Los Angeles Clippers akan dihadapkan pada kecerdikan di pasar pemain bebas nanti. Empat pemain mereka akan menyandang status unrestricted free agent dan satu pemain lain memiliki player option. Pemain dengan player option adalah JaMychal Green sedangkan empat pemain bebas di tubuh Clippers adalah Patrick Patterson, Reggie Jackson, Marcus Morris, dan Montrezl Harrell.

Nama yang terakhir disebut menjalani musim reguler yang sangat bagus. Catatan 18,6 poin dan 7,1 rebound per gim selama 28 menit bermain yang dimulai dari bangku cadangan membawa Trezz (sapaan Montrezll Harrell) meraih gelar Sixthman of the Year. Statistik tersebut juga jadi yang tertinggi sepanjang karier Trezz dan gelar itu merupakan gelar individu pertama untuknya.

(Baca juga: Montrezl Harrell Memenangkan Penghargaan Sixth Man of the Year 2019-2020)

Dengan catatan tersebut, The Athletic mengabarkan bahwa Clippers sangat ingin mempertahankan Trezz untuk musim depan. Trezz sendiri terakhir menyepakati kontrak selama dua musim pada 2018 lalu dengan nilai AS$12 juta. Pencapaian individu apiknya musim ini diyakini akan membuat Trezz mendapatkan bayarang yang jauh lebih tinggi dari kontraknya.

Gayung bersambut, sumber yang sama menyebut bahwa Trezz juga tak ingin pergi dari Clippers. Pun demikian, Trezz dikabarkan juga masih ingin melihat penawaran tim-tim lain sebagai pembanding untuk menilai dirinya sendiri. Hal seperti ini sendiri sering dilakukan para pemain bebas untuk melihat “posisi” mereka di mata para manajemen tim-tim NBA.

Kabar ini sendiri ditanggapi beragam oleh penikmat NBA utamanya para penggemar Clippers. Pasalnya, meski Trezz membawa pulang gelar Sixthman of the Year, performanya di “gelembung” NBA nyaris tidak bisa dilihat. Ia hanya mencetak rataan 10,5 poin dan 2,9 rebound selama di Orlando. Trezz juga bisa disebut sebagai titik lemah Clippers saat kalah dari Denver Nuggets.

(Baca juga: Montrezl Harrell, Satu Titik Lemah yang Mungkin Dieksploitasi Nuggets)

Fakta tersebut membuat banyak tanggapan bahwa Clippers seharusnya coba mencari opsi lain atau bahkan lebih baik memilih Marcus Morris ketimbang Trezz. Masalah utama Trezz adalah kemampuannya menembak tripoin. Hampir tak pernah melepaskan tripoin sepanjang kariernya di NBA, Trezz bisa dibilang adalah sosok konvensional di basket modern ini. Trezz adalah analog di era digital dan itu bisa menjadi hal yang baik pun juga hal buruk. (DRMK)

Foto: NBA

 

Populer

Juara Bertahan Terjungkal, Pelita Jaya Enam Tahun Beruntun ke Final
Persiapan Spurs Hadapi Gim 5 yang Menentukan Nasib Mereka
Saga Ballooners Bangun Kekuatan Baru Dengan Masukkan Derrick Michael Xzavierro
11 Juni Ditetapkan Sebagai Hari Apresiasi OG Anunoby
Lapangan dan Perlawanan
NBA: Blok Anunoby Terhadap Tembakan Fox Sah
Hampir Saja Terjadi Kekacauan di San Antonio
Jadwal Final NBA 2026, Spurs vs Knicks Mengulang Sejarah
Sempat Minder Bersaing di DBL Camp, Kini Matthew Ivander Buat Keluarga Bangga
Bogor Hornbills Ukir Sejarah! Lolos ke Final IBL untuk Pertama Kali