New York Knicks berhasil bangkit dan meraih kemenangan dramatis di Gim 1 Final Wilayah Timur 2026. Knicks mengalahkan Cleveland Cavaliers 115-104 melalui overtime. Pelatih Knicks Mike Brown mengakui perubahan strategi dengan berfokus menyerang James Harden.
Berdasarkan ESPN Analytics, Cavaliers memiliki peluang 99,9 persen menang dengan sisa waktu tujuh menit. Cavaliers memimpin 22 poin. Namun, perubahan terjadi dimulai dengan Jalen Brunson yang mengatur pergantian penjagaan terhadap Harden.
Brown menyadari bahwa Harden mulai kelelahan di kuarter keempat. Knicks kemudian terus memburu matchup yang mempertemukan Harden dan Brunson melalui skema pick and roll dan isolasi.
Baca juga: Overtime Lagi! Knicks Bangkit dari Defisit 22 Poin Untuk Kalahkan Cavs Di Gim 1
“Sama seperti kami harus mencoba mencari cara berbeda untuk menjaga Harden dan (Donovan) Mitchell. Mereka juag harus mencari cara yang lain untuk menjaga Jalen. Bukan rahasia lagi bahwa kami menyerang Harden,” kata Brown.
Strategi itu terbukti efektif karena Brunson menembus pertahanan Cavaliers berulang kali di sisa kuarter keempat dan babak OT. Knicks bangkit 44-11 dan berhasil merebut kemenangan pada Selasa (19/5) di Madison Square Garden, New York.
Brunson meraih 38 poin, 5 rebound, 6 asis, dan 3 steal. Ia membuat 15/29 tembakan yang setara dengan akurasi 51 persen selama 46 menit. Selama kuarter keempat saja, Brunson membukukan 15 poin.
Brown menambahkan bahwa keputusan menyerang Harden bukan suatu kebetulan. Ia memang melihat peluang itu ketika Harden mulai kehabisan energi akibat beban besar sebagai pengatur serangan utama Cavaliers.
Baca juga: Keputusan Kenny Atkinson di Momen Krusial Cavaliers Menuai Kritik
Kemudian, analisa itu datang dari pengalamannya selama enam musim sebagai asisten pelatih Golden State Warriors. Mereka menghadapi Harden di era Houston Rockets. Warriors kala itu kerap memaksa Harden bekerja keras di sisi pertahanan untuk menguras stamina dan menurunkan efektivitasnya di akhir pertandingan.
“Terus lah menjaga mereka dan memaksa melakukan dribel hingga akhir pertandingan. Itu membuat mereka kelelahan. Apakah itu membantu? Mungkin tidak. Tetapi dengan mengatakan hal-hal seperti itu adalah untuk memberi para pemain Anda sedikit keuntungan psikologis,” ucap Brown.
Selain itu, ada faktor kelelahan lainnya karena Cavaliers baru saja meraih kemenangan di Gim 7 melawan Detroit Pistons dua hari sebelumnya. Knicks lebih bersantai karena mereka menyapu bersih Philadelphia 76ers. (rag)
Foto: Sarah Stier/AFP