Kabarnya, manajemen New York Knicks menginginkan Karl-Anthony Towns (KAT) untuk mengikuti contoh Jalen Brunson saat menegosiasikan kontrak berikutnya. Sebab, Knicks ingin KAT mau menerima kontrak kurang dari nilai maksimal perpanjangan kontrak empat tahunnya sebesar 272 juta Dolar AS, agar tim inti juara mereka tetap bersatu.
Menurut reporter NBA Evan Sidery, Knicks yang merupakan juara NBA 2026, diperkirakan akan meminta Towns untuk menerima potongan gaji yang menguntungkan tim daripada menandatangani perpanjangan kontrak penuh empat tahun senilai 272 juta Dolar AS yang saat ini berhak ia dapatkan. Pasalnya, manajemen New York memandang pengorbanan finansial Brunson sebelumnya sebagai preseden untuk mempertahankan inti tim juara mereka.
Towns berhak menerima sekitar 57,1 juta Dolar AS untuk musim 2026-2027 dan memiliki opsi pemain senilai sekitar 61 juta Dolar AS untuk musim 2027-2028. Kontraknya saat ini berasal dari perpanjangan kontrak supermax empat tahun senilai 224 juta Dolar AS yang ia tandatangani dengan Minnesota Timberwolves pada tahun 2022. Knicks mengakuisisi Towns dari Minnesota pada Oktober 2024 sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tiga tim.
Towns baru saja menyelesaikan musim keduanya bersama Knicks setelah membantu tim tersebut memenangkan kejuaraan NBA pertama mereka sejak tahun 1973. Pemain All-Star enam kali ini mencetak rata-rata 20,1 poin, 11,9 rebound, dan 3,0 asis dalam 75 penampilan musim reguler, dengan persentase tembakan 50,1 persen dan 36,8 persen tripoin.
Ia tetap menjadi bagian penting dari lini depan New York sepanjang perjalanan mereka meraih gelar juara, dengan rata-rata 15,9 poin, 10,6 rebound, dan 4,9 asis dalam 19 pertandingan playoff. Towns mencetak 55,1 persen dan 45,6 persen dari luar garis tripoin selama babak playoff.
Membayar Towns sebesar 272 juta Dolar AS secara penuh akan menambah komitmen jangka panjang besar lainnya pada skuad yang sudah mahal. Saat ini New York memiliki Brunson, Bridges, Anunoby, dan Hart yang terikat kontrak bersama Towns, dengan proyeksi pengeluaran gaji tim yang akan tetap jauh di atas batas gaji.
Pembatasan "apron" NBA dapat membatasi kemampuan tim-tim yang banyak mengeluarkan uang untuk menggabungkan gaji dalam perdagangan pemain, menggunakan pengecualian tertentu, dan melakukan langkah-langkah lain dalam membangun susunan pemain.
Oleh karena itu, kota-kota yang menerima kurang dari jumlah maksimum dapat membantu New York mempertahankan lebih banyak fleksibilitas sambil berupaya menjaga susunan tim juaranya tetap utuh.
Sebelumnya, Presiden Knicks, Leon Rose, memuji Brunson saat itu karena menunjukkan kesediaan untuk berkorban demi organisasi dan rekan-rekan setimnya.
Fleksibilitas itu membantu New York mengelola kontrak-kontrak mahal yang melekat pada tim inti yang beranggotakan Towns, Brunson, OG Anunoby, Mikal Bridges, dan Josh Hart.
Keputusan Brunson pada akhirnya mendahului musim bersejarah Knicks pada 2025-2026, di mana mereka memenangkan Piala NBA dan kejuaraan liga pertama mereka dalam 53 tahun.
Jika mengambil asumsi yang sama, maka keputusan Towns dapat menentukan masa depan keuangan Knicks. (tor)
Foto: Bleacher Report