Saat Stephen Curry memasuki bursa bebas transfer sepatu yang penuh persaingan ketat pada tahun 2026, kepindahan superstar NBA ini ke perusahaan raksasa Tiongkok, Anta, bisa menandai pergeseran kekuatan yang bersejarah. Dari kepemimpinan kreatif Kyrie Irving hingga pengaruh Nikola Jokic yang semakin meningkat, maka merek Tiongkok berpeluang mematahkan duopoli Nike-Adidas di panggung bola basket global.
Sole Retriever melaporkan secara eksklusif bahwa Curry telah mempersempit pilihan merek sepatu yang potensial menjadi tiga merek, dan Anta termasuk di antaranya. Sebagai pendukung dan sponsor sepatu mantan Splash Brother-nya, Klay Thompson, Anta telah membuat kemajuan luar biasa di pasar AS dalam beberapa tahun terakhir. Mereka juga membuka toko unggulan pertama mereka di Amerika Serikat di Beverly Hills selama NBA All-Star Weekend. Pada acara peresmian inilah mereka memberikan Klay kontrak seumur hidup, menunjukkan bahwa mereka dapat menawarkan loyalitas yang pada akhirnya tidak dapat diberikan oleh merek Curry sebelumnya (Under Armour).
Selama lebih dari satu dekade, Stephen Curry dari tim Golden State Warriors identik dengan merek olahraga Under Armour. Pada akhir tahun 2025, juara NBA empat kali ini diam-diam mengakhiri kemitraannya selama 12 tahun dengan merek pakaian olahraga Amerika tersebut, dan memasuki pasar bebas sepatu basket yang sangat dinantikan.
Langkah ini mengejutkan kalangan bola basket: semua mata tertuju pada ke mana Curry akan menandatangani kontrak selanjutnya, dengan Anta dari Tiongkok muncul sebagai kandidat terdepan yang menggiurkan. Rumor beredar bahwa sepatu khas Curry berikutnya mungkin bukan dengan Nike atau Adidas, tetapi dengan merek Tiongkok yang ingin menorehkan namanya di panggung NBA.
Anta mulai memasuki pasar NBA pada tahun 2007 dengan mengontrak pemain pendukung, tetapi segera berkembang dengan nama-nama besar seperti Kevin Garnett pada tahun 2010. Kesepakatan awal tersebut membuka jalan bagi kemitraan yang lebih ambisius. Rekan setim Curry di Golden State Warriors, Klay Thompson, bergabung dengan Anta pada tahun 2014 setelah meninggalkan Nike, kemudian menandatangani perpanjangan kontrak 10 tahun senilai 80 juta Dolar AS dan akhirnya kontrak seumur hidup.
"Anta mengambil risiko pada saya, dan saya mengambil risiko pada mereka. Itu adalah pasangan yang sempurna," katanya Thompson.
Kemitraan tersebut sejak itu telah menghasilkan lebih dari 10 juta pasang sepatu khas, dan pada tahun 2026, menandatangani perjanjian seumur hidup dengan merek tersebut. Pada tahun 2023, Anta mengontrak juara NBA lainnya, Kyrie Irving (setelah berpisah dari Nike) dan menunjuknya sebagai kepala divisi kreatif Anta Basketball.
"Langkah pertama dalam menjadi mitra adalah berbagi mimpi, tujuan, dan misi yang sama," kata Irving.
Curry memang belum menandatangani kontrak, tetapi tanda-tanda menunjukkan dengan jelas bahwa Anta adalah kandidat terkuat. Dia mengenakan sepatu Anta di lapangan All-Star, sebagai penghormatan kepada mantan rekan setimnya, Thompson. Namun, para penggemar dan pengamat terkejut dengan munculnya logo "Curry Brand" di bagian tumit sepatu Anta.
Selama All-Star Weekend, Curry terllihat berlatih bersama Irving mengenakan sepasang Anta Enclosion Type 2. Ini menandai pertama kalinya logo Curry muncul di sepatu selain produksi Under Armour.
Anta adalah perusahaan pakaian olahraga asal Tiongkok yang dikenal dengan alas kaki, pakaian, dan perlengkapan atletiknya. Didirikan pada tahun 1991, perusahaan ini dengan cepat berkembang menjadi salah satu produsen olahraga terbesar di dunia. Meskipun mungkin tidak mendapatkan pengakuan yang sama seperti Adidas atau Nike dalam budaya sepatu, Anta telah membangun kehadiran yang dominan di Asia. Merek ini terus berkembang melalui investasi strategis dan kemitraan dengan atlet.
Dalam hal skala dan ambisi, Anta telah menjadi pelopor kebangkitan pakaian olahraga di Tiongkok. Sering dijuluki "Nike-nya Tiongkok", Anta memang merupakan kekuatan domestik, perusahaan ini mengoperasikan lebih dari 12.000 toko (termasuk anak perusahaan seperti Fila) dan telah mendominasi pasar pakaian olahraga Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir.
Bahkan, Anta melampaui Nike dalam total penjualan di Tiongkok untuk pertama kalinya pada tahun 2022 dan telah mempertahankan keunggulan tersebut sejak saat itu. Pendapatan perusahaan mencapai 70,8 miliar yen pada tahun 2024 (sekitar 10,2 miliar Dolar AS), peningkatan 13,6 persen dari tahun sebelumnya. Meskipun itu masih sebagian kecil dari pendapatan global Nike yang mencapai 46 miliar Dolar AS, hal ini menandakan bahwa strategi Anta membuahkan hasil di dalam negeri sendiri.
Sekarang, pandangan merek ini tertuju jauh melampaui wilayah domestik. "Kami tidak ingin menjadi Nike-nya Tiongkok, tetapi Anta-nya dunia," ujar pemilik Anta, Ding Shizhong, yang menguraikan ambisi globalnya.
Ambisi tersebut bukan sekadar omong kosong. Karena Anta telah berinvestasi besar-besaran di luar Tiongkok, bahkan mengakuisisi saham besar senilai 1,8 miliar Dolar AS, di Puma pada tahun 2026, dan sebelumnya membeli merek-merek seperti Wilson dan Salomon melalui anak perusahaan Amer Sports.
Yang terpenting, Anta dan Li-Ning memanfaatkan bintang-bintang NBA untuk meningkatkan kredibilitas internasional mereka. Kemitraan Irving, misalnya, telah membuat Anta memadukan performa dengan budaya. Merek tersebut meluncurkan koleksi fesyen bertemu pakaian olahraga dengan Kyrie di New York Fashion Week, menunjukkan bagaimana perusahaan sepatu asal Tiongkok tersebut dapat bersaing di panggung fesyen global. (tor)
Foto: Kirby Lee - Imagn Images