Loyalitas Tidak Berlaku Bagi James Harden

| Penulis : 

James Harden menjalani gim kandang pertamanya bersama Cleveland Cavaliers pada Rabu (11/2) dengan mengalahkan Washington Wizards 138-113. Rocket Arena, Cleveland menjadi rumah keenam dalam karier The Beard.

Harden pindah ke Cleveland melalui pertukaran pada awal Februari di menjelang akhir bursa transfer. Los Angeles Lakers mengirim Harden untuk Cavaliers dengan imbalan Darius Garland dan hak pilih ronde kedua.

Harden sudah mengalami tiga kali pertukaran dalam lima musim terakhir. Perpindahan MVP NBA 2018 itu ke Cavaliers memang tidak lepas dari kritik. Sebab, Harden yang meminta pertukaran tersebut. Harden merasa tidak puas dengan performa Clippers.

Baca juga: Duo Mitchell-Harden Tumbangkan Nuggets

Pertukaran itu membuat loyalitas Harden dipertanyakan. Sebaliknya, Harden tidak peduli dengan hal tersebut. Ia menilai loyalitas terlalu dilebih-lebihkan mengingat semua hal dalam liga merupakan bisnis.

“Menurut saya, seluruh hal yang disebut loyalitas itu terlalu dibesar-besarkan. Pada akhirnya ini adalah bisnis. Ada banyak uang yang terlibat. Banyak keputusan yang harus dibuat,” kata Harden dalam jumpa pers setelah pertandingan.

Terlepas dari upayanya mencari tim terbaik yang bisa membawanya sebagai juara NBA, Harden menuturkan bahwa keberadaan pemain juga sebagai aset yang bisa ditukar kapan saja sesuai kebutuhan tim.

Baca juga: Cavaliers Berharap James Harden Ciptakan Momentum Untuk Melaju ke Playoff

“Jika seorang pemain tidak menunjukkan performa yang baik, atau jika Anda tidak melihatnya sebagai masa depan tim, atau jika manajemen harus melakukan dan mempertahankan pekerjaan mereka, mereka harus melakukan yang terbaik untuk mempertahankan oekerjaan mereka dan melakukan pertukaran pemain,” jelas Harden.

Harden melalui sembilan musim dengan Houston Rockets yang merupakan tim terlama dalam kariernya. Kemudian masing-masing tiga musim dengan Oklahoma City Thunder dan Clippers. Paling sebentar di Brooklyn Nets dan Philadelphia 76ers. Dari enam tim itu, Harden hanya mencapai Final NBA sekali dengan Thunder pada 2012.

Maka dari itu, Harden lebih berfokus pada tujuannya meraih trofi Larry O’Brien. Juga mendapatkan nilai sesuai dengan kemampuannya. Harden merasa berhak memiliki nilai tinggi dalam kontraknya.

“Saya tidak kehilangan fokus untuk mencoba bersaing memperebutkan gelar juara. Kemudian secara finansial memastikan keluarga saya terurus. Mengerti maksud saya kan? Karena saya sangat cerdas dan banyak berkorban secara finansial, yang mana hal itu tidak dibicarakan dan tidak diakui. Tapi saya merasa puas dan senang,” pungkasnya.

Harden menjalani musim ke-17 dan melewatkan NBA All-Star 2026. Harden telah bermain 47 gim dengan empat gim terakhir untuk Cavaliers. Ia memiliki rata-rata 25 poin, 4,9 rebound, dan 8,2 asis. (rag)

Foto: NBA

Populer

Clippers Rekrut Pemain Tertinggi dan Terpendek di NBA Sekaligus
LeBron James Bocorkan Proyek Dokumenter Kariernya
Spurs Masih Percaya Pada De'Aaron Fox
Jadwal NBA 2026-2027 Rilis! LeBron Buat Sixers Jadi Sajian Utama
Yuki Kawamura dan Rui Hachimura Bersatu di Clippers
Ingin Fokus ke Miami Heat, Timnas Yunani Tanpa Giannis di Kualifikasi
Jalen Brunson Antusias Menyambut Laga Perdana Melawan 76ers
Tim 5x5 Putra Tampil di Asian Games 2026, Empat Pemain Gabung Pelatnas
Paling Cepat Jimmy Butler Kembali Sebelum Trade-Deadline
Masih Tanpa Klub, Russell Westbrook Tetap Santai