Kepergian Jaylen Brown dari Boston Celtics meninggalkan rasa kehilangan bagi Payton Pritchard. Namun, Pritchard menyadari bahwa perpisahan tidak bisa dihindari karena itu bagian dari bisnis NBA. Kini Pritchard bersiap melanjutkan perjuangan dan menghadapi Brown sebagai lawan.
Celtics membuat gebrakan dengan mengirim Brown ke rivalnya, Philadelphia 76ers, pada awal Juli lalu. Celtics menerima Paul George dan dua hak pilih putaran pertama dan kedua dalam transaksi tersebut.
Dalam wawancara dengan CLNS Celtics, Pritchard tetap merasa berat melihat Brown tidak lagi satu tim. Keduanya telah menjadi rekan setim bertahun-tahun. Brown datang pada 2016. Pritchard hadir empat tahun berikutnya.
Baca juga: Januari Bulan Reuni, Giannis Hingga Jaylen Brown Hadapi Mantan Tim
“Perubahan selalu terjadi. Selalu menyedihkan melihat seorang saudara dan rekan setim yang sudah lama bermain bersama Anda pergi. Tetapi Anda harus melanjutkan hidup dan bersiap untuk bertarung melawannya,” ujar Pritchard.
Komentar tersebut menunjukkan bahwa Pritchard menerima kepergian Brown dengan sikap profesional. Meski kehilangan sosok yang dianggapnya sebagai saudara, Pritchard kini harus bersiap menghadapi mantan rekan setimnya sebagai lawan.
Situasi tersebut membuat Pritchard diproyeksikan memegang tanggung jawab yang lebih besar. Ia kini menjadi salah satu pemain yang cukup lama berada di Celtics. Prtichard harus membantu membangun chemistry dengan para pemain baru menjelang musim 2026-2027.
Baca juga: Jaylen Brown Mulai Latihan Bersama LeBron dan Tyrese Maxey
Pritchard sendiri tidak ingin melihat perubahan tersebut sebagai tekanan tambahan. Setelah terus berkembang dalam beberapa musim terakhir, ia berpeluang mengambil langkah lebih besar ketika Celtics mencoba beradaptasi dengan wajah baru.
Pritchard memperoleh penghargaan sebagai Sixth Man of the Year 2025. Kontribusinya lebih berkembang di musim berikutnya. Dalam NBA 2025-2026, Pritchard mencatat rata-rata 17 poin, 3,9 rebound, dan 5,2 asis dalam 79 gim dengan 50 kali sebagai starter.
Sementara itu, pertukaran Brown menjadi salah satu keputusan terbesar Celtics dan transaksi mengejutkan dalam jeda musim ini. Terlebih Brown baru saja mencatat pencapaian terbaik karier dan memimpin Celtics selama Jayson Tatum menepi karena cedera.
Di sisi lain, kedatangan Brown menjadi berkah bagi Sixers. Brown membuat skuad Sixers mentereng yang kemudian menarik perhatian LeBron James untuk bergabung. Kini Sixers diprediksi menjadi salah satu penantang gelar terkuat. (rag)
Foto: Paul Rutherford/Imagn Images