Hampir dipastikannya gagal melangkah ke playoff, Los Angeles Lakers semakin banyak diterpa kemungkinan-kemungkinan. Kemungkinan ke mana “kapal besar” ini akan diarahkan oleh para manajemen Lakers di masa mendatang adalah hal utama. Bagaimana nasib para pemain muda seperti Lonzo Ball dan Brandon Ingram ke depannya juga menjadi pertanyaan besar.

Terbaru, rumor besar kembali mendekati Lakers. Kali ini bintang besar yang baru mereka datangkan di Juli 2018 lalu, LeBron James. Dilansir oleh Bleacher Report, pemilik Lakers, Jeanie Buss, dikabarkan tidak menutup kemungkinan untuk memasukkan James dalam pasar pertukaran pemain di jeda pemain bebas nanti. Pasar pemain bebas sendiri biasanya akan dibuka pada kisaran bulan Juli.

Masih belum ada konfirmasi dari pihak Lakers terkait berita ini. Namun, melihat perjalanan Lakers musim ini, bukan tidak mungkin hal tersebut terjadi. Lakers sendiri sepanjang 69 gim musim ini berjalan baru berhasil mengoleksi 31 kemenangan. Mereka berjarak sembilan kemenangan dengan Los Angeles Clippers yang ada di batas akhir playoff (peringkat delapan).

Lebih buruknya lagi, bila dibandingkan dengan musim lalu, Lakers justru mengalami kemunduran. Musim lalu, di periode yang sama, Lakers berhasil mengemas 32 kemenangan dan kalah sebanyak 37 kali. Memang, secara selisih kekalahan hanya satu, tapi dengan harapan tinggi yang dibawa James kala datang ke Lakers, prestasi di titik ini jelas jauh dari hal tersebut.

Masih dari Bleacher Report, kontributor mereka, Ric Bucher, bahkan sempat bertanya ke beberapa manajer umum tim-tim NBA untuk melihat peluang pertukaran yang melibatkan James. Hasilnya, James memang tak lagi “dihargai” setinggi itu. Salah satu manajer umum tim di Wilayah Timur yang tak mau disebutkan namanya menyebut bahwa ia tak akan berani menawarkan banyak aset untuk Sang Raja.

“Di titik ini, saya mungkin menolak pertukaran untuk James. Saya tidak akan punya nyali untuk melepaskan aset-aset saya demi pemain yang tidak memiliki komitmen penuh bersama tim dan mulai mendekati akhir karirnya,” ucap manajer umum tersebut.

“Semua tergantung tentang apa yang harus saya lepas untuk mereka. Saya tidak akan merombak seluruh tim saya dan mungkin hanya akan memberi satu hak memilih di putaran pertama,” ungkap manajer umum lainnya yang ada di Wilayah barat.

Kontrak James sendiri bernilai AS$153,3 juta selama empat tahun yang dimulai tahun ini. Namun, dalam kontrak tersebut, tidak ada klausul no trade (menolak pertukaran). Hal tersebut pula yang membuka spekulasi ini semakin dibicarakan.

Menarik menunggu langkah apa yang akan diambil oleh manajemen Lakers sebelum musim baru nanti. Karena sekali lagi hal yang perlu diingat, dengan kegagalan Lakers lolos ke playoff sejak 2014, para calon pemain bebas dengan profil tinggi pun perlu berpikir banyak untuk bergabung. Belum lagi kepercayaan kepada pemain muda yang tak cukup banyak juga semakin menurunkan “harga” pemain itu sendiri. (DRMK)

Foto: NBA

 

Populer

Musim Pertama Campus League Digelar! Sistem Baru Masa Depan Atlet Mahasiswa
Juara Basket Campus League Akan Berlaga di Kompetisi Asia
Prospek Pilihan Nomor 1 Draft NBA 2026 Tak Mau ke Wizards
Reebok Rilis Ulang BB5600, Sepatu Legenda Boston Celtics era 1980-an
Tinggalkan Satria Muda, Ali Bagir Gabung Shinagawa City di B.League Jepang
AND1 Attack Low, Sepatu Basket Luar Ruang Terbaru dari Sang Ahli
Lakers Bersabar Menunggu Keputusan Besar LeBron James
Kabar Simpang Siur Seputar Celtics dan Giannis Antetokounmpo
Cedera MCL, Rico Maierhofer Absen Hingga Akhir Musim ABL 2017-2018
Harden Vol. 5, Debut Fitur Futurenatural di Sepatu Adidas