GMC Balas Kekalahan atas Flying Wheel

| Penulis : 

GMC Cirebon menang 55-52 atas Flying Wheel Makassar, di GOR Sahabat, Selasa, 2 April 2019. Kemenangan ini sekaligus membalas kekalahan GMC atas Flying Wheel di seri sebelumnya. GMC juga mengakhiri catatan buruk dengan lima kali kalah berturut-turut.

Ketegangan terjadi saat laga memasuki kuarter keempat. Akurasi tembakan yang buruk membuat GMC tidak mencetak poin selama dua menit. Sebaliknya, Flying Wheel berkali-kali menambah poin setelah berhasil menerobos area kunci. Lay-up Azizah Abas dan Jumriah di pertengahan kuarter keempat, membawa Flying Wheel memimpin enam poin (47-41).

Keunggulan Flying Wheel tidak bertahan lama. GMC bisa membali keadaan menjadi 50-47, lewat tiga kali tripoin beruntun. Satu menit kemudian, Flying Wheel menyamakan kedudukan, 50-50, lewat tripoin Virza Rozaku.

Drama masih berlanjut di sisa satu menit terakhir. Lay-up Nurlela Azhara membuat GMC memimpin 52-50. Lagi-lagi skor sama kuat terjadi setelah Jumriah memasukkan dua tembakan bebas. Namun perlawanan Flying Wheel berakhir setelah Sinta Ramadhani menambahkan dua poin di sisa 43 detik. Strategi sacrifice-foul Flying Wheel di detik-detik terakhir gagal membuahkan hasil.

Christie Apriani Rumambi mencetak 15 poin untuk GMC. Sedangkan di kubu Flying Wheel, Virza Rozaku dobel-dobel dengan 12 poin dan 15 rebound, disusul Azizah Abas 16 poin, dan Jumriah 11 poin.

Selanjutnya, GMC menghadapi Merpati Bali, Rabu, 3 April 2019. Sementara itu, Flying Wheel akan bertanding melawan Scorpio Jakarta, Kamis, 4 April 2019. (tor)

Foto: Mei Linda

Populer

Fakta Menarik Di Balik 10 Kemenangan Beruntun Knicks di Playoffs NBA 2026
Donovan Mitchell Tidak Kaget Rocket Arena Dikuasai Penggemar Knicks
Cavaliers Hanya Punya Satu Peluang, James Harden Menolak Menyerah
3-0! Knicks Selangkah Lagi Menuju Final NBA 2026
Ditukar Sixers di Tengah Musim, Sekarang Jared McCain Malah Bersyukur
Caron Butler Dampingi Erik Spoelstra di Miami Heat
Gordon Hayward Pensiun Setelah Frustasi di Musim Terakhirnya
Spanduk Juara NBA Bulls Musim 1992-93 Kini Diperebutkan Kolektor
Thunder Tak Beri Kesempatan Lakers Bernafas
Penampilan Klasik James Harden Selamatkan Cavaliers di Gim 3