Nikola Jokic kembali tampil di Olimpiade. Tapi selama Olimpiade Paris 2024 ini, Jokic tidak pernah mau berbicara kepada media. Ada alasannya. Hal itu diungkapkan oleh rekan setimnya yaitu Bogdan Bogdanovic.

“Dia pemain hebat. Tapi dia hanya suka berbicara dengan saya. Di NBA, jika tidak mau berbicara dengan media, dia akan didenda. Tapi di Olimpiade itu tidak ada denda. Jadi, dia berkata bahwa dia tidak perlu melakukannya. Tidak bermaksud menyinggung kalian ya,” ungkap Bogdanovic melalui reporter Gary Washburn dari Boston Globe.

NBA memang memiliki aturan sendiri. Aturan pun juga terperinci dalam berbagai aspek. Para pemain harus mau melakukan wawancara dengan media dan jumpa pers. Jika tidak, ada denda.

NBA memiliki kesepakatan hak media. Baru-baru ini mereka menandatangani kesepakatan hak media senilai AS$70 miliar. Dengan adanya kesepakatan itu, NBA akan memastikan media memiliki akses ke pemain.

Selain di NBA, Jokic memang selalu menolak diwawancara. Di sisi lain, Bogdanovic bersedia memenuhi permintaan untuk melakukan wawancara. Dalam kesempatan itu, Bogdanovic memberikan penjelasannya soal Jokic.

Jokic bermain dua kali di Olimpiade. Penampilan sebelumnya di Olimpiade Rio 2016. Saat ada Jokic itu, Serbia melesat ke final. Tetapi di laga pamungkas, mereka kalah oleh Amerika Serikat.

Pada Olimpiade Tokyo 2020, Serbia tidak lolos kualifikasi. Serbia kembali tampil di Olimpiade Paris 2024. Jokic membawa Serbia melangkah ke semifinal. Mereka menghadapi AS lagi. Semifinal berlangsung dini hari (9/8) nanti pada pukul 02.00 WIB.

Jokic membawa Serbia lolos dramatis di perempat final. Mereka berbalik unggul dari Australia 95-90 melalui tambahan waktu. Serbia berhasil memangkas defisit 24 poin dan menjadi comeback terbesar di Olimpiade.

Pemain Denver Nuggets itu mencetak rata-rata 19,3 poin, 11,8 rebound, dan 7,5 asis di empat gim. Serbia baru kalah sekali. Yaitu di babak penyisihan grup melawan Amerika Serikat. Kini mereka tidak boleh kalah lagi jika ingin meraih medali. (rag)

Foto: FIBA

Populer

Kevin Durant Menggeser Michael Jordan Dalam Poin Terbanyak Sepanjang Masa
Lakers Raih 9 Kemenangan Beruntun, Luke Kennard Jadi Penyelamat
LeBron James Resmi Memecahkan Rekor Robert Parish
Trash Talk Goga Bitadze Berujung Technical Foul ke-16 Luka Doncic
Darius Garland Mencetak Sejarah Clippers Dengan Ledakan 41 poin
Transformasi Pistons, Dari Tim Terburuk Menjadi Tim Terbaik Dalam Dua Musim
Timberwolves Lebih Mungkin Pindah ke Timur Jika Seattle dan Las Vegas Masuk
Thunder Raih 11 Kemenangan Beruntun Meski Sempat Terjadi Insiden di Awal Laga
Trae Young "Mungkin" Absen Hingga Akhir Musim
Pistons Jadi Tim Pertama Wilayah Timur Yang Lolos Playoff