Timnas 3x3 Putri Indonesia baru saja mengikuti FIBA 3x3 Women’s Series Batam 2026. Meski hasilnya belum sesuai harapan, namun turnamen ini menjadi bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026.
Indonesia kalah 12-21 saat hadapi Ulaanbataar Amazons Mongolia pada laga pertama. Selanjutnya takluk 10-19 atas Thailand. Langkah Indonesia tidak lanjut di hari kedua atas kekalahan dari kedua tim yang merupakan deretan tim elite dunia di Women’s Series ini.
Namun kepala pelatih timnas 3x3 putri Indonesia, Deny Sartika, optimistis masih memiliki optimisme terhadap perkembangan pemain. Dia akan memaksimalkan waktu yang ada untuk memperkuat permainan tim sebelum bersaing di Asian Games 2026.
"Dua pertandingan di seri Batam ini, ada progres dibanding saat kami pulang dari China. Ketika tampil di Batam Stop ini, para pemain sudah bagus dari offense, defense, transisi, terus pemahaman taktik dari pelatih bisa dijalankan di lapangan," ungkap mantan pemain Bimasakti NikkoSteel Malang tersebut.
Menurut Deny, pihaknya akan terus melakukan pembenahan sampai menemukan permainan terbaik di Asian Games 2026 nanti.
"Setelah ini kami menatap kejuaraan 3x3 di Jepang. Setelah ini kami pulang, dan beberapa hari ke depan tim pelatih akan melakukan evaluasi. Semoga puncaknya di Asian Games," tegas Deny.
Asian Games 2026 akan berlangsung di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Pada Asian Games tahun ini, khusus 3x3 sesuai regulasi hanya pemain U23 tahun yang boleh ambil bagian.
Dari empat pemain yang bertanding di Batam Stop, usia tiga pemain sesuai regulasi yaitu, Diva Intan, Thasya Heri, dan Lidwina Ruth, sementara Ayu Sriartha sudah memasuki 27 tahun. (tor)
Foto: fiba3x3.com