Pertandingan perebutan peringkat lima di kategori putri dantara Thailand berhadapan dengan Kazakhstan digelar Jumat, 31 Agustus 2018, di Istora GBK. Thailand bermain di laga ini seusai menumbangkan Mongolia sementara Kazakhstan mengalahkan Indonesia. Laga berlangsung ketat dengan kedua tim saling mencoba mengambil alih keunggulan. Sayangnya, kegagalan Thailand mempertahankan memomentum di satu menit akhir membuat Kazakhstan berhasil menutup laga dengan kemenangan 71-64. Kemenangan ini membuat Kazakhsran menjadi pemilik peringkat lima klasemen akhir sementara Thailand menjadi peringkat keenam.

“Ini adalah pertandingan yang ketat dan menguras tenaga. Tripoin di akhir laga adalah perubah jalannya pertandingan. Saya memutuskan untuk melakukan jebakan (trap) saat itu, namun sekarang saya berpikir seharusnya saya memilih penjagaan satu lawan satu. Tapi saya bangga dengan tim saya yang bermain dengan bagus,” ujar Christopher Daleo, Kepala Pelatih Thailand kepada Mainbasket.

Empat pemain Kazakhstan mencetak angka dengan digit ganda. Nadezhda Kondrakova keluar sebagai top skor tim dengan 17 poin dan 7 rebound. Tamara Yagodkina menyusul dengan 14 poin dan 4 asis. Olga Kolesnikova mencetak 13 poin sementara Zalina Kurazova membukukan 12 poin.

Ada tiga pemain Thailand yang mencetak 10 poin atau lebih. Kanokwan Prajuapsook membukukan 19 poin dan 5 rebound. Kunchuan Supavadee dan Thidaporn Maihom menyusul dengan sama-sama mengemas 11 poin.

Kazakhstan berusaha menekan Thailand dengan cara yang sama saat mereka berhadapan dengan Indonesia, menyerang area kunci. Namun pertahanan Thailand yang melakukan berbagai macam penyesuaian mampu menghentikan usaha Kazakhstan. Usaha-usaha Yagodkina berhasil dibalas oleh poin dari Supavadee dan Prajuapsook. Kazakhtsan menutup kuarter pertama dengan keunggulan tipis 17-15.

Kuarter dua berjalan masih sangat ketat. Kedua tim tak membiarkan masing-masing bisa mengambil tembakan dengan bebas. Pun begitu, Kazakhstan masih mampu mempertahankan keunggulan mereka di akhir kuarter dengan 31-28. Satu hal yang menarik adalah Thailand dengan tinggi rata-rata 172 sentimeter berhasil memiliki jumlah rebound lebih banyak dari Kazakhstan yang memiliki tinggi rata-rata 180. Ya, total rebound paruh pertama Thailand adalah 25 dengan 11 di antaranya offensive rebound. Sementara Kazakhstan mengumpulkan 21 rebound dengan 3 di antaranya offensive rebound.

Thailand membalik keadaan di kuarter tiga. Prajuapsook berhasil membawa Thailand kembali unggul setelah di 31 detik pertama melalui tembakannya. Thailand terus berusaha menjauh melalui poin-poin dari Maihom dan Supavadee. Namun, Kazakhstan tak mau tinggal diam dengan mengandalkan Yagokdina. Thailand menutup kuarter ini dengan keunggulan 51-49.

Kazakhstan mengupayakan segala serangan demi mendapatkan posisi lima, begitu pula Thailand. Kedua tim bergantian mengambil alih keunggulan di lima menit pertama. Kondrakova mencetak poin, selang 10 detik kemudian Prjuapsook mencetak poin juga. Beberapa kali pertandingan juga berada dalam posisi imbang. Kazakahstan terkena team foul saat kedudukan untuk keunggulan mereka 64-62 di sisa satu menit pertandingan. Dua tembakan gratis Pimchosita Supyen menemui sasaran dan menyeimbangkan kedudukan 64-64. Sayangnya, Thailand gagal mempertahankan momentum mereka. Tripoin dari Kolesnikova membawa Kazakhstan mengambil keunggulan dan melaju menutup laga dengan kemenangan 71-64.

Foto: Mei Linda

 

Populer

Jadi Musuh Baru di New York, Wemby: Belum Selevel Trae Young
Isu Positif dan Negatif Terkait Kemitraan Stephen Curry dan Li-Ning
LeBron James Ungkap Momen yang Akan Membuatnya Meninggalkan NBA
Kiprah Quin Snyder Menjanjikan, Hawks Beri Kontrak Jangka Panjang
Rumor Celtics, Kepergian Nikola Vucevic dan Peluang Reuni dengan Al Horford
Laga Tak Seimbang antara Sinlui Melawan IPH (Sinlui Unggul 1 'Pemain' di Final Putra Honda DBL East Java North 2016)
Rumor Pergeseran Pelatih di NBA
Sempat Minder Bersaing di DBL Camp, Kini Matthew Ivander Buat Keluarga Bangga
Lepas Tawaran Tim Profesional, Rimbun Sidahuruk Justru Masuk DBL All-Star
Pemain Ingin Setia, Tim Punya Perspektif Berbeda