Pekan ke-13 musim reguler IBL 2026 ditutup dengan tumbangnya dua raksasa di klasemen, yaitu Pelita Jaya Basketball Jakarta dan Satria Muda Pertamina Bandung. Dengan kekalahan dua tim tersebut, membuat perebutan puncak klasemen semakin seru. Karena keduanya sama-sama punya peluang menutup musim sebagai juara musim reguler.
Pada pertandingan Minggu sore (3/5) di Sritex Arena, secara mengejutkan tuan rumah Kesatria Bengawan Solo menang dari Pelita Jaya dengan skor 84-71. Trio asing Kesatria, Kentrell Barkley, Rayvonte Rice, dan CJ Gettys, membukukan 60 poin dalam kemenangan tersebut. Kesatria juga mencetak 11 tembakan tripoin dari 27 percobaan yang mematikan tim tamu. Di sisi lain, keunggulan ofensif rebound yang dimiliki Kesatria, membuat mereka bisa mencetak 20 poin dari kesempatan kedua.
"Turnovers bukan penyebab kami kalah," ungkap pelatih Pelita Jaya, David Singleton, ketika ditanya tentang 12 turnover timnya. "Kami kalah karena tidak bertahan dengan baik, tidak memainkan permainan kami sendiri. Dari serangan, banyak tembakan yang tidak masuk Intensitas dan agresifitas harus diperbaiki lagi."
Di lain tempat, Satria Muda Pertamina tidak kuasa menahan gempuran Dewa United Banten. Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, di Bandung Arena, Satria Muda kalah 79-94 atas Dewa United. Sepanjang tiga kuarter, Satria Muda selalu dalam posisi tertinggal. Sementara di kuarter terakhir, mereka tidak kuat bangkit.
Dewa United sebenarnya bermain seperti biasa. Namun Satria Muda tidak bisa memecahkan zone defense yang dipakai Dewa United sepanjang pertandingan. Sebaliknya, Satria Muda tanpa Giorgi Bezhanishvili, yang cedera pergelangan kaki, hanya bisa pasrah saat Troy Gillenwater mengamuk dengan mencetak 23 poin. Sedangkan Donell Cooper II leluasa mendikte permainan dengan mencetak 32 poin dan 11 asis.
"Dua post up player lawan sulit dihentikan. Tetapi pemain saya tidak menyerah, kami sudah berusaha. Pandu (Wiguna) dan Julian (Chalias) bagus, tapi tidak cukup untuk membantu kami menghentikan post up player Dewa United," kata pelatih Satria Muda, Djordje Jovicic, setelah pertandingan.
"Field goals kami di bawah rata-rata. Dan banyak tembakan yang tidak masuk. Itu yang menjadi penyebab kekalahan kami kali ini," imbuhnya.
Dengan hasil di hari terakhir pekan ke-13 tersebut, maka Pelita Jaya dan Satria Muda harus saling berhadapan untuk memperebutkan puncak klasemen IBL 2026. Pelita Jaya memiliki rekor 16-2, sebaliknya Satria Muda punya rekor 15-3. Namun sebelum kedua tim bertemu di laga terakhir musim ini, Satria Muda harus berhadapan dengan Hangtuah Jakarta (6/5), dan Pelita Jaya menjamu Tangerang Hawks Basketball (9/5).
Dengan asumsi kedua tim memenangkan laga ke-19, maka di pertandingan terakhir, ketika Pelita Jaya dan Satria Muda bertemu, akan jadi penentuan puncak klasemen. Satria Muda bisa merebut puncak klasemen jika menang dengan selisih lebih dari enam poin. (tor)
Foto: IBL Indonesia