Menjamurnya merek-merek sepatu basket membuat para pemain punya banyak pilihan. Tetapi bintang LA Clippers James Harden mengaku bahwa dalam dua tahun terakhir, sepatu adidas terbaik di kelasnya. Harden tampaknya tidak takut menyinggung merek atau lini sepatu khas lainnya yang ada di NBA.

Harden adalah duta adidas paling loyal. Dia menandatangani kontrak dengan merek tersebut pada tahun 2015. Harden mendapatkan bayaran 200 juta dolar dari Adidas untuk jangka waktu 13 tahun. Dia akan merilis seri kedelapan dari lini sepatu khasnya (adidas Harden Vol. 8) tahun depan.  Menjelang rilisan terbaru sepatunya, Harden mengungkapkan bahwa adidas sudah membuat sepatu basket terbaik di kelasnya. 

"Jika ini dirilis, akan menjadi sepatu basket terbaik dalam dua edisi (tahun) berturut-turut, tidak ada perdebatan!" tulis Harden dalam kolom komentar unggahan Instagram pribadinya.

 

Penilaian terhadap suatu produk jelas tergantung pada siapa yang melihatnya. Apalagi sepatu basket, yang penilaiannya bisa sangat subjektif. Tetapi memang adidas Harden Vol. 7 dan Vol. 8 menampilkan desain yang futuristik, penuh gaya, dan sangat membantu performa pemain. 

Adidas Harden Vol. 8 memang sudah dipakai bertanding. Tetapi belum ada di pasaran, karena jadwal rilis global pada Februari 2024. Sehingga belum ada informasi resmi tentang spesifikasi teknis, bahan, dan hal-hal mengenai sepatu ini. Untuk harganya, penggemar sepatu Harden hanya bisa berharap adidas menjualnya di harga eceran 160 dolar Amerika per pasang. Sama seperti harga yang ditetapkan untuk adidas Harden Vol. 7. 

Dikutip dari Sports Illustrated, adidas Harden Vol. 8 ini memang membawa misi khusus. Di saat merek-merek berlomba-lomba memasang logo mereka, adidas justru tidak mencantumkan logo mencolok. Hanya ada garis tiga di bagian tumit. Sangat minimalis dari segi penampilan. Namun desainnya unik dengan bahan busa yang melapisi hampir sebagian besar sepatu. Warnanya juga dibuat lebih mencolok dari biasanya. 

Di era di mana banyak atlet dan merek yang "main aman" dengan desain dan warna, justru adidas menawarkan hal yang berbeda. Tampaknya adidas dan Harden tidak ingin mengikuti arus. (*)

Foto: Kirby Lee - USA Today

Populer

Generasi Jalen, Nama yang Mendominasi NBA Saat Ini
Lakers Bongkar Roster, Austin Reaves Paling Tua di Usia 28 Tahun
Curry Brand dan Li-Ning Luncurkan Logo Baru, UA "Jual Rugi" Curry 13
Ditukar Celtics ke Sixers, Jaylen Brown Antusias Tapi Kecewa
Tim Hardaway Tidak Izinkan Putranya Pakai No. 10 di Miami Heat
Satria Muda Lanjutkan Dominasi Atas Hornbills di IBL
Buka Lembaran Baru, Ja Morant Pakai No. 1 di Portland Trail Blazers
Kembalinya Leonard ke Toronto Jadi Daya Tarik Rekan-rekannya
Luka Doncic Gemuk Lagi, Staf Pelatih Mavericks Panik
Tinggalkan Chicago, Billy Donovan Memperkuat Staf Kepelatihan Spurs