Sejak bergabung dengan Golden State Warriors, Draymond Green telah meraih banyak kesuksesan. Menjadi bagian dari dinasti yang memenangkan beberapa gelar NBA bersama Stephen Curry dan kepala pelatih Steve Kerr. Namun, dalam beberapa musim terakhir, tim tersebut belum mampu kembali bersaing memperebutkan gelar juara. Green meluapkan kekesalannya saat Warriors semakin terpuruk, dan menjadi tim langganan babak Play-In.
Cedera dan inkonsistensi telah memainkan peran utama dalam kesulitan Golden State. Menjelang pertandingan melawan Dallas Mavericks, pada Senin (23/3) waktu AS, Warriors memiliki rekor 33-38 dan berada di peringkat ke-10 di Wilayah Barat, berada di zona Play-In.
"Saya muak dengan turnamen Play-In," kata Green, di The Draymond Green Show. "Sepertinya kami seperti magnet Play-In. Memang menyebalkan, tetapi sangat menyenangkan ketika Anda menginginkan kesempatan untuk masuk ke babak playoff.
Green menyampaikan perasaannya dengan jelas tentang situasi yang dialami timnya. Di podcast-nya, Green mengaku kecewa karena Warriors berulang kali harus tampil di babak Play-In. Tapi dia yakin, bahwa Warriors selalu menemukan jalan untuk bisa lolos dari babak tersebut.
"Kami tidak akan keluar dari Play-In, dan kami juga tidak akan terdegradasi dari Play-In. Jadi, kami masih berada di Play-In, dan itulah pesan pelatih Kerr kepada tim," tegas Green.
Green telah menghabiskan seluruh kariernya bersama Warriors, dan kini dia memainkan musim ke-13. Musim ini, Green telah tampil dalam 58 pertandingan, dengan rata-rata 8,5 poin, 5,6 rebound, dan 5,3 asis per pertandingan.
Prestasi yang pernah diraihnya meliputi empat gelar juara NBA, empat kali terpilih sebagai All-Star, dua kali masuk dalam tim All-NBA, sembilan kali masuk dalam tim All-Defensive, dan penghargaan Defensive Player of The Year 2017. (tor)
Foto: The New York Times