Bintang basket asal Slovenia, Luka Doncic, tampil luar biasa belakangan ini. Dia memimpin Los Angeles Lakers meraih sembilan kemenangan beruntun dalam periode akhir terpenting musim NBA 2025-2026. Namun di luar dari itu semua, Doncic melakukan sesuatu yang langka, dalam artian menempatkannya sejajar dengan Wilt Chamberlain dan di atas nama-nama seperti Michael Jordan, LeBron James, dan mendiang Kobe Bryant dalam periode tertentu.

Dalam rentetan sembilan kemenangan beruntun, Doncic rata-rata mencetak 40,0 poin, 8,4 rebound, dan 7,4 asis. Ia memiliki persentase tembakan 49,0 persen dari lapangan dan 40,3 persen dari tripoin, dengan persentase tembakan efektif (true shooting percentage) sebesar 63,6 persen. Tingkat mencetak poin dengan efisiensi seperti itu sulit dipertahankan. Melakukannya sambil memenangkan setiap pertandingan menjadikannya bersejarah.

Dengan demikian, tidak ada pemain lain dalam sejarah NBA yang mencapai level mencetak poin yang luar biasa ini sambil meraih kemenangan selain Wilt Chamberlain. Atas performa ofensifnya, Doncic bergabung dengan mendiang legenda tersebut dalam klub eksklusif.

Konteksnya membuat hal ini semakin kuat. Tujuh dari sembilan pertandingan tersebut melawan tim-tim dengan rekor kemenangan di atas 50 persen. Lima kemenangan terakhir diraih dalam situasi genting. Ini bukanlah pertandingan mudah atau kemenangan telak. Ini adalah pertandingan ketat di mana setiap penguasaan bola sangat berarti. Doncic mengendalikan semuanya.

Hal yang paling menonjol adalah beban mencetak poinnya. Ia mencetak 60 poin melawan Miami Heat. Luka juga menambahkan satu pertandingan dengan 51 poin dan dua pertandingan dengan 40 poin atau lebih. Secara total, ia mencatatkan 11 pertandingan dengan 40 poin atau lebih musim ini. Tingkat performa seperti itu memaksa pertahanan lawan untuk mengubah segalanya.

Konsistensi mendefinisikan performanya. Dia mencetak 30 poin atau lebih di semua sembilan pertandingan. Setiap pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan. Kombinasi itulah yang membedakan pencetak poin dalam jumlah besar dari pemain yang hanya mengontrol jalannya pertandingan. Doncic mendikte hasil pertandingan, bukan hanya sekadar mengisi lembar statistik.

Michael Jordan tidak pernah mencapai rentang waktu persis seperti ini. LeBron James tidak pernah mencapainya. Bahkan mendiang Kobe Bryant tidak pernah mencapainya. Meski tidak mengurangi warisan mereka, tapi ini menyoroti betapa sulitnya pencapaian seperti Chamberlain, dan sekarang Doncic.

Mulai dari mencetak poin, memberikan asis, hingga tampil gemilang di saat-saat krusial, Doncic merangkul momen tersebut untuk Lakers. Akibatnya, momentum mereka semakin tinggi menjelang 11 pertandingan terakhir musim ini, karena saat ini mereka berada di posisi ketiga di Wilayah Barat dengan rekor 46-25.

Performa gemilang Doncic dan Lakers berlanjut pada hari Senin (23/3) waktu AS, saat mereka menghadapi ujian berat melawan Detroit Pistons yang memimpin klasemen Wilayah Timur. (tor)

Foto: AP News

Populer

Finish Posisi Keenam, Indonesia Ukir Pencapaian Terbaik di Asian Games
JJ Redick Tegaskan Tidak Ada “Snowtime Lakers”
Tepati Janji, Stephen Curry Terima Perpanjangan Kontrak 2 Tahun dari Warriors
Korea Selatan Hentikan Langkah Indonesia di Asian Games 2026
Deretan Pelatih Baru dan Pelatih dengan Tim Baru di NBA 2026-2027
Rob Pelinka: Lakers Berpisah dengan LeBron Secara Baik-baik
Marcus Smart Bongkar Alasan Tinggalkan Lakers
Jalen Brunson Pulih Total, Siap Hadapi Musim Baru bersama Knicks
Dereck Lively II Belum Bisa Gabung Kamp Pelatihan Mavericks
Kyrie Irving Siap Tampil Setelah Absen 19 Bulan