Klay Thompson memilih Miami Heat dalam lanjutan perjalanan kariernya. Reputasi Klay sebagai penembak jitu membawa harapan bagi penggemar Heat. Tetapi Draymond Green, yang merupakan mantan rekan Klay di Golden State Warriors, mengingatkan agar tidak memasang ekspektasi terlalu tinggi.

Klay meninggalkan Dallas Mavericks setelah menyepakati buyout. Kemudian Klay bergabung dengan Heat dengan kontrak senilai 11,5 juta Dolar AS yang berdurasi dua tahun. Kehadiran Klay membuat Heat menjadi sorotan seiring dengan langkah tim yang sebelumnya mendatangkan Giannis Antetokounmpo.

Dengan langkah tersebut, Klay juga reuni dengan Andrew Wiggins. Keduanya menjadi bagian dari dinasti Warriors yang meraih empat gelar dala kurun waktu delapan musim. Wiggins ditukar ke Miami sebagai ganti untuk Jimmy Butler pada Februari 2025.

Baca juga: Klay Thompson Bakal Jalani Musim Penebusan Bersama Heat

Berbicara melalui kanal YouTube miliknya yang berjudul The Draymond Show, sebenarnya Draymond mendukung langkah Klay bergabung dengan Heat. Bahkan Draymond menilai Klay akan bahagia di Florida.

Kemudian Draymond menyoroti karakter Klay yang selama ini mempunyai gaya sendiri. Menurutnya hal itu menarik untuk dinanti karena Klay nantinya harus mengikuti standar yang diterapkan Heat di bawah Presiden Pat Riley dan pelatih Erik Spoelstra.

“Saya mengatakan, 'Oh, soal Heat Culture itu.' Saya tidak tahu bagaimana itu akan berjalan untuk Klay karena Klay berjalan dengan iramanya sendiri. Saya ingin melihat bagaimana itu cocok dengan Heat Culture,” ucap Defensive Player of the Year 2017.

Tetapi kekhawatiran Draymond bukan soal kemampuan adaptasi Klay. Ia justru meminta publik berhenti menganggap Klay masih berada di performa terbaiknya. Draymond tidak ingin ekspektasi terhadap Klay terlalu tinggi karena reputasinya yang pernah menjadi ‘Splash Brother’ bersama dengan Stephen Curry.

Baca juga: Klay Thompson Jadi Penyebab DeRozan Tidak Jadi ke Miami

Draymond bahkan membandingkan situasi Thompson dengan Ray Allen ketika bergabung dengan Heat. Ia meminta publik melihat Thompson sebagai veteran yang masih memiliki kemampuan menembak elite. Bukan sebagai pemain yang harus kembali menjadi bintang seperti di masa jayanya.

“Seakan-akan ini adalah Klay Thompson versi 2018. Alasan saya tidak menyukainya karena saya merasa semua orang sedang membuat Klay berada dalam posisi untuk gagal. Berhentilah bersikap seolah-olah Klay versi 2017 yang pergi ke Miami,” tegas Draymond.

Penurunan performa Klay memang terlihat dalam beberapa musim terakhir. Bersama Mavericks pada musim 2025-2026, ia mencatat rata-rata 11,7 poin, 2,1 rebound, dan 1,4 asis per gim dengan 38,3 persen tripoin.

Meski statistiknya menurun, kemampuan Thompson sebagai penembak jarak jauh tetap menjadi alasan utama Heat merekrutnya. Mereka membutuhkan pemain yang mampu membuka ruang bagi Giannis dan Bam Adebayo. (rag)

Foto: NBA

Populer

Jonathan Kuminga Pilih Gabung Timberwolves
Josh Hart Ingin Bertahan, Knicks Menghadapi Dilema Kontrak Besar
Status Abu-abu, Kawhi Leonard Malah Bikin Lagu 
Proyek NBC Dianggap Gagal, Michael Jordan Kembali "Bersembunyi"
Pengakuan Jujur Lonzo Ball Tentang Ayahnya
Sosok Legendaris yang Hadir di Kamp Mini Lakers di Slovenia
Raptors Siapkan Logo Baru Terinspirasi Kyle Lowry
Klay Thompson Bakal Jalani Musim Penebusan Bersama Heat
Bennedict Mathurin Gabung Pelicans dengan Kontrak Dua Tahun
Warriors Sematkan Pita "Nellie" di Seragam Musim 2026-2027