Tjetjep Firmansyah, sosok pelatih basket legendaris Indonesia, dikabarkan tutup usia pada hari Sabtu (15/8). Kabar ini membuat duka mendalam menyelimuti insan basket Indonesia, mengingat kiprah Coach Tjetjep selama ini, baik di liga profesional maupun di timnas Indonesia.
"Innalillahi wa innalillahi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah Saudara kita Cecep Firmansyah jam 10 pagi di RS Polri. Informasi ini dari adik kandung almarhum Mayerni (upi). Almarhum Tjetjep adalah adik dari Bambang Hermansyah dan kakak dari Ali Budimansyah. Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT," pesan yang beredar di media sosial.
Tak banyak catatan Tjetjep Firmansjah sebagai pemain. Sebagai pemain, Tjetjep hanya bermain di Mitra Guntur dan Indonesia Muda Jakarta. Namanya kalah bersinar dibanding dua saudaranya, sang kakak Bambang Hermansyah dan adiknya, Ali Budimansyah yang cemerlang sebagai pemain nasional. Namun Tjetjep sukses sebagai pelatih baik di level klub di liga profesional, sampai pada akhirnya terpiih sebagai pelatih Tim Nasional. Prestasinya bisa membawa timnas putra Indonesia untuk pertama kali merebut medali perak di SEA Games Kuala Lumpur Malaysia 2001.
Sukses menangani timnas, Tjetjep ditarik Irawan Haryono menangani Aspac. Coach Tjetjep pernah menjadi bagian sukses dari Aspac Jakarta. Terhitung empat gelar juara mampu dipersembahkannya selama melatih Aspac, antara lain Kobatama pada 2000-2001 dan 2002-2003 serta IBL pada 2003-2004 dan 2005-2006. Sebelum akhirnya pindah ke Garuda Bandung pada tahun 2014.
Sampai hari-hari terakhirnya, Coach Tjetjep masih mendedikasikan hidupnya untuk basket. Seperti bergabung dengan Avenor Basketball Academy sebagai Technical Development Lead. "Pengalaman saya untuk pemain basic footwork fundamental. Bisa bermain basket dengan benar. Banyak pemain yang footwork belum bagus. Itu yang membuat mereka tidak bisa naik level. Mengolah kakinya dalam permainan bola basket. Setiap hari harus dilatih," kata mendiang Coach Tjetjep dalam video yang dinggah pada 7 Juni lalu.
Selamat jalan Coach Tjetjep. Terima kasih atas dedikasinya untuk basket Indonesia. (*)
Foto: Mainbasket