Timnas Indonesia pulang dari Seremban, Malaysia, dengan rekor 1-2. Ini setelah Yudha Saputera dan kawan-kawan kalah dengan skor 63-77, di Arena Seremban, pada Senin malam (31/8). Namun Indonesia tetap lolos ke Putaran Kedua Pra-Kualifikasi Piala Asia FIBA 2029.
Malaysia memulai laga dengan baik. Mereka unggul 21-11 di kuarter pertama. Setelah itu, mereka memimpin dengan nyaman, karena bisa mematikan permainan Indonesia. Membuat kepala pelatih David Singleton kecewa dengan anak asuhnya.
"Sangat mengecewakan, karena kami seharusnya memainkan permainan yang lebih baik. Kami tidak bermain bagus menyerang dan bertahan. 17 ofensif rebound dan tembakan tripoin yang buntu," ujarnya setelah pertandingan.
Malaysia unggul 42-29 atas Indonesia dari sisi rebound. Namun yang paling mengecewakan adalah Indonesia kebobolan 22 poin dari kesempatan kedua, yang memanfaatkan 17 ofensif rebound. Tembakan tripoin yang menjadi senjata Indonesia juga dimatikan oleh Malaysia. Indonesia hanya mencetak tiga tripoin dari 18 percobaan, atau dengan persentase 16,7 persen.
"Kami tidak menjaga bola dengan baik. Kami sudah berusaha di babak kedua, tetapi itu tidak cukup. Kami menembak dua kali, tapi mereka memasukkan bola empat kali. Sangat mengecewakan, tapi kami harus bangkit untuk ronde berikutnya," tegas Coach Dave.
Indonesia melakukan 22 turnovers yang dikonversi menjadi 28 poin oleh Malaysia. Tapi perlu dicatat bahwa 13 dari 22 turnovers Indonesia itu adalah steal dari Malaysia. Ditambah lagi, Malaysia punya keunggulan poin di area kunci (points in the paint) dengan perbandingan 44-34.
"Kami kalah dari rebound dan terlalu banyak melakukan turnover. Saya rasa kami harus berlatih lebih keras lagi untuk ronde berikutnya. Seperti kata Coach Dave, kami seharusnya bisa lebih baik dari ini. Kami percaya dengan apa yang dikatakan Coach Dave," ungkap M. Reza Guntara, setelah pertandingan.
Untuk laga terakhir di Grup C ini, Jerome Anthony Beane Jr. memimpin perolehan poin Indonesia dengan torehan 23 poin, diikuti Dame Diagne yang membukukan 16 poin. Sedangkan dari Malaysia, Chun Hong Ting mencetak 21 poin, diikuti Tychique Bosango (15 poin dan 14 rebound), dan Wei Yong Ong (13 poin).
Grup C akhirnya dipimpin oleh Hong Kong dengan rekor menang-kalah (3-0). Malaysia di peringkat kedua (2-1), Indonesia ketiga (1-2), dan Singapura (0-3). Karena hanya satu yang tereliminasi, maka Singapura tidak lolos ke Ronde Kedua. Sementara Indonesia melangkah ke Ronde Kedua, dan tergabung di Grup F, bersama Hong Kong, Malaysia, Thailand, Mongolia, dan Fiji. (tor)
Foto: fiba.basketball