

Pada 2018-2019, Tucker mampu tampil penuh dalam satu musim. Ia bermain sebanyak 82 kali sebagai starter di musim reguler. Rata-rata statistiknya mencapai 7,3 poin, 5,8 rebound, 1,2 asis, dan 1,6 steal. Persentase tembakan keseluruhannya berada di angka 39,6 persen dengan efektivitas 53,5 persen. Sementara itu, true shooting percentage-nya menyentuh angka 54,7 persen.

Dengan statistik dan daya tahan tubuhnya yang relatif sehat itu, Tucker akan menari perhatian Rockets untuk memperpanjang kerja sama. Bagaimana pun, sang forwarda telah menunjukkan kapastitasnya sebagai potongan penting. Sekarang tinggal melihat langkah seperti apa yang akan diambil Rockets. (put)

Foto: NBA

Populer

Shai Gilgeous-Alexander Hampir Kehilangan Rekornya
Bawa Lakers ke Posisi Tiga, Doncic dan Reaves Kumpulkan 205 Poin Dalam Tiga Gim
Trio Kings Plus Westbrook Berhasil Membangkitkan Semangat Tim
Warriors Merekrut Omer Yurtseven Untuk Menambal Kekurangan Pemain
Cavaliers Jadi Saingan Terberat Warriors Untuk Mendapatkan LeBron James
Pemenang Oscar 2026 Michael B. Jordan Nyaris Ganti Nama Karena Michael Jordan
Shai Gilgeous-Alexander Tidak Puas Dengan Kemenangan Thunder Atas Timberwolves
Victor Wembanyama Ingin Raih MVP dan DPOY
Giannis Cedera Saat Bucks Meraih Kemenangan Pertama Dalam Lima Laga
Seattle Dan Las Vegas, Rencana Ekspansi NBA Semakin Dekat