Hukuman yang diberikan NBA kepada Los Angeles Clippers mengejutkan banyak pihak. Terutama hukuman yang diberikan kepada Kawhi Leonard yang dinilai terlalu ringan. Kawhi hanya mendapat denda tanpa skorsing atau larangan lainnya.
NBA melakukan penyelidikan yang dimulai sejak September 2025. Penyelidikan dilakukan setelah laporan investigasi jurnalis Pablo Torre mengenai kesepakatan Kawhi dengan Aspiration yang diduga melibatkan Clippers.
Setelah hampir setahun, NBA mengumumkan hasilnya. Mereka menemukan adanya pola pelanggaran yang dilakukan Clippers dalam upaya memberikan Kawhi bayaran tambahan dari endorsement melalui perusahaan yang punya hubungan bisnis dengan tim.
Baca juga: Stephen A. Smith Menilai Hukuman Kawhi Leonard Terlalu Ringan
Clippers akhirnya kehilangan lima hak pilih putaran pertama NBA Draft dan. denda 30 juta Dolar AS. Pemilik Clippers Steve Ballmer dihukum larangan beraktivitas selama satu tahun. Hukuman skorsing juga dikenakan kepada petinggi Clippers dan manajer Kawhi Dennis Robertson dengan waktu yang bervariasi.
Sementara itu, hukuman Kawhi hanya berupa denda sebesar 700 ribu Dolar AS. Tidak ada skoring. Hukuman tersebut dinilai sangat ringan jika dibandingkan dengan sanksi yang diterima Clippers dan jajaran petinggi klub.
Torre melalui kanal YouTube miliknya menyebut hukuman Kawhi berkaitan dengan kesepakatan sang pemain dengan Asosiasi Pemain NBA (NBPA). NBA disebut sengaja mengambil pendekatan itu agar Kawhi dan NBPA bersedia menyelesaikan kasus tanpa membawa persoalan ke jalur arbitrase.
Baca juga: Hukuman NBA Menghancurkan Masa Depan Clippers
“Dengan penyelesaian kasus Kawhi, serikat pemain dan Kawhi sepakat menghapus opsi arbitrase. Jadi, setelah Ballmer dijatuhi hukuman bersejarah, dia tak bisa menempuh arbitrase seperti yang dia kira. Sebaliknya, dia bisa membawa NBA, komisaris, Wachtell Lipton, saya, dan pihak lain yang diinginkannya ke pengadilan,” jelas Torre.
NBA dan NBPA mencapai kesepakatan yang membuat seluruh hukuman dalam kasus tersebut bersifat final dan mengikat. Meski begitu, Kawhi bukan berarti dinyatakan bersih dari pelanggaran.
Faktor lain yang membuat hukuman Kawhi sulit disamakan dengan Clippers adalah pembuktian. Tidak ditemukan bukti yang secara jelas menunjukkan adanya perjanjian tertulis bahwa kesepakatan tersebut merupakan syarat Kawhi bergabung atau bertahan di Clippers.
Keputusan tersebut membuat Kawhi menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan dari hasil penyelidikan. Ia tidak kehilangan kontrak, tidak diskors, dan tetap bisa melanjutkan kariernya di Toronto Raptors musim depan. (rag)
Foto: NBA