Hubungan Scottie Pippen dan Michael Jordan sedang tidak baik-baik saja. Ini buah dari pernyataan Pippen yang menyebut Michael Jordan sebagai pemain dan rekan setim yang buruk, setelah kemunculan film dokumenter "The Last Dance". Namun meski belum akur, Pippen mengakui bahwa Michael Jordan layak disebut sebagai Greatest Of All Time (G.O.A.T).

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Pippen dalam wawancara dengan Karl Stefanovic dan Sara Abo di Today Show Australia. Pippen saat ini sedang berada di Australia, menghadiri berbagai acara yang berkaitan dengan Chicago Bulls. Dalam wawancara singkat tersebut, Pippen juga memuji film "The Last Dance" yang menampilkan Chicago Bulls terhebat dalam sejarah NBA. 

"Pasti," kata Pippen, ketika ditanya tentang sebutan G.O.A.T untuk Michael Jordan. "Maksud saya, lihatlah gelar MVP yang mampu ia raih. Tentu saja seseorang akan membawa pulang perhargaan tersebut jika dirinya memang pemain terbaik. Dengan banyaknya gelar tersebut, maka dia adalah pemain terhebat di bola basket. Tapi ingat, kesuksesan Jordan, juga didukung oleh peran kami sebagai sebuah tim."

Foto: CBS Sports

Bersama mantan rekan setimnya di Bulls, Horace Grant dan Luc Longley, Pippen berada di The Land Down Under untuk tur 'No Bull'. Di mana mereka menceritakan kisah Chicago Bulls versi mereka. Banyak yang percaya ketiganya mencoba membantah beberapa hal yang diklaim Jordan dalam film "The Last Dance". Tapi sejauh ini, semua aman-aman saja, tidak ada cerita berbeda dari film dokumenter tersebut. Bahkan Pippen menegaskan kalau ESPN sudah membuat tayangan hebat untuk menceritakan bagaimana kehebatan Bulls kepada generasi yang akan datang. 

"Saya pikir itu istimewa," kata Pippen. "Saya pikir ini adalah momen spesial bagi kami untuk benar-benar menghidupkan kembali masa-masa terhebat dalam sejarah bola basket dan terlebih lagi memiliki kesempatan untuk melihat seperti apa tim bola basket itu, dan saya pikir selama pandemi, semua orang yang duduk di rumah, itu seperti sebuah alat pendidikan untuk membuat orang melihat betapa hebatnya permainan ini jika dimainkan dengan cara yang benar."

Hal ini tentu berbeda dengan pendapat Pippen selama ini. Dia adalah pemain yang bersuara paling lantang untuk mengkritik film "The Last Dance". Menurutnya, film tersebut  tidak menggambarkan kisah nyata di balik dinasti Bulls dan malah fokus pada peningkatan warisan Michael Jordan. Pippen juga menggambarkan sosok Michael Jordan sebagai pemain bola basket yang egois ketika ia tiba di Chicago, namun itu semua terlupakan setelah mereka mulai memenangkan gelar juara. 

Tampaknya keberadaan Pippen di Australia, dan kebersamaannya dengan mantan rekan-rekannya, membuat pandangannya berubah. Pippen tidak lagi bersuara lantang tentang Michael Jordan. Bahkan kini dia terlihat lebih sabar, ketika menjawab pertanyaan soal Michael Jordan. (*)

Foto: The Australian

Populer

LeBron James Menjagokan Jaylen Brown Sebagai MVP NBA 2026
Kendrick Perkins Minta Warriors Menepikan Stephen Curry di Sisa Musim
Pat Riley Mengenang Era "Big Three" Miami Heat
Warriors Taklukkan Nuggets, Meski Tanpa Stephen Curry
Michael Jordan dan Cerita Patung Legenda Lainnya
Perhitungan Kerugian Gaji LeBron James Akibat Hiatus NBA
Alasan Keberadaan Mario Wuysang di Wolf Warriors (Wawancara dengan David Chu)
Singapore Slingers dan Kesetiaan Empat Pemainnya
Mengenal FIBA Asia Champions Cup 2018 dengan Format Kompetisi Baru
IBL 3x3 2019: Lewat Laga Klasik, Satria Muda Juara Lagi