DBL Academy Fasilitasi Siswa Timba Ilmu ke Amerika Serikat

| Penulis : 

DBL Academy membuat terobosan baru dalam program mereka. Untuk kali pertama sejak berdiri pada 2016, DBL Academy membantu salah satu siswa mereka untuk mengembangkan diri ke Amerika Serikat. 

Adalah Richie Bertrand Linardi yang jadi murid pertama yang berangkat ke Amerika Serikat. Semua proses keberangkatan dan latihan pemain yang akrab disapa Richie ini dibantu oleh DBL Academy. Richie didampingi oleh Erwin Triono selaku Basketball Director DBL Academy berlatih di Impact Basketball, Las Vegas, Nevada.

"Program ini bisa dibilang mulai tercetus sejak setahun ke belakang," buka Erwin yang dulunya bermain untuk CLS Knights Surabaya di level profesional. "Kala itu, kami menemukan peluang untuk siswa DBL Academy belajar ke Amerika Serikat. Opsinya ada beberapa kala itu, namun kami akhirnya sepakat dengan Impact Basketball."

"Richie adalah salah satu siswa yang berkembang pesat selama di DBL Academy. Ia juga punya semangat tinggi untuk terus berkembang. Orang tua Richie pun antusias dengan program ini dan disepakati berangkat dan belajar di sana," imbuhnya.

Richie sendiri bergabung dengan DBL Academy sejak 2016. Kala itu, Richie masih berusia 10 tahun dan baru mengenal basket saat DBL Academy menggelar acara di sekolah dasar tempat Richie bersekolah, SD Merlion Surabaya. 

Richie sendiri juga sempat mengalami ketergantungan bermain gawai (gadget). Namun, basket membuat Richie menemukan dunia baru yang ia gemari. Kini, hampir tiap hari Richie bermain basket. Sebagai siswa SMA Gloria 1 Surabaya, Richie mengikuti Honda DBL Camp 2022 dan lolos ke babak 28 besar sebagai wild card.

"Saya sempat berbincang dengan Founder dan CEO DBL Indonesia, Mas Azrul Ananda, mengenai perkembangan basket Richie," terang Tony Martono, Ayah Richie. "Dari sana, beliau bilang bahwa untuk naik level, ada baiknya Richie belajar ke Amerika Serikat jika ada kesempatan. Oleh karena itu, saat DBL Academy membantu terbukanya kesempatan ini, saya tak ragu untuk memberangkatkan Richie."

"Tentunya saya berharap Richie bisa berkembang semakin baik selama di sana. Saya harap, ia bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya untum menjadi pemain lebih baik lagi. Puncaknya, saya dan Richie ingin suatu saat melihat ia membela tim nasional Indonesia di level internasional. Ya semoga Richie bisa bermain di level internasional," pungkasnya.

Richie akan menjalani program latihan selama total dua bulan. Bisa dibilang, ini adalah program selama libur musim panas di Amerika Serikat. Secara berkala, Richie akan ditingkatkan kemampuan fundamentalnya hingga pemahaman bermain secara tim. Perkembangan latihan Richie selama dua bulan ke depan bisa Anda terus lihat di Mainbasket.com. (DRMK)

Foto: Dokumentasi DBL Academy

Populer

Generasi Jalen, Nama yang Mendominasi NBA Saat Ini
Lakers Bongkar Roster, Austin Reaves Paling Tua di Usia 28 Tahun
Curry Brand dan Li-Ning Luncurkan Logo Baru, UA "Jual Rugi" Curry 13
Ditukar Celtics ke Sixers, Jaylen Brown Antusias Tapi Kecewa
Tim Hardaway Tidak Izinkan Putranya Pakai No. 10 di Miami Heat
Buka Lembaran Baru, Ja Morant Pakai No. 1 di Portland Trail Blazers
Satria Muda Lanjutkan Dominasi Atas Hornbills di IBL
Ewing Athletics (Akhirnya) Kenalkan Seri Baru sejak 2012
Kembalinya Leonard ke Toronto Jadi Daya Tarik Rekan-rekannya
Setim dengan Joel Embiid, Komentar Lama Jaylen Brown Jadi Sorotan