Musim Detroit Pistons berakhir pahit di Playoff NBA 2026 di hadapan pendukungnya sendiri. Pistons tersingkir dari semifinal Wilayah Timur setelah melalui drama hingga Gim 7. Pistons kalah telak 94-125 dari Cleveland Cavaliers di pertandingan pamungkas tersebut.
Pistons tidak berkutik sejak awal pertandingan. Justru Cavaliers yang membangun dominasi dan menggandakan keunggulan dalam setiap kuarter. Pistons tidak punya jawaban. Cavaliers bisa mencapai margin tertinggi 35 poin di kuarter keempat.
Terlepas tidak tercapainya Final Wilayah Timur 2026, Pelatih Pistons J.B. Bickerstaff sama sekali tidak kecewa. Bickerstaff menganggap kekalahan pada Minggu (17/5) di Little Caesars Arena, Detroit itu bukan suatu kegagalan.
Baca juga: Cavaliers Ke Final Wilayah Timur Setelah Tundukkan Pistons di Gim 7
“Ini sama sekali bukan kekecewaan. Saya tidak akan pernah kecewa dengan para pemain. Mereka memberikan yang terbaik setiap hari. Ini adalah kekalahan yang berat. Tapi kata tersebut tidak akan pernah digunakan untuk tim ini,” kata Bickerstaff dalam jumpa pers usai pertandingan.
Bickerstaff menilai para pemain Pistons telah menunjukkan perkembangan besar dibanding musim-musim sebelumnya. Pelatih 47 tahun itu menyoroti tim muda Pistons yang mampu bertransformasi dari sekadar lolos playoff hingga menjadi tim papan atas pada musim ini.
Pistons mencatat lonjakan yang luar biasa di NBA 2025-2026. Hanya dua musim setelah meraih rekor terburuk dengan 28 kekalahan beruntun, Pistons bangkit secara menakjubkan. Pistons menjadi unggulan pertama Wilayah Timur dengan rekor menang-kalah 60-22.
Kesuksesan itu berlanjut di ronde pertama Playoff NBA 2026. Pistons sempat tertinggal 1-3 dari Orlando Magic. Pada akhirnya Cade Cunningham dan kolega berhasil memenangkan seri setelah meraih keunggulan 4-3.
Baca juga: Cade Cunningham Bertekad Menang di Depan Pendukung Pistons
“Semua orang ingin menjadi juara setiap tahun. Tapi seberapa besar Anda berkembang dan meningkat? Para pemain kami melakukan itu secara kolektif dan kami menjadi lebih baik hingga mencapai titik ini. Jadi tim ini tidak gagal,” lanjut Bickerstaff.
Dalam seri melawan Cavaliers di Playoff NBA 2026, Pistons memulai dengan keunggulan 2-0. Tapi Cavaliers bisa bangkit. Pistons memaksa hingga Gim 7. Tapi pada akhirnya kalah di laga penentuan tersebut.
Cade Cunningham mengakui bahwa kekalahan memang menyisakan rasa sakit yang mendalam. Dalam Gim 7 ini, Cunningham mencetak 5/15 tembakan. Meleset dalam 7 tripoin. Ia meraih 13 poin, 4 rebound, dan 5 asis.
“Pertandingan sangat buruk. Saya benar-benar ingin meraih kemenangan untuk para penggemar saat kembali ke kandang. Hasil ini mengingatkan saya pada musim lalu saat kalah di kandang sendiri. Ini bukan perasaan yang menyenangkan,” ujar Cunningham. (rag)
Foto: Gregory Shamus/AFP