James Harden Menyerah atas Rockets

| Penulis : 

Sepanjang jeda musim lalu hingga awal musim ini, spekulasi menegnai masa depan James Harden di Houston Rockets terus bergaung di NBA. Beberapa sosok yang dekat dengan James sempat mengungkapkan pendapat mereka, beberapa jurnalis NBA juga kerap mendapat laporan-laporan dari sumber dalam tim mereka, namun James terus bungkam.

Baru setelah kekalahan kedua atas Los Angeles Lakers secara beruntun, Selasa, 12 Januari 2021, waktu setempat, James akhirnya buka suara. Rockets tak hanya kalah beruntun atas Lakers, dua kekalahan ini juga terjadi dengan skor telak dan nyaris tanpa perlawanan berarti. Di gim kali ini, James mencetak 16 poin, 7 rebound, dan 6 asis salaam 30 menit.

"Kami tidak cukup bagus. Secara chemistry dan talenta pemain keseluruhan, kami tidak cukup bagus,” buka James kepada awak media di jumpa pers usai gim. “Dua pertandingan terakhir menunjukkan segalanya. Kami melawan tim veteran yang cukup baik dan tak bisa memberi perlawanan. Saya cinta kota ini. Saya benar-benar sudah melakukan segalanya yang saya mampu. Namun, situasinya kacau dan saya rasa ini tidak bisa diperbaiki, terima kasih."

(Baca juga: Akhir Drama James Harden Masih Misterius)

Kalimat ini diyakini adalah bendera putih James atas Rockets. Sejak datang ke tim yang identik dengan warna merah ini pada musim 2012 – 2013, James telah menjadi poros utama tim. Sepanjang perjalanan ini pula, manajemen Rockets berusaha membangun tim yang mumpuni untuk mendukung pemain berjenggot tebal ini. Namun, prestasi Rockets terbaik adalah lolos ke final Wilayah Barat.

Musim ini, Rockets melakukan perombakan besar. Seiring mundurnya manajer umum yang membawa James ke Rockets, Daryl Morrey, Rockets juga mengalami perubahan di posisi kepala pelatih seiring perginya Mike D’Antoni. Sebagai gantinya, asisten pelatih Dallas Mavericks, tim yang memiliki offensive rating terbaik musim lalu, Stephen Silas, didatangkan.

Namun, beberapa laporan menyebutkan bahwa James dan Russell Westbrook yang kala itu masih berstatus pemain Rockets tidak dilibatkan dalam pencarian kepala pelatih baru Rockets. Westbrook sendiri akhirnya hengkang dari Rockets melalui pertukaran yang membawa John Wall musim ini membela Rockets.

Tak hanya Wall, Rockets juga mendatangkan dua pemain penting yakni Christian Wood dan DeMarcus Cousins. Sayangnya, di awal musim ini, dalam sembilan gim, Rockets hanya meraih tiga kemenangan. Akan tetapi, dalam deretan kekalahan mereka tersebut, mayoritas terjadi saat Rockets tak turun dengan skuat penuhnya.

Pun demikian, banyak pengamat meyakini bahwa ucapan James bukanlah tentang ia menyerah atas peluang Rockets musim ini. Semua ini tidak lebih dari cara James untuk berpindah tim karena Rockets tampaknya tidak serius untuk memindahkan pemain bintang mereka ke tim lain. Adapun tim yang dikaitkan dengan James adalah Philadelphia 76ers, Boston Celtics, dan Brooklyn Nets. (DRMK)

Foto: NBA

Populer

Kontrak LeBron James Tercatat Sebagai Pemotongan Gaji Terbesar Dalam Sejarah NBA
New York Knicks Dikabarkan Menolak LeBron James
Sixers Bertabur Skuad Mewah Menjelang NBA 2026-2027
Pro dan Kontra LeBron ke Sixers, Kevin Durant Pasang Badan
Tak Dapat "King James", Cavs Merekrut "Super Mario"
Menyusul LeBron ke Sixers, Kentavious Caldwell-Pope Incar Cincin Ketiga
Tim Putra & Putri DBL All-Star ke Playoff National Summer Classic 2026
Reaksi Pemain 76ers dan Dunia NBA Setelah LeBron James Merapat ke Philadelphia
DeRozan, Beal, Hingga Klay Masuk Rencana Cadangan Heat
Alasan LeBron James Merapat ke Philadelphia 76ers