Kontrak Micah Nori sebagai kepala pelatih baru Portland Blazers menimbulkan kritik. Kesepakatan yang diberikan Blazers itu memicu kecaman dari Asosiasi Pelatih NBA (NBCA). Presiden NBCA J.B. Bickerstaff bahkan menyebut kontrak itu sebagai tamparan keras bagi profesi pelatih.
Bickerstaff tidak mendiskreditkan perekrutan dan kualitas Nori dalam kesempatan pertamanya sebagai kepala pelatih. Tapi Bickerstaff menilai struktur kontrak seperti ini berpotensi menurunkan nilai profesi pelatih NBA.
“Saya memahami kisah dan perjalanan yang Micah lalui hingga akhirnya mendapatkan kesempatan ini. Saya tidak ingin mengurangi momen yang seharusnya menjadi hal spesial untuknya, keluarganya, serta sebuah pekerjaan yang pantas ia dapatkan,” kata Bickerstaff.
Baca juga: Micah Nori Ditunjuk Sebagai Pelatih Portland Trail Blazers
Kontrak Nori memiliki struktur yang tidak biasa. Menurut laporan dari ESPN, Blazers hanya memberi kontrak satu tahun dengan jaminan. Kemudian ada opsi tim untuk tahun kedua dan ketiga dalam kesepakatan tersebut.
Kontrak itu juga memiliki gaji pokok di bawah harga pasar dan mencangkup intensif yang berdasarkan performa Blazers. Sehingga total pendapatan Nori sangat tergantung pada hasil yang dicapai oleh tim.
Saat Blazers merekrut Nori sebagai pengganti pelatih interim Tiago Splitter, berbagai kritik berdatangan. NBCA menilai peluang menjadi pelatih kepala sangat langka sehingga ada pemikiran mengambil kesempatan tetap lebih penting dibandingkan struktur kontrak.
Baca juga: Spurs Melaju ke Semifinal Wilayah Barat Setelah Menyingkirkan Trail Blazers
Menurut Bickerstaff, Nori berada dalam situasi yang tidak adil. “Sangat disayangkan ketika seseorang punya mimpi, dan dari sudut pandang kami, seolah-olah ada pihak yang memanfaatkan mimpi tersebut dan merendahkan nilai yang telah kami perjuangkan selama bertahun-tahun.”
Nori memulai karier kepelatihan pada 2009 ketika bergabung dengan Toronto Raptors. Ia mendapat peran sebagai asisten video, pemantauan, hingga staf kepelatihan penuh. Kemudian Nori bekerja untuk Kings, Nuggets, Pistons, dan terakhir sebagai asisten pelatih Timberwolves sejak 2021.
Bickerstaff menyoroti dampak jangka panjang dari kontrak semacam ini. “Coba pikirkan tentang pengorbanan, waktu, dan perkembangan yang telah dibantu dan diberikan oleh para pelatih NBA. Kemudian ada pihak yang mencoba merendahkan pekerjaan itu. Ini sangat mengecewakan.”
Sementara itu, pihak manajemen Blazers maupun perwakilan dari Nori menolak memberikan tanggapan dari NBCA. Balzers sendiri menutup NBA 2025-2026 dengan 42-40 dan kalah di ronde pertama. (rag)
Foto: David Berding/AFP