Serial dokumenter NBA yang bertajuk "Starting 5" tidak akan tayang lagi alias "bungkus". Netflix telah menghentikan serial tersebut setelah ditayangkan dua musim. Acara yang menjanjikan tampilan intim para bintang basket profesional, gagal mempertahankan minat penonton meskipun menampilkan beberapa bintang paling terkenal di olahraga ini.

"Starting 5" tayang perdana pada tahun 2024 dengan konsep ambisius. Pemirsa diajak untuk mengikuti lima pemain NBA elit sepanjang satu musim penuh. Menawarkan akses tak terbatas kepada penggemar ke kehidupan profesional dan pribadi mereka. Serial ini bertujuan untuk menangkap intensitas, drama, dan momen-momen di balik layar yang menjadi ciri khas kampanye bola basket yang melelahkan.

Musim perdana menampilkan jajaran bakat mengesankan yang dapat dikenali oleh setiap penggemar basket, yaitu LeBron James, Jimmy Butler, Jayson Tatum, Anthony Edwards, dan Domantas Sabonis. Meskipun memiliki daftar pemain bertabur bintang, serial ini kesulitan menemukan pemirsanya sejak awal, sehingga muncul pertanyaan tentang apakah konten basket dapat diterjemahkan secara efektif ke dalam format dokumenter streaming.

Metrik tersebut menggambarkan dengan jelas perjuangan "Starting 5" selama masa penayangannya. Musim pertama berhasil mengumpulkan 4,6 juta penonton antara Juli dan Desember 2024, sebuah debut yang cukup baik, namun kurang spektakuler untuk sebuah seri yang menampilkan beberapa nama besar di dunia basket.

Musim kedua menceritakan kisah yang sangat berbeda. Pada awal 2025, jumlah penonton anjlok hingga hanya 1 juta, mewakili penurunan drastis sebesar 78 persen. Penurunan drastis ini menandakan bahwa bahkan penggemar berat bola basket pun tidak akan kembali menonton musim selanjutnya.

Kegagalan acara ini untuk menembus daftar Top 10 mingguan Netflix yang didambakan selama dua musim, semakin menegaskan ketidakmampuannya untuk menciptakan sensasi atau mempertahankan momentum dalam lanskap streaming yang semakin kompetitif.

Kehancuran acara ini juga mencerminkan tren yang lebih luas dalam dunia streaming, di mana platform menjadi semakin selektif dalam memperbarui konten yang tidak menghasilkan jumlah penonton yang kuat. Dalam lingkungan di mana setiap acara harus memperhitungkan biaya produksinya, penurunan jumlah penonton "Starting 5", membuat keputusan untuk menghentikan acara tersebut jadi hal yang mudah dilakukan.

Serial dokumenter "Starting 5" yang di-"bungkus" oleh Netflix memberikan wawasan berharga tentang tantangan program olahraga di era streaming. Meskipun memiliki akses ke beberapa atlet bola basket paling laku dan dukungan sumber daya produksi Netflix, serial ini tidak dapat menemukan tempatnya di hati penonton.

Sementara itu, kontras antara "Starting 5" dan tayangan olahraga Netflix lainnya sangat mencolok. Platform ini telah meraih kesuksesan besar dengan dokumenter atlet di liga lain, menunjukkan bahwa masalahnya bukan pada konten olahraga itu sendiri, melainkan mungkin pada eksekusi atau daya tarik streaming olahraga tersebut.

Serial "Quarterback", yang mengikuti para pemain NFL sepanjang musim mereka, memikat penonton dengan cara yang tak pernah dilakukan "Starting 5". Serial yang berfokus pada sepak bola Amerika ini meraih 12,7 juta penonton yang mengesankan tak lama setelah dirilis, lebih dari dua kali lipat total penayangan acara bola basket tersebut di musim pertama.

Yang lebih sukses lagi adalah "Drive to Survive", serial dokumenter Formula 1 Netflix yang telah menjadi fenomena budaya. Program balap ini mencapai 10,4 juta penonton dan secara luas diakui telah memperluas basis penggemar F1 di Amerika secara signifikan. Pendekatan sinematik dan penceritaan dramatis acara ini telah menetapkan standar tinggi untuk dokumenter olahraga. (tor)

Foto: Global Grind

Populer

Lonzo Ball Mungkin Tidak Punya Harapan Lagi di NBA
Celtics Membuat Ledakan Serangan Yang Bersejarah
Thunder Ungkap Alasan Tidak Memainkan Shai Gilgeous-Alexander Saat OT
Tumbang Tiga Pertandingan, Charles Barkley Menyindir Lakers
Spurs Mendekati Rekor Kemenangan Beruntun Terbanyak Sejak 2015-2016
Cedera Cooper Flagg Memperbesar Peluang Kon Knueppel Jadi Rookie Terbaik
Kon Knueppel Pecahkan Rekor Tripoin Rookie NBA
Taj Gibson Kembali Ke NBA Pada Usia 40 tahun
Kenny Atkinson: James Harden Membuat Tugas Saya Lebih Mudah di Cavaliers
De'Aaron Fox Pilih Under Armour Ketimbang Curry Brand