Boston Celtics memicu reaksi mengejutkan dari komunitas NBA setelah menukar Jaylen Brown ke Philadelphia 76ers. Tentu saja ini memicu reaksi penggemar, yang mendesak manajemen Celtics untuk memberikan penjelasan. Pihak Celtics rencananya akan mengadakan konferensi pers pada hari Senin (6/7) waktu AS. Tetapi sebelum itu, mantan pemain Celtics, Gordon Hayward mencoba memberikan penjelasan yang masuk akal di balik keputusan Brad Stevens. 

Dalam sebuah transaksi besar, Celtics mengirim Jaylen Brown ke Philadelphia sebagai imbalan untuk Paul George dan beberapa pilihan draft. Manajemen Boston akan secara resmi membahas transaksi tersebut selama konferensi pers pada hari Senin setelah moratorium liga dicabut, yang menandai berakhirnya masa jabatan Brown bersama franchise tersebut. Moratorium liga membuat transfer itu sendiri tidak mungkin diresmikan sebelum hari Senin, waktu AS.

Konferensi pers akan dilakukan oleh presiden operasi bola basket Brad Stevens, bersama pemilik mayoritas baru Celtics, Bill Chisholm. Mereka akan membahas seluruh aktivitas di luar musim, termasuk pertukaran Brown.

Namun sebelum konferensi pers tersebut, ada Gordon Hayward yang berbicara tentang bagaimana analisis data memengaruhi keputusan Brad Stevens di Celtics. Hayward hanya bermain untuk Stevens di NBA selama masa baktinya di Celtics. Namun, ia juga terhubung dengan Stevens selama masa mereka sebagai duo utama di Universitas Butler. Hayward adalah pemain bintang sementara Stevens adalah kepala pelatih yang menjanjikan.

Keduanya berhasil masuk NBA, dengan Hayward menjadi All-Star dan Stevens menjadi salah satu pelatih terbaik di liga. Stevens kemudian menjadi pengambil keputusan utama Boston, memimpin mereka meraih gelar juara pada tahun 2024 dengan susunan pemain yang ia bangun.

Sebagian besar pemain dalam skuad itu didukung oleh analisis data. Dengan pemain seperti Derrick White yang tidak dihargai sebelum bergabung dengan Celtics, Stevens terus menemukan pemain-pemain berbakat yang membantu mereka memenangkan kejuaraan.

Kini, Hayward yakin mengatakan bahwa Stevens mengandalkan analisis data sebagai kekuatan pendorong dalam pengambilan keputusannya. Itulah mengapa Hayward tidak terkejut dengan hasil analisis yang tidak lagi mendukung posisi Brown di Celtics.

"Saya pikir dia mempertimbangkan sebanyak yang dia butuhkan. Saya pikir Brad sangat cerdas. Saya dapat memberi tahu Anda dari pengalaman langsung bermain untuknya di perguruan tinggi dan Celtics. Saya pikir Brad pasti melihat analitik, menggunakan analitik, dan kemudian membuat keputusan berdasarkan itu dan intuisinya," kata Hayward tentang Stevens di SiriusXM NBA Radio.

Kini, sorotan tertuju pada Stevens setelah melakukan pertukaran pemain besar-besaran ini. Hal ini mengejutkan banyak orang, terutama karena dari sudut pandang luar, pertukaran ini tampak seperti upaya untuk mengurangi beban gaji.

Berdasarkan pernyataan Hayward, maka bisa disimpulkan bahwa alasan utama yang dikemukakan tentang transfer Jaylen Brown dari Boston Celtics ke Philadelphia 76ers adalah analisis statistik. Menurut Hayward statistik Brown tidak sesuai dengan standar seorang bintang, sehingga Celtics benar untuk menukarnya.

Presiden tim Brad Stevens adalah pengambil keputusan utama untuk Celtics. Selain perannya sebagai eksekutif, ia juga dikenal sebagai salah satu pelatih terbaik dalam sejarah baru-baru ini. Mengingat era modern didorong oleh analitik, tidak mengherankan jika Stevens menggunakannya sebagai dasar pertimbangan. (tor)

Foto: Yahoo!Sports

Populer

Generasi Jalen, Nama yang Mendominasi NBA Saat Ini
Lakers Bongkar Roster, Austin Reaves Paling Tua di Usia 28 Tahun
Curry Brand dan Li-Ning Luncurkan Logo Baru, UA "Jual Rugi" Curry 13
Gordon Hayward Bela Brad Stevens Di Tengah Tekanan Penggemar Celtics
Ditukar Celtics ke Sixers, Jaylen Brown Antusias Tapi Kecewa
Tim Hardaway Tidak Izinkan Putranya Pakai No. 10 di Miami Heat
Buka Lembaran Baru, Ja Morant Pakai No. 1 di Portland Trail Blazers
Ewing Athletics (Akhirnya) Kenalkan Seri Baru sejak 2012
Satria Muda Lanjutkan Dominasi Atas Hornbills di IBL
Kembalinya Leonard ke Toronto Jadi Daya Tarik Rekan-rekannya