Kemenangan Luar Biasa Timberwolves Memecahkan Rekor OT NBA

| Penulis : 

Minnesota Timberwolves tidak bermain dengan kekuatan terbaiknya di Target Center pada Rabu (25/3). Timberwolves bisa meraih kemenangan epik atas Houston Rockets 110-108 melalui tambahan waktu (overtime). Dilalui dengan pukulan balik terbesar di babak OT dalam sejarah NBA pula.

“Mereka berjuang melalui banyak kesulitan. Seharusnya kami memenangkan pertandingan itu di waktu normal. Kami pantas menang. Kami tim yang lebih baik sepanjang gim. Kami memberi mereka kesempatan mencuri kemenangan. Tapi kami merebutnya kembali,” ungkap pelatih Timberwolves Chris Finch.

Timberwolves bermain dengan kekuatan seadanya. Anthony Edward cedera lutut dan sudah menepi dalam lima pertandingan beruntun. Ayo Dosunmu cedera betis. McDaniels mulai pincang di akhir kuarter keempat pun ditarik keluar.

Baca juga: Jaylen Brown Merasa Bertanggung Jawab Atas Kekalahan Celtics Dari Timberwolves

Tidak berhenti sampai disitu. Gobert dikeluarkan dari pertandingan karena pelanggaran. Di awal babak OT, Reid juga dikeluarkan dari gim karena memprotes wasit Scott Foster. Penggemar Timberwolves seakan sudah pasrah timnya kalah.

Tapi pertunjukan dramatis tersaji di akhir waktu normal. Timberwolves sejatinya dalam posisi lebih banyak memimpin. Dua tembakan gratis Kevin Durant memaksa Timberwolves memainkan lima menit tambahan.

Rockets menjaga momentum. Tim asuhan Ime Udoka itu melaju dengan sangat meyakinkan karena memimpin 13 poin yang menjadi margin terbesar Rockes di gim ini. Rockets seakan bisa memenangkan laga. Alih-alih frustasi, Timberwolves tetap fokus mengejar hingga akhir.

Baca juga: Timberwolves Lebih Mungkin Pindah ke Timur Jika Seattle dan Las Vegas Masuk

Timberwolves berhasil memangkas defisit dalam dua menit terakhir dengan melaju 15-0. Tidak ada tim NBA lain yang bisa mengejar defisit sebesar itu saat OT sejak liga mencatat play-by-play pertandingan pada musim 1997-1998.

“Kami memiliki pesaing sejati di sini. Para pemain yang menginginkan tantangan. Ini bukan pertama kalinya kami melakukan hal seperti ini. Ketika keadaan menjadi sulit, kami bersatu sebagai sebuah tim. Itu mengeluarkan potensi terbaik kami,” imbuh Julius Randle.

Jaden McDaniels memimpin Timberwolves melalui 25 poin dari 10/17 tembakan. Julius Randle mencetak 11/27 tembakan yang menghasilkan 24 poin, 6 rebound, dan 6 asis. Rudy Gobert dobel-dobel 14 poin, 14 rebound, dan 5 blok. Donte DiVincenzo memberikan 17 poin. Naz Reid dengan 14 poin dan 13 rebound dari bangku cadangan.

Timberwolves (45-28) mengejar Denver Nuggets (46-28) di posisi lima teratas. Rockets (43-29) semakin berjarak di posisi keenam. Timberwolves bertemu Detroit Pistons pada Sabtu (28/6) dan Rockets melawan Grizzlies pada Jumat (27/3). (rag)

Foto: David Berding/AFP

Populer

Marcus Smart Bongkar Alasan Tinggalkan Lakers
Stephen Curry Tegaskan Tak Ada Drama soal Kontrak di Warriors
Korea Selatan Hentikan Langkah Indonesia di Asian Games 2026
Janji Luka Doncic untuk Penggemar Lakers
Diisukan Pensiun, Lonzo Ball Masih Menunggu Tawaran Datang
Rob Pelinka: Lakers Berpisah dengan LeBron Secara Baik-baik
Kyrie Irving Pakai Nomor 11 di Boston Celtics
Daftar 12 Pemain Timnas Putra Indonesia untuk Asian Games 2026
Curry Rilis Kolaborasi dengan Wade Sembari Menunggu Sepatu Khas dari Li-Ning
Deretan Pelatih Baru dan Pelatih dengan Tim Baru di NBA 2026-2027