Nikola Jokic tidak buru-buru melakukan perpanjangan kontrak dengan Denver Nuggets. Bukan karena Jokic ingin meninggalkan tim. MVP NBA tiga kali itu melakukan strategi finansial yang membuatnya berpotensi memperoleh kontrak dengan nilai terbesar dalam sejarah NBA.
“Nuggets mengetahui bahwa Jokic berencana membahas kontraknya dan memahami keputusan Jokic untuk menundanya. Hal tersebut didorong oleh pertimbangan finansial,” kata sumber internal kepada ESPN.
Jokic sebenarnya sudah memenuhi syarat untuk menandatangani kontrak maksimal berdurasi empat tahun yang bernilai 278 juta Dolar AS. Tetapi jika ia menunggu hingga tahun depan, Jokic bisa memperoleh kontrak lima tahun dengan nilai 359,2 juta Dolar AS.
Baca juga: Nuggets Bersiap Membongkar Roster, Hanya Nikola Jokic yang Tak Tersentuh
Nilai tersebut diproyeksikan menjadi kontrak paling mahal di NBA. Saat ini rekor kontrak tertinggi dipegang oleh Jayson Tatum dengan 314 juta Dolar AS untuk lima tahun. Kontrak itu disahkan pada 1 Juli 2024. Nilai tersebut melampaui Jaylen Brown 304 juta Dolar AS.
Adapun Jokic sebenarnya berada di jajaran kontrak tertinggi. Pemain 31 tahun itu saat ini sedang terikat kontrak 276 juta Dolar AS pada 8 Juli 2022. Kemudian Shai Gilgeous-Alexander dengan 71,25 juta per tahun dalam kontrak 285 juta Dolar AS untuk empat tahun.
Meski memilih menunda negosiasi, Jokic menegaskan komitmennya untuk Nuggets. Setelah membela Serbia di Kualifikasi Piala Dunia FIBA 2027, Jokic menyampaikan keinginannya untuk menghabiskan karier di Denver.
Baca juga: Nikola Jokic Lebih Kalem Ketimbang Giannis Antetokounmpo Dalam Menyikapi Kontrak
“Keinginan saya adalah bertahan di Denver sepanjang karier. Kemungkinan besar saya akan menandatangani kontrak tahun depan,” kata peraih All-NBA delapan kali tersebut.
Pernyataan tersebut sekaligus meredam berbagai spekulasi yang berkembang mengenai masa depan Jokic. Bagi manajemen Nuggets, keputusan ini lebih dipandang sebagai langkah bisnis ketimbang sinyal Jokic mencari tantangan baru.
Performa Jokic masih dalam level elite. Ia merupakan runner up MVP NBA 2026. Musim lalu Jokic mencetak rata-rata 27,7 poin, 12,9 rebound, dan 10,7 asis per gim. Jokic enam musim beruntun masuk dalam finalis MVP dan tiga kali menyabet trofi Michael Jordan.
Dengan sisa kontrak yang berlaku, Nuggets tidak berada dalam tekanan untuk segera mencapai kesepakatan baru. Kedua belah pihak tampaknya sepakat menunggu waktu yang lebih menguntungkan secara finansial sebelum menandatangani kontrak baru. (rag)
Foto: Matthew Stockman/AFP