Dillon Brooks Akui Persona The Villan Sempat Ganggu Grizzlies

| Penulis : 

Dillon Brooks memiliki reputasi sebagai pemain yang kerap memancing emosi lawan. Ia pun mendapat julukan sebagai The Villain. Tetapi reputasinya tersebut sempat menimbulkan masalah saat Brooks masih menjadi pemain Memphis Grizzlies.

Brooks memang sudah meninggalkan Memphis sejak Juli 2023. Dalam bursa transfer musim panas itu, Grizzlies mengirim Brooks ke Houston Rockets dalam kesepakatan sign and trade. Setelah dua musim di Houston, Brooks ditukar ke Phoenix Suns melalui transaksi tujuh tim sebagai proses perpindahan Kevin Durant.

Saat hadir dalam siniar PLYR2PLYR milik NBPA itu, Brooks menjelaskan karakter keras yang ditampilkan selama pertandingan tidak sepenuhnya mencerminkan kehidupannya di luar lapangan.

Baca juga: Ada Sisi Baik, Dillon Brooks Tidak Masalah Jadi Sosok Musuh di NBA

“Hal yang sering disalahpahami orang adalah saya bukan orang yang mereka lihat di lapangan. Itu seperti karakter lain yang bisa saya tampilkan. Kalau saya menjadi orang seperti itu dalam kehidupan sehari-hari, tidak akan ada yang mau berada di dekat saya,” kata pemain asal Kanada itu.

Reputasi Brooks sebagai musuh semakin melekat ketika ia membela Grizzlies dan terlibat perseteruan dengan LeBron James dalam Playoff NBA 2023. Gaya bermain agresif serta kebiasaannya melontarkan komentar provokatif membuatnya kerap menjadi sasaran kritik penggemar.

Brooks mengaku sebagai sosok yang lebih santai ketika tidak sedang bermain basket. Ia lebih memilih menghabiskan waktu mengurus keluarga dan mempelajari berbagai hal baru di luar olahraga yang telah menjadi bagian besar hidupnya.

Pemain 30 tahun itu kemudian menjelaskan bahwa reputasi sebagai The Villain bukanlah hal yang mudah. Saat masih membela Grizzlies, Brooks merasa persona tersebut mempengaruhi hubungan antar pemain dan suasana tim.

Baca juga: Dillon Brooks Antusias Lawan LeBron di Hari Ulang Tahun

“Bagi saya, awalnya itu sulit karena saya merasa hal tersebut mengganggu kebersamaan dan kekompakan tim ketika masih di Memphis. Jadi, saya sebenarnya tidak ingin menjadi musuh,” ujar Brooks.

Namun, Brooks mulai memahami cara mengendalikan karakter tersebut. Ia melihatnya sebagai bagian dari identitas kompetitif yang dapat dimunculkan ketika dibutuhkan. Ia juga tidak perlu membawanya ke kehidupan pribadi.

Brooks malah tidak terganggu dengan persona tersebut. Justru itu sebagai salah satu cara untuk menjaga motivasinya bersaing di liga. Menurutnya ada tantangan untuk membuktikan ucapannya di lapangan.

“Saya menganggap diri saya sebagai musuh. Itu membuat saya tetap termotivasi di setiap pertandingan. Saya bisa banyak bicara tentang siapa pun, tetapi kemudian saya harus membuktikannya di lapangan,” ucapnya. (rag)

Foto: NBA

Populer

Pablo Torre Mulai Selidiki Fasilitas Helikopter LeBron dari Fanatics
Walker Kessler Kembali ke Lapangan, Tampil Sesuai Harapan Lakers
Steve Kerr Belum Puas Meski Warriors Bisa Kalahkan Lakers
Warriors Atasi Defisit 20 Poin untuk Tumbangkan Lakers
Tyronn Lue Berharap Yuki Kawamura Tetap di Clippers
Clippers Melepas Yuki Kawamura
Klay Thompson Temukan Semangat Baru di Miami Berkat Erik Spoelstra
Kawhi Leonard Tampil di Toronto, Kebugaran Belum Maksimal
IBL 2027 Tetap Kandang-Tandang, Kurangi Jumlah Pemain Asing
Giannis dan Heat Siap Memasuki Musim Reguler Pekan Depan