Jika LeBron James memutuskan untuk kembali ke NBA untuk musim berikutnya, ia akan menjadi pemain bebas transfer tanpa batasan. Menurut beberapa laporan, LeBron dan manajemen Los Angeles Lakers tampaknya memiliki ketertarikan bersama untuk mencapai kesepakatan musim panas ini. Pertanyaan utamanya adalah berapa banyak yang bersedia dibayarkan Lakers kepada LeBron dan berapa banyak yang diharapkan pencetak poin terbanyak sepanjang sejarah NBA tersebut. Selama musim 2025-2026, LeBron menghasilkan 52,6 juta Dolar AS dari opsi pemain yang dia gunakan musim panas lalu.
Dalam episode "Get Up" di ESPN pada hari Kamis, pekan lalu, pakar NBA Brian Windhorst menjelaskan bahwa satu-satunya cara agar LeBron bersedia menerima pemotongan gaji adalah jika Lakers menggunakan uang tambahan tersebut untuk membangun tim yang mampu bersaing memperebutkan gelar juara.
"Lakers punya masalah. Lakers tidak ingin kehilangan LeBron James. Mereka tidak ingin kehilangan 21 poin, tujuh rebound, dan tujuh assist per pertandingannya, tetapi mereka tidak ingin membayar 50 juta Dolar AS untuk itu, karena tim-tim lain di liga tidak akan menawar 50 juta Dolar AS. … Anda harus memberinya alasan untuk menerima pemotongan gaji dan menjelaskan bahwa ya, tim kalah 0-8 melawan Oklahoma City Thunder tahun ini, tetapi jika kita mengakuisisi pemain ini atau dua pemain ini dengan uang yang akan Anda tinggalkan, kita dapat mengatasi itu. Saya pikir LeBron akan terbuka untuk itu," kata Windorst.
Namun terlepas dari laporan dan klaim baru-baru ini, LeBron James sebenarnya tidak mempertimbangkan untuk menandatangani kontrak minimum di luar musim kompetisi. Tampaknya, mengambil kontrak yang menguntungkan tim bukanlah pilihan bagi LeBron James di musim panas ini.
Pakar NBA, Jake Fischer, mengklarifikasi klaim dalam pembaruan penting terbarunya seputar NBA, menepis laporan dan spekulasi dari banyak pihak bahwa pria berusia 41 tahun itu akan terbuka untuk menandatangani kontrak minimum.
"Tentu saja, sentimen dari orang-orang di liga adalah bahwa LeBron harus mempertimbangkan gaji minimum veteran. Saya ingin mengklarifikasi bahwa, menurut semua laporan, dia tidak akan mempertimbangkan hal itu," kata Fischer di Bleacher Report.
Shams Charania dari ESPN juga mengungkapkan bahwa LeBron James telah menerima banyak pertanyaan dari tim-tim yang berambisi meraih gelar juara menjelang dimulainya musim resmi NBA.
LeBron tetap sangat produktif di musim ke-23-nya yang memecahkan rekor, dengan rata-rata angka solid 20,9 poin, 7,2 asis, dan 6,1 rebound dalam 60 pertandingan. Terlepas dari cedera hamstring parah yang dialami Luka Doncic, ia tetap berhasil membawa Los Angeles Lakers ke babak kedua Playoff NBA, di mana mereka sayangnya disapu bersih oleh OKC Thunder.
Mengingat betapa bagusnya performanya di usia 41 tahun, LeBron tampaknya cukup yakin untuk mendapatkan gaji yang layak ia terima. Dan ini tentu saja berdampak pada beberapa tim yang dikabarkan sedang mengalami kesulitan keuangan dan ingin merekrutnya.
Sementara itu, jika LeBron memutuskan untuk bergabung dengan tim lain, juara NBA empat kali ini telah dikaitkan dengan Los Angeles Clippers, Cleveland Cavaliers, dan Golden State Warriors.
Clippers adalah tim yang paling kecil kemungkinannya untuk mendapatkan LeBron. Keuntungan utama bergabung dengan Clippers adalah dia bisa tetap tinggal di LA bahkan jika kesepakatan dengan Lakers tidak terwujud.
Lalu jika bergabung dengan Cavaliers, maka memungkinkan LeBron untuk mengakhiri kariernya di kota kelahirannya. Sedangkan jika bergabung dengan Warriors, maka akan memberi LeBron kesempatan untuk berjuang memperebutkan satu gelar juara NBA terakhir.
Saat ini, NBA masih menunggu kepastian apakah LeBron akan kembali untuk musim berikutnya atau apakah dia akan pensiun. (tor)
Foto: olympics.com